Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AKR Corporindo.

AKR Corporindo.

AKR Miliki Banyak Katalis Positif

Sabtu, 20 November 2021 | 21:35 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Membaiknya harga komoditas pertambangan, pelonggaran PPKM, dan tingginya penjualan lahan industri di Java Integrated Industrial & Ports Estate (JIIPE) berpotensi mendorong kinerja keuangan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tumbuh lebih pesat tahun ini dibandingkan perkiraan semula.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengungkapkan, berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan AKR telah terlihat sejak awal tahun ini.

Berdasarkan data, realisasi kinerja keuangan perseroan hingga September 2021 sudah sesuai dengan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus analis.

Penguatan kinerja keuangan tersebut didukung oleh pertumbuhan volume pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) sebesar 4%, penjualan bahan kimia, dan lonjakan penjualan lahan industri dengan pertumbuhan 137,1%.

Kinerja keuangan AKR Corporindo
Kinerja keuangan AKR Corporindo

Perseroan membukukan peningkatan laba bersih sebesar 19,8% dari Rp 665 miliar menjadi Rp 797 miliar hingga September 2021. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 24,4% dari Rp 13,86 triliun menjadi Rp 17,25 triliun. Rendahnya pertumbuhan keuntungan dibandingkan dengan pendapatan sejalan dengan penurunan margin bersih perseroan dari 4,8% menjadi 4,6%.

“Manajemen perseroan mengharapkan pertumbuhan kinerja keuangan terus berlanjut, seiring dengan peningkatan harga komoditas,” tulis Ignatius dalam risetnya.

Terkait outlook kinerja keuangan AKR tahun ini, menurut dia, didukung oleh kenaikan harga komoditas yang berimbas terhadap pertumbuhan pendistribusian BBM.

“Kami memperkirakan bahwa bisnis pendistribusian BBM bisa mencapai target volume penjualan sebesar 9% tahun ini. Target tersebut tercapai dengan asumsi direalisasikan penjualan sebanyak 687 ribu kilo liter bbm pada kuartal terakhir tahun 2021,” terangnya.

Pabrik AKR Corporindo. Foto: Investor Daily/Emral
Pabrik AKR Corporindo. Foto: Investor Daily/Emral

Perseroan juga akan diuntungkan oleh peningkatan aktivitas masyarakat setelah adanya pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diharapkan berimbas terhadap peningkatan bisnis penjualan BBM melalui perushaan patungan yang dibentuk AKR Corporindo bersama dengan BP.

Perusahaan patungan tersebut menargetkan pengoperasian 10-12 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sampai akhir tahun ini.

Sedangkan bisnis pendistribusian bahan baku kimia diperkirakan juga tidak kalah dengan peluang lanjutkan pertumbuhan, meski mengalami penurunan dalam beberapa kuartal lalu.

“Kami memperkirakan volume penjualan bahan kimia AKR bertumbuh mencapai 25% tahun ini atau lebih tinggi dari perkiraan manajemen,” ungkap Ignatius.

BRI Danareksa Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih AKR Corporindo menjadi Rp 1,02 triliun hingga akhir 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 925 miliar. Begitu juga dengan pendapatan perseroan diperkirakan meningkat dari Rp 17,71 triliun menjadi Rp 22,37 triliun.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham AKRA dari Rp 3.900 menjadi Rp 4.500. Namun rekomendasi saham AKRA direvisi turun menjadi hold, karena harga saham AKRA kini telah di atas level Rp 4.000.

Harga saham AKRA dalam satu dekade terakhir
Harga saham AKRA dalam satu dekade terakhir

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Farras Farhan mengungkapkan, AKR menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih baik hingga kuartal III-2021. Pertumbuhan didukung oleh seluruh segmen bisnis, seperti segmen distribusi dan perdagangan dengan peningkatan 78% dan penjualan kawasan industri sebanyak 25%.

“Kami optimistis AKR dapat mencetak peningkatan distribusi minyak sebanyak 2,45-2,5 juta kilo liter tahun ini atau naik berkisar 5-7%. Sedangkan penjualan lahan industri JIIPE diperkirakan seluas 24-27 hekatare (ha) tahun ini,” tulis dia dalam risetnya.

Peluang berlanjutnya kinerja keuangan didukung oleh tren peningkatan permintaan bahan bakar minyak dari perusahaan pertambangan, sehingga target penjualan sebanyak 2,4- 2,5 juta kilo liter tahun ini bisa tercapai. Apabila angka tersebut tercapai, perseroan sudah mengamankan pendapatan senilai Rp 17,3 triliun atau bertumbuh 34,3% dari periode sama tahun lalu.

Pabrik AKR Corporindo. Foto: ISTIMEWA
Pabrik AKR Corporindo. Foto: ISTIMEWA

Terkait tren peningkatan penjualan lahan industri di JIIPE, ungkap dia, didukung oleh keunggulan kawasan ini, seperti kawasan yang sudah terintegrasi. Pertumbuhan penjualan lahan industri tentu akan berimbas positif terhadap penguatan laba kotor perseroan.

“Berbagai faktor tersebut mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 4.950. Target tersebut memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,13 triliun tahun ini,” jelas Farras.

Samuel Sekuritas menargetkan kenaikan pendapatan AKR menjadi Rp 22,62 triliun pada 2021 dibandingkan raihan tahun 2020 senilai Rp 17,71 triliun. Begitu juga dengan laba bersih diharapkan melonjak dari Rp 925 miliar menjadi Rp 1,05 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN