Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Jago. Foto: IST

Bank Jago. Foto: IST

ARB Empat Hari, Berikut Pandangan Analis Terkait Prospek Saham Bank Jago (ARTO)

Jumat, 13 Mei 2022 | 08:50 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan penurunan dalam hingga auto reject bawah (ARB) selama empat hari terakhir. Penurunan tersebut terjadi di saat kinerja keuangan perseroan mulai menunjukkan tren menguat.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham ARTO telah anjlok mencapai 24,89% selama empat hari transaksi. Harga saham ARTO telah anjlok dari level Rp 11.650 sebelum libur Lebaran menjadi Rp 8.750 pada penutupan perdagangan saham kemarin.

Baca juga: Kapan Waktu yang Pas untuk Beli GOTO, ARTO, dan MDKA? Ini Jawabannya...

Lalu, bagaimana prospek saham ARTO ke depan setelah penurunan dalam selama empat hari terakhir? Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth memberikan pandangan positif terhadap prospek saham bank digital ini.

Dia dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin, menyebutkan bahwa Bank Jago memiliki sejumlah faktor positif yang bisa mendongkrak pertumbuhan kinerja ke depan, seperti kemitraan dengan emiten teknologi besar Indonesia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan didukung dengan manajemen yang solid.

Bank Jago juga telah menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang mencari emiten teknologi dengan ekosistem yang kuat dan telah mencetak keuntungan. “Kami memperkirakan ARTO akan tetap membukukan bottom-line (inti) yang positif di masa mendatang setelah mencetak laba pertama kalinya tahun 2021. Laba inti perseroan tahun ini diprediksi naik 11%,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan, ungkap dia, didukung potensi pasar bank digital yang masih besar di Indonesia ke depan. Hal ini membuat pertumbuhan pengguna bank digital perseroan diperkirakan mencapai 214% tahun ini dan diharapkan kembali naik sebanyak 73% pada 2023.

Terkait sinergi dengan GOTO, menurut dia, Bank Jago akan menjadi perusahaan yang paling diuntungkan. Di antaranya, akuisisi pengguna yang lebih efisien dan pendekatan consumer centric yang lebih baik.

“Jika semua pengguna GOTO menjadi pengguna ARTO, kami memperkirakan harga saham ARTO saat ini akan menyiratkan EV/user sebesar Rp 2 juta, masih jauh lebih rendah (~54%), dibandingkan dengan EV/user rata-rata bank digital di negara-negara dengan penetrasi smartphone di bawah 70%,” terangnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 10.100. Target harga ini mengasumsikan EV/user Rp 8 juta atau 40% di bawah rata-rata bank digital global.

“Kami melihat saham ARTO masih menjanjikan mengingat potensi manfaat jangka panjang dari bank digital dalam mengatasi kurangnya akses ke layanan perbankan atau sejenisnya bagi 51% masyarakat Indonesia,” tulisnya.

Baca juga:  Bank Jago (ARTO) Cetak Laba Bersih Rp 19 Miliar

Namun dalam jangka pendek, dia mengatakan, harga saham ARTO diproyeksikan bergerak volatil, di tengah kekehawatiran penurunan minat investor terhadap emiten teknologi dengan valuasi premium setelah pengumuman kenaikan suku bunga Fed di awal Mei.

Samuel Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih Bank Jago menjadi Rp 129 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun 2021 senilai Rp 11 miliar. Pendapatan bunga bersih perseroan juga diharapkan melonjak menjadi Rp 1,33 triliun, dibandingkan tahun lalu Rp 590 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN