Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik Sido Muncul. (Foto ilustrasi: Perseroan)

Salah satu pabrik Sido Muncul. (Foto ilustrasi: Perseroan)

ARB Tak Henti, Mengapa Saham Sido Muncul (SIDO) 'Masuk Angin'?

Selasa, 2 Agustus 2022 | 10:10 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Pemangkasan target kinerja keuangan dan harga saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) kali ini datang dari BRI Danareksa Sekuritas. Sebelumnya, revisi turun telah diberikan Trimegah Sekuritas setelah rilis laporan kinerja keuangan semester I-2022 yang mengecewakan pelaku pasar.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, produsen jamu Tolak Angin tersebut melaporkan penurunan laba bersih, volume penjualan produk yang rendah, dan penurunan margin keuntungan pada semester I-2022. Realisasi tersebut sangat mengecewakan pasar, sehingga mendorong BRI Danareksa Sekuritas memangkas target kinerja keuangan Sido Muncul tahun ini.

Pemangkasan tersebut, menurut dia, telah mempertimbangkan prediksi manajemen Sido Muncul bahwa laba bersih pada paruh kedua akan kembali pulih, menyusul peningkatan rata-rata harga jual produk.

BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target laba bersih Sido Muncul tahun ini dari Rp 1,43 triliun menjadi Rp 1,07 triliun. Proyeksi pendapatan juga direvisi turun dar Rp 4,6 triliun menjadi Rp 3,57 triliun.

Baca juga: ARB Dua Hari, Analis Ini Pangkas Target Kinerja dan Saham Sido Muncul (SIDO)

BRI Danareksa Sekuritas juga memangkas asumsi volume penjualan produk herbal Sido Muncul dengan potensi turun 20,8% tahun ini. Sedangkan rata-rata harga jual produk tersebut diprediksi naik 3% tahun ini. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun rekomendasi saham SIDO dari buy menjadi hold dengan target harga dipangkas dari Rp 1.100 menjadi Rp 800.

Sementara itu, harga saham SIDO anjlok berkali-kali hingga auto reject bawah (ARB). Dengan demikian, ARB saham SIDO telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut atau sejak rilis laporan kinerja keuangan semester I-2022.

Sebelumnya, Trimegah Sekuritas memilih untuk memangkas target kinerja keuangan SIDO. Begitu juga dengan rekomendasi diturunkan dari beli menjadi netral dan target harga saham SIDO dipangkas turun dari Rp 1.200 menjadi Rp 950.

Trimegah Sekuritas memangkas turun target laba bersih tahun ini dari Rp 1,44 triliun menjadi Rp 1,06 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 4,64 triliun menjadi Rp 3,64 triliun.

Dengan revisi turun tersebut, Trimegah Sekuritas memperkirakan, performa kinerja SIDO tahun ini akan berada di bawah realisasi tahun 2021. Pendapatan diprediksi turun dari Rp 4,02 triliun pada 2021 menjadi Rp 3,64 triliun. Laba bersih juga diperkirakan turun dari Rp 1,26 triliun pada 2021 menjadi Rp 1,05 triliun untuk tahun ini.

Terkait penjualan semester II-2022, dia mengatakan, memang sudah terjadi peningkatan penjualan pada Juli 2022, dibandingkan bulan sebelumnya. Hanya saja angkanya masih jauh di bawah realisasi periode sama tahun lalu. Hal ini menjadi signal negatif terhadap penjualan perseroan hingga akhir tahun.

Kembali ARB

Pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/8), saham SIDO turun ARB sebesar Rp 55 menjadi Rp 790 atau level terendah saham SIDO sepanjang tahun ini. Penurunan harga tersebut menjadikan performa saham SIDO sepanjang tahun ini telah turun 8,6% dari Rp 865 pada penutupan akhir tahun 2021 menjadi Rp 790 hari ini. Sedangkan level tertinggi tahun ini berada di harga Rp 1.050 pada penutupan perdagangan 15 Maret 2022.

Baca juga: Kuatnya Produk Eksisting Tak Hentikan SIDO Luncurkan Produk Baru

Anjloknya harga saham SIDO terjadi setelah manajemen Sido Muncul merilis laporan kinerja keuangan semester I-2022 dengan kinerja yang mengecewakan. Di antaranya, penjualan mencapai Rp 1,61 triliun di semester I-2022, turun tipis 2,42% dari raihan semester I-2021 yang sebesar Rp 1,65 triliun.

Perseroan juga mencatat kenaikan beban pokok penjualan hingga 30 Juni 2022 sebesar Rp 757,61 miliar. Jumlahnya lebih besar dari beban pokok penjualan semester pertama tahun lalu yang sebanyak Rp 724,71 miliar. Hal ini menjadikan laba bruto Rp 854,49 miliar, lebih sedikit dari periode yang sama tahun lalu dengan raihan Rp 930,08 miliar. SIDO mencatatkan beban penjualan dan pemasaran di semester I-2022 Rp 195,25 miliar, beban umum dan administrasi Rp 119,87 miliar, beban lain-lain Rp 11 juta, dan pendapatan lain-lain Rp 19,25 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN