Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu aktivitas di pabrik Mayora Indah. Foto: Investor Daily/IST

Salah satu aktivitas di pabrik Mayora Indah. Foto: Investor Daily/IST

Margin Cenderung Naik, Begini Prospek Saham Mayora (MYOR)

Rabu, 22 Juni 2022 | 08:43 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) diproyeksi melanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini, seiring dengan ekspektasi peningkatan volume penjualan bersamaan dengan kenaikan rata-rata harga jual produk.

Sedangkan kenaikan harga komoditas yang berimbas terhadap peningkatan beban produksi diperkirakan tetap membayangi kinerja perseroan. Meski demikian, tekanan tersebut cenderung turun setelah harga beberapa komoditas cenderung stabil, bahkan turun.

Baca juga: Aktivitas Ekonomi Pulih, Penjualan Mayora (MYOR) Tren Tumbuh

Kondisi tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi naik rekomendasi saham MYOR dari hold menjadi beli dengan target harga Rp 2.200. Target harga tersebut mempertimbangkan ekspektasi kenaikan laba bersih Mayora menjadi Rp 1,3 triliun tahun ini dibandingkan tahun lalu Rp 1,18 triliun. Sedangkan EBITDA diproyeksikan meningkat dari Rp 2,61 triliun menjadi Rp 2,92 triliun. ROAE perseroan juga diprediksi naik dari 10,7% menjadi 11,4% tahun ini.

Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa pengadaan bahan baku komoditas, seperti kopi, gula, CPO, dan gandum, berkontribusi sebesar 40-50% terhadap beban pokok penjualan Mayora. “Meski harga komoditas tersebut naik, tampaknya sudah mencapai puncaknya. Harga komoditas tersebut telah turun berkisar 8-24% dari level tertingginya bebrapa pekan lalu dan cenderung stabil,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas dalam ulasannya.

Dengan kondisi tersebut, Mandiri Sekuritas mengungkapkan bahwa margin kotor Mayora diproyeksikan cenderung membaik pada semester II tahun ini, dibandingkan realisasi semester I-2022. Apalagi, perseroan telah menaikkan harga jual beberapa produk untuk mengimbangi peningkatan beban produksi. Meski harga jual dinaikkan, volume penjualan perseroan tidak menunjukkan penurunan.

Tidak hanya itu, Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa peningkatan rata-rata harga jual produk diprediksi tetap dilanjutkan pada paruh kedua tahun ini, apabila harga jual komoditas tidak mengalami penurunan. Hal ini tentu bisa menjaga margin keuntungan MYOR, sehingga keuntungan tetap bertumbuh tahun ini.

Baca juga: Beban Pokok Penjualan Melambung, Laba Mayora (MYOR) Turun 42,41%

Terkait volume penjualan, Mandiri Sekuritas menyebutkan, MYOR berhasil menjaga pertumbuhan hingga Mei 2022 dengan peningkatan di atas 5%, meski terjadi kenaikan harga jual produk. Hal ini menggambarkan bahwa daya beli masyarakat masih kuat. Peningkatan penjualan pasar domestik diprediksi tetap berlanjut, jika harga bahan baku cenderung stabil dan tidak terjadi kenaikan harga produk perseroan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN