Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Harga CPO Diprediksi Bertahan dalam Jangka Pendek, Saham DSNG, LSIP, dan TAPG Layak Dicermati

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:02 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di level tinggi diproyeksikan bertahan dalam jangka pendek dipengaruhi atas kenaikan harga pupuk dan biaya pengapalan. Harga tersebut juga dipengaruhi tingkat pertumbuhan produksi yang masih rendah tahun ini.

Pergerakan harga CPO di pasar internasional
Pergerakan harga CPO di pasar internasional

Terkait kebijakan pemerintah untuk menekan harga jual minyak goreng dengan menggelar operasi pasar melalui penjualan sebanyak 1,2 miliar liter minyak goreng dari Desember 2021 hingga Mei 2022 diperkirakan tidak berpengaruh besar terhadap penurunan harga jual CPO.

CGS CIMB Sekuritas memperkirakan harga jual CPO berada di rentang RM 4.407 per ton pada 2021 atau naik 64% dari realisasi periode sama tahun sebelumnya. Raihan tersebut lebih tinggi 3% dari target semula kisaran RM 4.270 per ton.

Sedangkan rata-rata harga jual CPO tahun 2022 diperkirakan turun ke level RM 3.600 per ton dan menjadi RM 3.240 per ton pada 2023. Penurunan rata-rata dipengaruhi atas mulai pulihnya suplai minyak nabati dan suplai miyak nabati global kembali pulih.

Baca juga: Tren Positif Harga CPO Masih Berlanjut di Awal 2022

Analis CGS CIMB Sekuritas Fernaldy Tanoko mengatakan, harga pupuk sempat melonjak hingga 141% pada November 2021, dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan harga jual pupuk dipengaruhi atas lonjakan harga gas alam yang menjadi bahan baku pupuk. Lonjakan juga dipengaruhi atas kenaikan biaya pengiriman setelah sulitnya logistik untuk impor pupuk.

“Kenaikan ini bisa berdampak terhadap penurunan margin keuntungan sektor ini. Namun dampak paling besar adalah penurunan pemupukan sawit, khususnya sawit petani, yang bisa berimbas terhadap penurunan produktivitas kebun ke depan,” terangnya.

Harga jual CPO, ungkapnya, juga dipengaruhi atas penurunan produktivitas perkebunan sawit petani yang menguasai 40% dari kebun sawit nasional. Para petani mengurungkan replanting dalam beberapa tahun dipicu atas harga jual CPO yang rendah pada 2018-2019. Sedangkan tantangan tahun 2021 datang dari kenaikan harga pupuk yang mengakibatkan penurunan pemupukan.

GAPKI memperkirakan bahwa produksi CPO nasional diperkirakan hanya bertumbuh 3% menjadi 48 juta ton tahun 2022 atau bertumbuh lebih rendah dari pertumbuhan rata-rata beberapa tahun terakhir. Tingkat produktivitas diperkirakan mulai kembali normal pada 2025.

Baca juga: Presiden Jokowi: Suatu Titik Nanti Stop Ekspor CPO

Harga jual CPO tetap tinggi, ungkap dia, dipengaruhi berlanjutnya implementasi B40. Berdasarkan data B40 akan diimplementasikan secara bertahap di beberapa wilayah mulai tahun 2025, seperti Jawa dan Bali. Berdasarkan data, biodisel berkontribusi sebesar 40% dari total konsumsi CPO nasional pada 2020 dan mencapai 38% dari total konsumsi hingga September 2021.

Berdasarkan data, produksi biodisel nasional mencapai 8,2 juta kilo liter hingga November 2021 atau meningkat 3% dari periode sama tahun sebelumnya. Produksi tersebut setara dengan 91% dari realisasi tahun 2020.

Sedangkan risiko pemulihan harga jual minyak nabati, ungkap dia, berasal dari anomali cuaca yang bisa mengganggu produktivitas. Seperti, cuaca La Nina yang bisa mengganggu pasokan minyak nabati di Amerika Selatan. Jika kondisi tersebut terjadi, harga CPO diperkirakan mengalami lonjakan.

Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight saham emiten CPO. Sedangkan sejumlah saham yang layak untuk dicermati adalah saham PT Dharya Satya Nusantara Tbk (DSNG) direkomendasikan add dengan target harga Rp 1.250, saham PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) direkomendasikan add dengan target harga Rp 1.510, dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) direkomendasikan add dengan target harga Rp 1.110.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN