Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melalui anak usahanya di bisnis pengiriman barang dan dokumen, PT Tri Adi Bersama, meluncurkan BisnisAja untuk menggarap segmen pengiriman barang korporasi.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melalui anak usahanya di bisnis pengiriman barang dan dokumen, PT Tri Adi Bersama, meluncurkan BisnisAja untuk menggarap segmen pengiriman barang korporasi.

Pertumbuhan Bisnis Pengiriman Barang Tetap Kuat, Adi Sarana (ASSA) Paling Diuntungkan

Rabu, 21 September 2022 | 08:40 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dinilai masih undervalued, seiring dengan prospek kinerja keuangan yang terus membaik. Apalagi, perseroan memiliki bisnis pengiriman barang yang masih bertumbuh pesat.

Hal ini mendorong CGS CIMB Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi add saham ASSA dengan target harga Rp 1.900. Target tersebut merefleksikan masih rendahnya penilian pasar terhadap bisnis pengiriman barang, AnterAja, milik Adi Sarana.

Baca juga: Adi Sarana (ASSA) Lakukan Terobosan di Aplikasi Anteraja, Apa Itu?

Dengan harga saham ASSA saat ini, bisnis AnterAja masih diniliai dengan price to sales ratio (P/S) tahun 2023 sekitar 1,2 kali. Angka tersebut terdiskon sekitar 20-50% terhadap pengiriman barang GDEX di Malaysia dan Kerry Thailand. Adi Sarana juga sudah menerapkan manajemen pengiriman barang yang baik untuk menciptakan efisiensi. Upaya ini akan berimbas positif bagi perseroan.

Sedangkan sentimen negatif dari kenaikan harga bahan bakar minyak, potensi penurunan GMV e-commerce, dan peningkatan suku bunga perbankan telah terfaktor ke dalam harga saham ASSA saat ini. Kemarin, saham ASSA ditutup di level Rp 1.395.

CGS CIMB Sekuritas mengatakan sejumlah potensi pendongkrak bisnis pengiriman barang perseroan berasal dari pasar e-commerce Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan pesat, meskipun slowdown diperkirakan terjadi tahun ini yang dipengaruhi pertumbuhan pasar e-commerce yang luar biasa tahun 2020-2021 akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Adi Sarana (ASSA) Raih Pembiayaan Rp 300 Miliar, Dananya untuk Ini...

“Peluang pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia, termasuk bisnis pengiriman barang, masih besar ke depan. Saat ini, kondisi pasar mulai normal setelah aktivitas masyarakat meningkat, sehingga target-target pertumbuhan pasar ini masih berjalan sesuai ekspektasi,” sebut CGS CIMB Sekuritas dalam riset tersebut.

Selain itu, AnterAja merupakan satu dari beberapa perusahaan kurir yang paling sehat di Indonesia, yaitu tanpa tanda-tanda perang harga, seperti di Malaysia dan Thailand. AnterAja juga didukung pendanaan yang solid, sehingga memperkuat peluang perseroan untuk meningkatkan pangsa pasar di tengah sejumlah perusahaan pengiriman barang lainnya di Indonesia menghadapi kesulitan pendanaan.

Baca juga: Lapkeu Semester I Adi Sarana (ASSA) Diungkap, Sahamnya Melompat

Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk menargetkan lonjakan laba bersih Adi Sarana menjadi Rp 958 miliar tahun ini dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 143 miliar. Pendapatan ASSA juga diproyeksikan meningkat dari Rp 5,08 triliun menjadi Rp 6,65 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com