Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(Dok. PGN)

(Dok. PGN)

Saham PGN (PGAS) Pilihan di Tengah Gejolak Bursa, Begini Faktor Pendorongnya

Selasa, 14 Juni 2022 | 08:16 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN masih menarik untuk dicermati dengan target harga Rp 2.300, yang diikuti rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan peningkatan volume penjualan dan transmisi gas perseroan. Dukungan juga datang dari anak usahanya PGN, Saka Energi.

Target harga tersebut juga menggambarkan estimasi kinerja keuangan Saka Energi dengan peningkatan tahun ini, seiring dengan peningkatan volume produksi minyak dan gas (migas). Penguatan tersebut akan berkontribusi positif terhadap kenaikan margin EBITDA PGAS, karena margin Saka Energi mencapai 77% dibandingkan dengan margin distribusi gas hanya 22%.

Baca juga: Bagi-bagi Dividen Rp 124,42 per Saham, Totalnya Rp 3 Triliun

“Kami memperkirakan peningkatan kontribusi EBITDA Saka terhadap perseroan dari 27% menjadi sekitar 37%, sehingga bisa berimbas positif terhadap keuntungan perseroan tahun ini” tulis analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dan Hasbie dalam risetnya.

PGAS, ungkap mereka, juga didukung atas harga jual gas yang masih terdiskon hingga 57%, dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) per kuartal I-2022. Perseroan telah merealisasikan penyaluran gas perseroan dengan harga khusus mencapai 63% dari total volume penjualan sampai April 2022. Di sisi lain, penurunan harga jual gas kemungkinan kecil terjadi di tengah kenaikan harga minyak global.

Trimegah Sekuritas menyebutkan bahwa harga minyak brent kini telah mencapai lebih dari US$ 104 per barel. Sedangkan permintaan minyak masih tinggi, khususnya pasar Amerika Serikat (AS) yang mengonsumsi 20% dari total kebutuhan minyak dunia. Sedangkan rata-rata harga minyak tahun 2022-2024 diperkirakan berada dalam rentang US$ 110/95/85 per barel. Begitu juga dengan asumsi harga gas diproyeksikan mencapai US$ 7/6/5 untuk periode sama.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PGAS dengan target harga Rp 2.300. Faktor penopang utama datang dari penguatan kinerja anak usahanya PGN, Saka Energi, dengan proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan.

Baca juga: Parameter Bisnis Solid, PGN (PGAS) Masuk Rekomendasi Analis

Trimegah menyebutkan bahwa saham PGAS bukan lagi saham bervolatilitas tinggi dengan beta tinggi. PGAS kini bisa menjadi saham defensif untuk pilihan investasi di tengah gejolak inflasi global.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksik kenaikan laba bersih perseroan menjadi US$ 335 juta tahun 2022, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 304 juta. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan meningkat dari US$ 3,03 miliar menjadi US$ 3,55 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN