Menu
Sign in
@ Contact
Search
Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Target Kinerja Indo Tambang (ITMG) Direvisi Naik, Bagaimana Sahamnya?

Jumat, 12 Agustus 2022 | 12:51 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Lonjakan kinerja keuangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada semester I-2022 disebut sudah terefleksi melalui kenaikan harga sahamnya dalam beberapa bulan terakhir. Sedangkan prospek kinerja keuangan perseroan tahun depan diprediksi cenderung lebih berisiko, seiring dengan proyeksi harga batu bara yang mulai berbalik turun.

Hingga semester I-2022, Indo Tambang mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 460,82 juta atau setara Rp 6,85 triliun, melesat 291% dari periode sama tahun lalu US$ 117,62 juta. Kenaikan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih emiten berkode saham ITMG tersebut sebesar 110% menjadi US$ 1,42 miliar pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 676,3 juta.

Baca juga: Giliran Indo Tambang (ITMG) yang Labanya Terbang!

Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas menurunkan prospek saham ITMG menjadi netral dengan target harga Rp 33.500. “Kami melihat bahwa kenaikan laba bersih perseroan tahun depan berisiko, yang dipicu oleh potensi penurunan harga jual batu bara,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas.

Meski harga jual batu bara cenderung turun tahun depan, Mandiri Sekuritas memilih untuk merevisi naik target kinerja keuangan ITMG tahun 2022 dan 2023. Revisi naik berdasarkan rata-rata harga jual batu bara yang diprediksi lebih tinggi dibandingkan perkiraan semula. Laba bersih perseroan tahun 2023 drevisi naik dari US$ 497 juta menjadi US$ 583 juta. Perkiraan pendapatan direvisi naik dari US$ 2,06 miliar menjadi US$ 2,31 miliar.

Baca juga: Bumi Resources (BUMI) Mau Private Placement Rp 408 Miliar, Siapa yang Masuk?

Adapun laba bersih Indo Tambangraya tahun ini direvisi naik dari US$ 764 juta menjadi US$ 946 juta. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari US$ 2,56 miliar menjadi US$ 3,1 miliar.

Revisi naik kinerja keuangan ITMG tahun 2022 dan 2023 didasari oleh revisi naik target rata-rata harga jual batu bara tahun ini dari semula US$ 125,1 per ton menjadi US$ 152 per ton. Selanjutnya, perkiraan rata-rata harga jual batu bara tahun depan direvisi naik dari US$ 100,4 per ton menjadi US$ 112,6 per ton.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com