Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Waskita Karya. Foto: dok.Beritasatu

Waskita Karya. Foto: dok.Beritasatu

Tahun Pemulihan Kinerja Waskita Karya (WSKT)

Rabu, 12 Januari 2022 | 18:28 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dibanjiri sentimen positif tahun ini. Salah satunya, perseroan diuntungkan dengan pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun, dan berbagai divestasi tol yang menopang pemulihan kinerja keuangan.

Samuel Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli dengan harga Rp 1.220 pada saham WSKT untuk sepanjang 2022. Hal ini sejalan dengan sektor infastruktur yang mulai membaik.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Andreas Kristo mengatakan, tahun ini emiten infrastruktur pelat merah tersebut dibanjiri oleh sentimen positif.

Pertama, perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk aksi rights issue dengan menerbitkan sebanyak 19,29 miliar saham baru.

“Dalam aksi tersebut, perseroan mematok harga sebesar Rp 620 per saham, dengan begitu Waskita Karya berpotensi raup dana segar sebanyak Rp 11,9 triliun,” jelas dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Prospek WSKT
Prospek WSKT

Andreas menguraikan, dana tersebut nantinya digunakan oleh perseroan untuk konstruksi jalan tol di ruas KayuagungPalembang - Betung tahap

 II, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Cimanggis-Cibitung, Ciawi-Sukabumi, Krian-Legundi- Bunder-Manyar, Pasuruan-Probolinggo, Pejagan-Pemalang dan modal kerja di proyek lainnya

Pada semester II-2022, Waskita Karya juga dijadwalkan untuk menerima PMN kedua senilai Rp 3 triliun dengan kembali melakukan rights issue.

Samuel Sekuritas memperkirakan, aksi korporasi ini akan memberikan dampak yang positif pada kinerja perseroan. Semisal, mendukung perolehan kontrak baru dan tingkat burn rate yang lebih tinggi dari proyek-proyek yang menjadi tujuan penggunaan dana rights issue.

Soal kinerja keuangan, Andreas memperkirakan Waskita Karya masih membukukan rugi bersih pada laporan keuangan 2021 hingga akhir 2022. Keuntungan baru akan didapat oleh perseroan pada akhir 2023.

Faktor pendukung lainya, yakni potensi pendapatan berkisar Rp 5-10 triliun dan laba Rp 2 triliun dari hasil divestasi 5 buah tol yang ditargetkan pada 2022. Meski, Waskita Karya masih belum menyebutkan rincian tol yang akan didivestasi.

“Dana segar sebanyak itu dapat menurunkan utang perseroan dalam jumlah yang sama,” tegas Andreas.

Harga saham WSKT dalam satu dekade terakhir
Harga saham WSKT dalam satu dekade terakhir

Secara terpisah, analis BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa proyek konstruksi telah menunjukkan mulai pemulihan sejak tahun 2021.

Hal tersebut ditunjukkan atas tiga penopang, yaitu investasi pemerintah, proyek strategis, dan investasi swasta.

Dalam risetnya, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa WSKT memiliki prospek menjanjikan sepanjang 2022 yang didukung ekspektasi pertumbuhan total kontrak baru dari proyek infrastruktur kelistrikan, energi, irigasi, bendungan, dan teknologi. Waskita diperkirakan mampu mencatatkan kenaikan kontrak baru hingga 10,4% menjadi Rp 1.723 triliun pada tahun ini, dibandingkan tahun 2021 sebanyak Rp 1.560 triliun.

Begitu juga dengan proyek infrastruktur transportasi menunjukkan pertumbuhan tahun ini. Berdasarkan data, total nilai proyek infrastruktur transportasi dalam RPJMN periode 2019-2024 berkisar Rp 1.996 triliun.

Pemerintah juga terus melanjutkan kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur yang difokuskan kepada proyek infrastruktur tol, kereta api, energi, pengelolaan air, perumahan, dan industri.

Adapun sebelumnya, perseroan memenangkan lelang pembangunan jalan Tol Gedebage- Tasikmalaya-Cilacap senilai Rp 56,2 triliun. Pembangunan ini, akan dilakukan bersama dengan beberapa BUMN lainnya seperti PT Jasa Marga Tbk, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Daya Mulia Turangga, PT Gama Group, dan PT Jasa Sarana yang tergabung dalam konsorsium Jasa Marga.

Dalam pengusahaan jalan tol tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memiliki porsi 32,5%, sementara kemitraan PT Daya Mulia Turangga – PT Gama Group – PT Jasa Sarana (27,5%), PT Waskita Karya Tbk 20%, PT PP Tbk 10%, dan PT Wijaya Karya Tbk sebesar 10%.

Target 2022

Direktur Utama PT. Waskita Karya (Persero) Destiawan Soewardjono  dalam Acara webinar Hipmi Talk: Infrastruktur Outlook 2021, Kamis (26/8/2021).
Direktur Utama PT. Waskita Karya (Persero) Destiawan Soewardjono  

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, tahun ini pihaknya mengincar perolehan kontrak baru Rp 25-30 triliun. Target itu tumbuh bila dibanding perolehan kontrak tahun lalu sekitar Rp 20 triliun.

“Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian nilai kontrak baru baik di dalam negeri maupun luar negeri guna memperbaiki kinerja keuangan dan operasional perseroan,” kata dia.

Karena itu, target pertumbuhan nilai kontrak baru pada 2022 ini cukup signifikan. Destiawan optimistis target tersebut bisa diraih agar perseroan memiliki pegangan untuk proses bisnis ke depan. Sebab, pihaknya khawatir pada 2023 terjadi perubahan kebijakan pemerintah dalam hal alokasi anggaran.

“Manajemen optimistis dapat membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 25-30 triliun di 2022. Apalagi, dengan adanya dukungan likuiditas perseroan yang lebih baik dan dukungan pemerintah berupa fasilitas pinjaman sindikasi Bank Himbara dengan penjaminan Pemerintah, penerbitan obligasi/sukuk, serta aksi korporasi rights issue,” pungkas Destiawan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN