Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan produksi di pabrik  Mayora Indah

Kegiatan produksi di pabrik Mayora Indah

Saat Rupiah Melemah, Begini Dampaknya bagi Mayora (MYOR)

Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:18 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal II-2022 sebesar 13,5% menjadi Rp 347 miliar dibandingkan kuartal I-2022 senilai Rp 306 miliar. Lonjakan tersebut menjadikan laba bersih perseroan paruh pertama tahun ini melesat menjadi Rp 931 miliar, dibandingkan semester I-2021 senilai Rp 653 miliar.

Baca juga: Penjualan Mayora (MYOR) Naik, Tapi Beban Meningkat Lebih Besar

“Realisasi laba bersih tersebut sudah setara dengan 43,2% dari target RHB Sekuritas dan di atas konsensus analis atau mencapai 47,6%. Oleh karena itu, kami tetap mempertahankan beli saham MYOR dengan perkiraan minimnya dampak negatif ekonomi global terhadap perseroan,” tulis analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya dalam riset terbaru.

Tidak hanya itu, Mayora masih diuntungkan oleh pembukaan aktivitas ekonomi di dalam dan luar negeri. Perseroan juga akan diuntungkan atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sehingga keuntungan yang diraih bisa bertumbuh lebih besar.

Terkait pencapaian kinerja keuangan, RHB Sekuritas memberikan sejumlah pandangan positif. Di antaranya, margin kotor (gross margin) memang turun menjadi 19,6% pada kuartal II dibandingkan kuartal I-2022 sekitar 21,8%. Penurunan tersebut sudah sesuai ekspektasi di tengah lonjakan harga komoditas.

“Namun kami yakin bahwa kendali biaya yang solid diharapkan menaikkan margin keuntungan dalam beberapa kuartal mendatang,” terangnya.

Rendahnya penurunan margin kotor dipengaruhi oleh penurunan biiaya iklan maupun promosi pada kuartal II tahun ini, sehingga rasio pendapatan terhadap biaya promosi turun dari 10% kuartal I menjadi 7% pada kuartal II tahun ini.

Perseroan juga membukukan keuntungan mata uang sneillai Rp 115 miliar. Hal ini menjadikan Mayora satu-satunya perusahaan konsumer yang mendapatkan keuntungan dari pelemahan nilai tukar rupiah. “Kami memperkirakan setiap depresiasi rupiah sebesar 1% bisa berimbas terhadap kenaikan laba bersih sekitar 2%,” terangnya.

Layak Diakumulasi

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa saham MYOR layak diakumulasi dengn peluang penguatan lebih lanjut. Penguatan didukung oleh peluang berlanjutnya peningkatan kinerja keuangan perseroan pada paruh kedua tahun ini.

Baca juga: Harga Komoditas Mulai Turun, Bagaimana Prospek Saham MYOR dan ICBP?

Menurut dia, kenaikan didukung atas harga komoditas telah mencapai puncak dan cenderung turun dan perseroan akan melanjutkan apresiasi harga jual, khususnya untuk pasa ekspor. Hal ini akan membuat margin keuntungan perseroan pulih dan berimbas positif terhadap pergerakan harga sahamnya.

Tidak hanya itu, kenaikan ekspor produk perseroan diprediksi berlanjut didukung peluncuran produk baru. Kenaikagan festival Mooncake juga akan berimbas bagi perseroan, sehingga penjualan di India dan Vietnam diprediksi lanjutkan kenaikan.

Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MYOR dengan target harga Rp 2.400. Target ini merefleksikan peluang kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,5 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 1,12 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN