Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS). Foto: dok. mcash

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS). Foto: dok. mcash

Strategi M Cash Perlebar Sayap Bisnis

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:38 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bersiap meraih berbagai peluang bisnis untuk mendongkrak kinerja tahun ini. Perseroan berhasil melebarkan sayap bisnis dengan merambah berbagai bisnis baru yang akan menopang kinerja jangka panjang.  

Baru-baru ini, M Cash Integrasi berhasil menjalin kerja sama dengan RANS Entertainment milik artis Raffi Ahmad. Perseroan juga melakukan digitalisasi produk Kios Warga hasil kolaborasi bersama Taspen dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

M Cash juga menjadi penyedia jasa penukaran baterai dan Digi Resto dengan jasa ekspedisi SiCepat, serta bisnis kendaraan listrik (electric vehicle) bersama Volta. Bahkan, anak usahanya, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), turut menjadi pemegang saham Podcast milik Deddy Corbuzier.

Menurut analis riset Trimegah Sekuritas yakni Willinoy Sitorus, Richardson Raymond, dan Kimberly Bianca, berbagai kolaborasi tersebut akan melengkapi bisnis yang sudah dimiliki perseroan sebelumnya.

Sedangkan, perkembangan mobil listrik dan jasa penukaran baterai berpotensi mendatangkan pendapatan kepada perseroan pada masa yang akan datang.

“Lebih lanjut, MCAS saat ini telah memiliki Open API sistem yang mendukung mereka untuk sepenuhnya memanfaatkan ekosistemnya dan menjangkau lebih banyak pelanggan dalam transisinya ke gaya hidup yang lebih digital. Ke depan, jaringan MCAS akan terus berkembang, seperti halnya integrasi lebih lanjut dengan mitra,” papar para analis, belum lama ini.

Kinerja perseroan pada 2022 juga diproyeksikan ditopang oleh bangkitnya penggunaan kendaran roda dua elektrik, atau kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Pada segmen ini, perseroan melalui anak usaha yakni PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan SiCepat membentuk perusahaan patungan bernama PT Energi Selalu Baru (ESB) yang memiliki 51% saham dari Volta.

ESB berfokus kepada pada distribusi sepeda motor listrik, pertukaran baterai, dan layanan sejenis.

Untuk diketahui, SiCepat telah memesan 10.000 Model bernomor seri 401 untuk armada mereka di tahap pertama, sementara NFCX akan berperan dalam pengadaan, mengelola platform digital untuk pendaftaran termasuk pembayaran.

Kabar terakhir menyebutkan, Volta akan merilis sepuluh model baru pada 2022, termasuk model baru dengan kapasitas baterai 1.200 watt dengan harga termasuk baterai yang akan membuat produk dari ESB ini paling murah dan agresif.

Dari segi pemasaran, Volta berencana untuk memperluas jaringan stasiun penukaran baterai yang dikenal sebagai Sistem Ganti Baterai (SGB) ke 2.500 lokasi di seluruh Jawa dan Bali.

Analis sepakat bahwa Volta memiliki masa depan yang cerah di pasar ePTW Indonesia dengan keunggulan harga yang kompetitif, spesifikasi, kualitas, dukungan finansial terhadap pelanggan yang dilengkapi dengan jaringan pertukaran baterai yang luas.

“Namun, kami percaya bahwa dukungan tambahan dari pemerintah tetap diperlukan, terutama dalam bentuk peraturan yang mendorong adopsi EV roda dua,” ujar dia.

Pihak MCAS pernah mengatakan, saat ini sepeda motor listrik perseroan sudah dalam pengujian beta dengan lembaga pemerintahan dan beberapa perusahaan swasta. Sepeda motor listrik dan fasilitas pendukungnya ini diharapkan dapat dibuka untuk akses pasar massal pada akhir paruh kedua 2021.

“Sepeda motor listrik kami akan hadir dengan beberapa model harga untuk penukaran baterai yang akan memenuhi kebutuhan pengendara dengan frekuensi sering (frequent), tidak sering (non-frequent), jarak jauh, dan jarak pendek. Dengan menggarap bisnis motor listrik, ini menandai langkah awal Grup dalam memasuki pasar EV Indonesia yang menjanjikan dan diprediksi untuk tumbuh bersamaan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan industri EV yang terintegrasi,” jelas pihak MCAS.

Target Kinerja

Tahun ini, analis sepakat bahwa pendapatan dari MCAS berpotensi bertumbuh hingga 11,1% pada tahun 2021 menjadi 25,4% pada tahun 2022. Pertumbuhan itu akan dikontribusi dari seluruh lini bisnis, terutama pertumbuhan dalam transaksi digital yang diproyeksikan sebesar 21,6% secara tahunan serta pertumbuhan dalam bisnis EV yakni 3707% dan bisnis cloud advertising 38,8% secara tahunan.

Adapun, laba kotor diperkirakan meningkat sebesar 91,2%, sementara GPM akan meningkat menjadi 2,4% dibandingkan dengan 1,6% di tahun 2021 sejalan dengan marjin yang mulai pulih pada seluruh bisnis perseroan, terutama dengan bervariasinya produk perseroan.

“Sebagai tambahan, kami menambahkan faktor peningkatan pendapatan dari bisnis EV M Cash Integrasi yang akan menjadi kontributor terbesar untuk laba kotor perseroan pada tahun ini yaitu sebesar 28,5%.  Saat kami memperbarui perkiraan model kami, untuk estimasi sepanjang 2021, 2022 dan 2023, kami berubah sebesar +7%/- 16%/-9% dari perkiraan sebelumnya,” kata Willinoy, Richardson, dan Kimberly.

Dengan berbagai inovasi produk dari M Cash Integrasi, mendorong analis untuk meningkatkan target beli dengan harga dari Rp 10,550 per saham menjadi Rp 15,000 per saham, atau naik 42,2%. MCAS saat ini diperdagangkan pada 0,6 kali untuk proyeksi 2022, yang merupakan harga terdiskon sebesar 50% dibandingkan dengan rata-rata saham sejenis sebesar 1,2 kali. Target harga itu didasari oleh 0,9 kali 2022 EV/Sales yang merupakan diskon 25%.

Analis juga meningkatkan kelipatan EV/sales menjadi 0,9 kali yang menunjukkan diskon 25% . dari sebelumnya 0,6x sejalan dengan perluasan jaringan MCAS integrasi dengan mitra, dan masuknya perseroan pada bisnis EV.

“Dibandingkan dengan saham sejenis, MCAS memiliki CAGR 2020 hingga 2023 EPS superior sebesar 57,2% dibandingkan dengan rata-rata rekan 37,6%,” pungkas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN