Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pertambangan batu bara. ( Foto: AFP )

Ilustrasi pertambangan batu bara. ( Foto: AFP )

Larangan Ekspor Dicabut, Apa Saja Emiten Batu Bara yang Paling Diuntungkan?

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:32 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah Indonesia mencabut larangan ekspor batu bara secara bertahap mulai 12 Januari 2021 setelah sejak awal tahun ditutup kran ekspor akibat kekurangan pasokan untuk pembangkit listrik dalam negeri.

Pencabutan larangan ekspor batu bara tersebut juga dipicu atas adanya protes dari sejumlah negara importir, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Filipina. Pencabutan juga didukung adanya upaya pemerintah untuk mengubah formula penetapan harga pembelian batu bara oleh PLN.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Juan Harahap mengatakan, pembukaan kembali kran ekspor tersebut telah mulai ditindaklanjuti emiten batu bara dengan mulai mengapalkan batu bara ke beberapa negara. Hal ini akan berimbas positif terhadap emiten sektor tersebut.

Baca juga: Adaro (ADRO) Cs Pasok 3,2 Juta Ton Batu Bara ke PLN Jaga Listrik Tak Padam

Terkait perubahan formulasi penetapan harga jual batu bara untuk PLN, dia mengatakan, akan menjadikan harga pembelian batu bara mengikuti pasar internasional atau harga pasar, berbeda dengan formula saat ini harga ditetapkan pemerintah pada level US$ 70 per ton.

Melaui formula baru, dia mengatakan, pemerintah akan mendirikan Badan Layanan Umum yang akan melakukan pungutan ekspor batu bara. Dana hasil pungutan tersebut nantinya digunakan untuk menutupi perbedaan harga pasar dan harga referensi beli batu bara oleh PLN.

Baca juga: Bukit Asam (PTBA) Segera Garap Proyek Gasifikasi Batu Bara

“Kami memandang positif terhadap perubahan formulasi pembelian batubara oleh PLN. Dengan formula baru, rata-rata harga jual batu bara untuk pasar domestik akan lebih tinggi, sehingga menguntungkan emiten yang menjual batubara ke PLN,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Dari beberapa perusahaan batu bara, menurut dia, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menjadi emiten yang paling diuntungkan, menyusul sebanyak 58% penjualan batu bara ditujukan untuk pasar domestik, kemudian PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan penjualan domestik mencapai 28%, dan terahir PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang melepas 21% produksi batu bara untuk pasar domestik.

Sedangkan saham pilihan sektor batu bara jatuh ke ITMG yang direkomendasikan beli dengan target harga Rp 25.000 per saham. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2022 sekitar 5,2 kali dan PB sekitar 1,3 kali.

 

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN