Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan program myIM3 Ramah. (IST)

Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan program myIM3 Ramah. (IST)

Meski Laba Turun, Sejumlah Analis Berikan Pandangan Positif Prospek Saham Indosat (ISAT)

Senin, 1 Agustus 2022 | 09:01 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Merger PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) dengan Hutchinson mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan, meskipun laba bersih turun pada semestr I-2022. Hal ini menjadikan saham ISAT kian menarik untuk dilirik dengan potensi pertumbuhan lebih lanjut.

Indosat mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp 3,26 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 5,59 triliun. Penurunan dipengaruhi atas nilai divestasi aset yang lebih rendah tahun ini. Sedangkan pendapatan melesat dari Rp 14,98 triliun menjadi Rp 22,52 triliun.

Baca juga: Beban Melonjak 107%, Laba Indosat (ISAT) Merosot

Analis Trimegah Sekurtias Richardson Raymond menyebutkan, Indosat menunjukkan seluruh indikator yang positif hingga kuartal II. Di antaranya, peningkatan pelanggan sebanyak 1,7 juta orang menjadi 96,2 juta hingga kuartal II-2022. ARPU juga meningkat sekitar 9,2% menjadi Rp 35 ribu, dibandingkan semester I-2021 senilai Rp 34 ribu per pelanggan. Yield penjualan data juga menunjukkan peningkatan yang baik sesuai harapan.

“Kinerja semester I-2021 merupakan catatan pertumbuhan bagi perseroan dalam dua tahun terakhir. Sedangkan peningkatan ARPU diprediksi tetap berlanjut sampai akhir tahun,” terangnya dalam riset akhir pekan lalu.

Selain itu, dia mengatakan, integrasi jaringan Indosat dan Hutchinson telah mencapai 46% hingga kuartal II-2022. Integrasi tersebut berjalan lebih cepat, dibandingkan perkiraan semula. Manajemen Indosat juga memprediksi nilai merger kedua perusahaan bisa mencapai US$ 300-400 juta dalam tiga tahun mendatang. Perseroan juga telah mendapatkan tawaran harga sewa menara telekomunikasi lebih mudah yang diharapkan berimbas terhadap penurunan beban.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga Rp 10.500. Target tersebut mempertimbangkan keyakinan bahwa masih banyak keuntungan yang bakal dicatatkan dari sinergi Indosat dengan Hutchinson.

Trimegah Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan tahun ini Rp 3,93 triliun dan pendapatan meningkat menjadi Rp 44,37 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih tahun depan diprediksi masing-masing Rp 47,95 triliun dan Rp 1,25 triliun.

Kenaikan Harga

Sementara itu, CGS CIMB Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa realiasi kinerja keuangan hingga kuartal II-2022 sudah sesuai dengan ekspetkasi. Di antaranya, lonjakan pendapatan telepon selular dan margin EBITDA. “Kami juga memperkirakan kinerka keuangan perseroan akan kembali kuat pada semester II-2022,” tulisnya dalam risetnya.

Baca juga: Obligasi Jumbo bakal Jatuh Tempo, Indosat (ISAT) Santai

Memasuki semester II, CIMB Sekuritas menyebutkan, margin keuntungan cenderung bertumbuh, seiring dengan kenaikan tarif data dan telepon eprseroan. “Kami memperkirakan pendpatan telepon selular akan naik pada kuartal III tahun ini,” terangnya.

CIMB Sekuritas memperkirakan kenaikan pendapatan tahun ini dari Rp 31,38 triliun menjadi Rp 46,16 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan mencapai Rp 511 miliar, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 6,75 triliun. Sedangkan saham ISAT dipertahankan rekomendasi hold dengan target harga Rp 7.100.
 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN