Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). (Foto: Perseroan)

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). (Foto: Perseroan)

Cadangan Bertambah, Potensi Cuan Saham Energi Mega (ENRG) Kian Membesar

Rabu, 23 November 2022 | 08:40 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Penambahan cadangan minyak dan gas (migas) bersamaan dengan tren peningkatan rata- rata harga jual akan membuat laju pertumbuhan laba bersih PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bertahan. Selain itu, aktivitas produksi perseroan diperkirakan lebih panjang, dibandingkan perkiraan semula.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Gibran mengatakan, Energi Mega berhasil meningkatkan cadangan migas tahun ini, yaitu memiliki migas 2P sebanyak 145 MMBOE (+10.6% qoq) dan 2C sebanyak 95 MMBOE(+26% qoq), tambahan cadangan ini berasal dari Blok B untuk cadangan 2P dan 2C.

Baca juga: Energi Mega (ENRG) Siapkan Capex US$ 150 Juta Tahun Depan, Buat Apa Saja?

“Berdasarkan estimasi kami, peningkatan cadangan ini mampu memperpanjang aktivitas produksi migas ENRG menjadi 17 tahun, dibandingkan perkiraan semula hanya 15 tahun. Reserve-to-production rate ENRG tergolong paling tinggi, dibandingkan peers, seperti Saka Energi hanya 5-6 tahun dan Medco Energi sekitar 8-9 tahun,” tulisnya dalam riset terbaru.

Gibran mengatakan, cadangan yang melimpah ini mampu diperkirakan menjadi katalis positif bagi Energi untuk mempertahankan laju pertumbuhan produksinya di level 5- 10% per tahun untuk lima tahun ke depan. Hal ini tentu akan berdampak terhadap pertumbuhan laba bersih ENRG ke depan.

Hingga kuartal III-2022, perseroan berhasil mencatat peningkatan produksi minyak menjadi 5.2 MMBOEPD (+ 14% yoy) dan gas 204 MMSCFD (+18% yoy). “Kami memperkirakan ENRG akan mampu membukukan penjualan gas sebanyak 233.3 MMBOEPD (+10% YoY) dan penjualan minyak bumi sebesar 5.8 MMBOEPD (+10 YoY) pada 2023. Peningkatan ini didukung oleh kontrak jangka panjang,” terangnya.

Baca juga: Laba Bersih Energi Mega (ENRG) Lompat 138%

Selain didukung peningkatan volume penjualan, kinerja keuangan ENRG akan terbantu atas peningkatan rata-rata harga jual gas dari awalnya US$ 6,36/mmbtu tahun 2022 menjadi US$ 6,49/mmbtu pada 2023. Kenaikan volume penjualan dan juga harga jual tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan perseroan dari laba bersih dari migas menjadi US$ 541 Juta tahun 2023.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, ENRG mengindikasikan semakin efektif dan efisien dalam menjalankan operasional produksi migas. Biaya produksi dapat ditekan, sehingga cash cost ini juga akan berdampak positif bagi margin keuntungan perseroan.

Baca juga: CGS-CIMB Borong Saham Energi Mega (ENRG), Porsinya Jadi di Atas 5%

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ENRG dengan target harga Rp 410. Target ini merefleksikan EV/EBITDA sebanyak 3,5. Samuel Sekuritas menargetkan lonjakan laba bersih perseroan menjadi US$ 467 juta tahun ini dan kembali melesat menjadi US$ 451 juta pada 2023, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 47 juta.

Pendapatan perseroan juga diproyeksikan meningkat menjadi US$ 2,73 miliar pada 2022 dan menjadi US$ 2,58 milliar pada 2023, dibandingkan raihan tahun 2021 senilai US$ 1,32 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com