Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Indofood. Foto: DEFRIZAL

Produk Indofood. Foto: DEFRIZAL

Harga Komoditas Mulai Turun, Bagaimana Prospek Saham MYOR dan ICBP?

Selasa, 5 Juli 2022 | 09:29 WIB
Parluhuthan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kenaikan rata-rata harga jual produk ditambah cenderng melandainya harga jual komoditas bakal berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan emiten sektor konsumer. Kondisi ini bisa menjadikan tingkat keuntungan perusahaan sektor ini lebih pesat pada semester II, dibandingkan semester I tahun ini.

BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan menjadi perusahaan yang paling diuntungkan atas kondisi ini.  Mayora juga didukung peluang lonjakan ekspor produksi mulai kuartal III-2022. Sedangkan Indofood CBP didukung dominasi pasar penjualan mie instant di kawasan Middle East.

Advertisement

Baca juga: Mayora Indah (MYOR) Incar Pertumbuhan Penjualan 10% di Tahun Ini

“Perusahaan konsumer telah menaikkan rata-rata harga jual setelah terjadi lonjakan harga komoditas hingga April 2022. Di antaranya, Indofood telah menaikkan rata-rata harga jual berkisar 5% sejak Juni 2022 dan Mayora beriniat untuk menaikkan harga jual berkisar 8% pada semester II tahun ini,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

Lalu, bagaimana dengan harga jual komoditas? BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa harga jual minyak sawit (CPO) dan gandung cenderung melandai setelah mencapai puncak pada April 2022. Bahkan, future price CPO untuk September 2022 telah turun 7,3% menjadi MYR 4.551 per ton di Kuala Lumpur. Penurunan harga CPO diprediksi berlanjut, seiring dengan ekspektasi peningkatan panen menjelang akhir tahun.

Begitu juga dengan harga pembelian bahan baku gandung relatif stabil akibat proyeksi ekonomi global yang melambat. Kondisi ini disinyalir memicu penurunan permintaan gandum global. Penurunan harga gandum juga didukung memasuki musim panen pada Juli 2022.

“Penurunan harga jual CPO dan gandum akan berimbas terhadap penurunan beban produksi perusahaan konsumer pada paruh kedua tahun ini, sehingga bisa menaikkan margin keuntungannya,” terangnya.

Baca juga: Meski Harga Bahan Baku Naik, Laba Indofood CBP (ICBP) Masih Bisa Tumbuh 12%

Dari sejumlah saham emiten konsumer, BRI Danareksa Sekuritas menempatkan saham pilihan MYOR direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.300. Rekomendasi ini menggambarkan sebanyak 45% pendapatan perseroan berasal dari ekspor produk.

BRI Danareksa Sekuritas juga menempatkan saham ICBP sebagai pilihan utama lain. Saham ICBP direkomendasikan beli dengan target harga Rp 10.800. Target tersebut mempertimbangkan dominasi perseroan di pasar Middle East yang bisa menjadi penopang pertumbuhan berkelanjutan perseroan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN