Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Harum Energy Tbk (HRUM). Foto: Perseroan.

PT Harum Energy Tbk (HRUM). Foto: Perseroan.

Segmen Batu Bara dan Nikel Tren Naik, Begini Prospek Saham Harum Energy (HRUM)

Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:15 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Harum Energy Tbk (HRUM) berhasil mencetak lonjakan laba bersih pada semester I-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu. Bahkan, lonjakan laba tersebut telah melampaui target setelah terjadi peningkatan volume dan rata-rata harga jual.

Harum Energy membukukan lonjakan laba bersih dari US$ 10,4 juta menjadi US$ 146 juta pada semester I-2022. Sedangkan pendapatan melesat 226% dari US$ 115,7 juta menjadi US$ 377,5 juta. Laba bersih perseroan menunjukkan peningkatan secara bertahap dari US$ 62,8 juta pada kuartal I menjadi US$ 83,2 juta pada kuartal II-2022.

Baca juga: Harum Energy (HRUM) Setor Dividen Rp 200 Miliar, Simak Tanggal Mainnya!

Kenaikan kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan volume penjualan batu bara emiten berkode saham HRUM ini dari 1,5 juta ton menjadi 2,1 juta ton. Rata-rata harga jual melesat dari US$ 74,6 per ton menjadi US$ 176,7 per ton.

Mandiri Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap prospek bisnis Harum Energy seiring dengan perbaikan sejumlah indikator, seperti volume produksi batu bara perseroan naik menjadi 1,3 juta ton pada kuartal II, dibandingkan kuartal I-2022 sebanyak 0,7 juta ton. Hal iini menjadikan volume produksi batu bara perseroan melesat menjadi 2,3 juta ton pada semester I-2022. Angka tersebut sudah merefleksikan 51% dari target tahun ini sebanyak 4,5 juta ton.

Sentimen positif saham juga datang dari mulai gencarnya perseroan membidik pasar dalam negeri. Berdasarkan data sebanyak 10% volume produksi batu bara perseroan dijual untuk pasar domestik, dibandingkan tahun lalu yang 100% untuk ekspor. “Sentimen positif juga datang dari mulai berkontribusinya PT Infei Metal Industry (IMI) dengan kontribusi keuntungan senilai US$ 20,4 juta, dibandingkan semester I-2021 dengan rugi bersih US$ 0,1 juta,” terang analis Mandiri Sekuritas Wesley Louis Alianto dan Ariyanto Kurniawan dalam riset terbarunya.

Tahun lalu, Harum Energy telah mengakuisisi sebanyak 24,5% saham IMI,yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian (smelter) nikel. Akuisisi tersebut lanjutan dari keberhasilan perseroan mengakuisisi sebanyak 51% saham PT Position.

“Kami menyukai Harum Energy didukung tren peningkatan volume produksi nikel melalui PT IMI. Perseroan juga baru-baru ini telah mengakuisisi 20% saham Westrong Metal Industry (WMI) dengan kapasitas produksi nikel mencapai 56 ribu ton,” terangnya.

Baca juga: Muncul Desakan Industri Nonkelistrikan Masuk BLU Batu Bara

Penguatan segmen batu bara bersamaan dengan peningkatan volume produksi nikel mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham HRUM dengan target harga Rp 3.300. Target tersebut juga merefleksikan target kenaikan laba bersih perseroan menjadi US$ 281 juta dan pendapatan senilai US$ 581 juta tahun ini.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN