Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Medco Energi Internasional Tbk. Foto: Laporan tahunan.

PT Medco Energi Internasional Tbk. Foto: Laporan tahunan.

Usai Blok Corridor di Tangan, Begini Pandangan Analis atas Saham Medco (MEDC)

Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:10 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasi dalam mengakuisisi dan mengintegrasikan aset. Perseroan juga mampu dengan baik mengindentifikasi aset dengan potensi bagus untuk diakuisisi.

Oleh karena itu, RHB Sekuritas meyakini, akuisisi aset Blok Corridor akan membawa keuntungan besar bagi perseroan ke depan. Bahkan, blok baru ini berpotensi menaikkan EBITDA perseroan. Perseroan sebelumnya mengakuisisi saham Blok Corridor dari ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. Dengan demikian, perseroan menguasai 54% working interest Corridor PS dan 35% pada Transasia Pipeline Company Pvt Ltd.

Advertisement

Baca juga: Medco (MEDC) Tuntaskan Akuisisi Saham ConocoPhillips Indonesia

Corridor PSC memiliki dua lapangan produksi minyak dan tujuh lapangan produksi gas berlokasi di onshore Sumatra Selatan, Indonesia, berdekatan dengan operasi MedcoEnergi di Sumatra Selatan. Mayoritas produksi dijual melalui kontrak jual beli gas jangka panjang kepada mitra yang andal di Indonesia dan Singapura. Melalui Transasia, Medco Energi memiliki kepemilikan saham minoritas pada jaringan pipa gas yang menyuplai pelanggan di Sumatra Tengah, Batam, dan Singapura.  

“Kami memperkirakan rata-rata pertumbuhan EBITDA prseroan per tahun mencapai 19% untuk periode 2021-2024 setelah akuisisi Blok Corridor. Angka ini dihitung dengan asumsi rata-rata harga minyak mencapai US$ 108 per barel tahun 2022, senilai US$ 85 per barel tahun 2023, dan mencapai US$ 75 per barel untuk 2023,” tulisnya dalam riset terbarunya.

Selain faktor tersebut, dia mengatakan, kejelasan IPO saham Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan sangat berdampak bagi pergerakan harga saham MEDC ke depan. Dengan mencatatkan saham AMNT di bursa efek nantinya, Medco akan mendapatkan sentimen penggerak harga saham.

RHB Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap kemampuan perseroan dalam mengelola utang dalam mata uang rupiah dan asing dengan baik. Menurut dia, penurunan nilai mata uang rupiah tidak akan berdampak besar bagi keuangan perseroan, karena 76% utang perseroan dalam bentuk obligasi dengan tingkat bunga flat.

Baca juga: Harga Minyak Melaju, Begini Prospek Saham Medco (MEDC)

Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk memberikan rekomendasi beli saham MEDC dengan target harga Rp 880. Target tersebut juga mempertimbangkan potensi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun ini.

RHB Sekuritas memproyeksikan lonjakan laba bersih Medco menjadi US$ 362 juta tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu US$ 47 juta. Begitu juga dengan total pendapatan diprediksi melesat menjadi US$ 2,16 miliar, dibandigkan periode sama tahun lalu US$ 1,32 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN