Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tokopedia, salah satu lini usaha GOTO. (Foto: Perseroan)

Tokopedia, salah satu lini usaha GOTO. (Foto: Perseroan)

Dibanding Sea dan Grab, GOTO Lebih Seksi? Ini Target Harga Baru Sahamnya

Kamis, 12 Jan 2023 | 13:35 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di jalur yang tepat untuk mempercepat profitabilitas. Titik impas EBITDA diperkirakan lebih cepat ke depan yakni pada kuartal I-2025, karena gencar ekspansi bisnis e-commerce.

Analis Mandiri Sekuritas Adrian Joezer dan Ryan Aristo mengungkapkan, percepatan titik impas EBITDA karena memasukkan tingkat take rate di bisnis e-commerce yang lebih tinggi dan langkah-langkah pemotongan biaya, meskipun menurunkan estimasi gross transaction value (GTV).

Baca juga: GOTO Umumkan Transaksi Senilai Rp 583 Miliar

Sementara itu, tekanan jual mungkin terus membebani kenaikan harga saham GOTO, namun imbal hasil jangka panjang tetap menarik karena valuasi telah sesuai dengan kompetitor, Sea Ltd dan Grab. “Jalur progresif menuju profitabilitas akan menjadi katalis utama,” tulis Adrian dan Ryan dalam risetnya.

Advertisement

Kedua analis memperkirakan pertumbuhan GTV atau nilai transaksi bruto GOTO sebesar 23-31% pada 2023-2024 di tengah integrasi ekosistem dan pasar yang besar pada masyarakat kelas menengah ke atas. Sedangkan pertumbuhan GTV e-commerce diprediksi sebesar 12%.

Adapun harga saham telah menurun tajam sejak lock-up berakhir, dengan enterprise value (EV) mencapai rekor terendah US$ 3,3 miliar atau setara Rp 81 per saham.

Baca juga: Bos GOTO Borong Saham Perusahaan di Rp 2, dalam Rangka Ini

Meski demikian, menurut Adrian dan Ryan, GOTO lebih menarik bagi investor karena EV GOTO terdiskon dari gabungan EV Sea dan Grab sebesar US$ 39 miliar, yang diperkirakan 20-40% di antaranya berasal dari operasi mereka di Indonesia. GOTO pun lebih seksi karena memiliki keunggulan berupa ekosistem yang unik.

Kemudian, dalam rentang harga Rp 80-100 per saham, EV/penjualan bersih GOTO sebesar 3-4,2 kali atau 2,3-3,5 kali tidak termasuk PT Bank Jago Tbk (ARTO). Hal itu setara dengan kompetitor di global, termasuk Sea (2,3 kali) dan Grab (3,7 kali).

Pada EV/EBITDA, GOTO kini diperdagangkan pada 10,7 kali untuk perkiraan tahun 2026, sejajar dengan Sea atau Grab pada 9,8 kali/11 kali.

Baca juga: Laba Melesat 977%, Pertumbuhan Bank Jago (ARTO) kian Berkualitas

Adrian dan Ryan mengakui, saat ini persaingan kembali memanas, sementara mobilitas menjadi menguntungkan di tingkat EBITDA. Lanskap persaingan pengiriman makanan pun telah meningkat, terlebih ada Shopee Food.

Begitu juga, rata-rata kenaikan merchant fee Tokopedia sebesar 2,4-3% mulai 2 Januari 2023, bertepatan dengan Shopee yang rata-rata naik 3,2-3,9% sejak 1 Januari 2023. Adapun biaya baru di Shopee sebesar 60-70 bps di atas Tokopedia.

Baca juga: Lo Kheng Hong Ungkap Ilmu Saham Paling Tinggi

Seiring dengan kenaikan biaya pengiriman, analis memperkirakan tingkat penerimaan 3,8% untuk Tokopedia pada tahun 2023 dibanding 3,2% pada kuartal III-2022.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga baru Rp 230. Target harga ini turun, karena kami menyesuaikan kembali dengan perkembangan terbaru, sambil mempertimbangkan estimasi pendapatan yang lebih rendah,” sebut Adrian dan Ryan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com