Menu
Sign in
@ Contact
Search
Semen Indonesia. Foto: DOK BeritasatuPhoto

Semen Indonesia. Foto: DOK BeritasatuPhoto

Penjualan Semen Diprediksi Pulih di 2023, Bagaimana dengan Sahamnya?

Kamis, 19 Jan 2023 | 08:40 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Penjualan semen nasional berkontraksi sebesar 3,4%, seiring dengan agresifnya menaikkan harga jual semen sepanjang 2022. Meski demikian, kontraksi penjualan tersebut telah tercermin dalam pergerakan harga saham emiten semen pada 2022.

Baca juga: Cara Semen Indonesia (SMGR) supaya Lebih Kuat

Tim riset CGS CIMB Sekuritas menyebutkan bawah total penjualan semen nasional tahun 2022 sebanyak 65,2 juta ton atau turun 3,4%. Angka tersebut hanya merefleksikan 94% dari target. “Meski berkontraksi, kami meyakini bahwa penurunan tersebut sudah terefleksi dalam pergerakan harga saham emiten semen,” tulis CGS CIMB dalam risetnya.

Terkait penurunan volume penjualan semen di Jawa Tengah sebanyak 17,3 % menjadi 8,3 juta ton, kemungkinan dipengaruhi atas belum dicatatkannya penjualan Semen Grobogan, karena mulai beropasi pada awal 2022. Jika digabungkan dengan penjualan Semen Grobogan dengan estimasi 1 juta ton, penurunan penjualan semen nasional kemungkinan hanya 1,8% tahun lalu.

Advertisement

Baca juga: Kinerja Keuangan Emiten Semen Pulih 2023, Pilihan Teratas Semen Indonesia (SMGR)

Di sisi lain, penjualan semen curah mencapai 17,2 juta ton atau melesat 14,5%, dibandingkan penjualan semen kemasan dengan penurunan 8,7% menjadi 45,9 juta ton. Kenaikan penjualan semen curah didukung atas pulihnya pembangunan infrastruktur, perusahaan mix cement memilih memperbanyak penggunaan semen curah akibat harganya lebih murah.

Terkait penjualan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) disebut mengalami penurunan sebanyak 7,7% menjadi 29,6 juta ton pada 2022, dibandingkan dengan PT Indocemen Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dengan penurunan 6,6 % menjadi 15,5 juta ton. Sedangkan penjualan perusahaan semen kecil menunjukkan peningkatan dari 25,4% menjadi 28,5%.

Baca juga: Tuntas, 75% Saham Semen Baturaja Resmi Beralih ke Semen Indonesia 

“Tingginya penurunan volume penjualan SMGR dan INTP dipengaruhi atas lonjakan harga jual tahun lalu. Kenaikan tersebut menjadi peluang bagi perusahaan semen kecil,” sebut  CGS CIMB.

Memasuki tahun 2023, CGS CIMB Sekuritas menyebutkan, volume penjualan SMGR dan INTP diprediksi pulih dengan pertumbuhan berkisar 2-4%. Pendongkrak utama diprediksi datang dari penjualan semen curah, seiring dengan pesatnya pengembangan infrastruktur di dalam negeri, khususnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas mempertahankan overweight saham emiten semen dengan peluang peningkatan margin keuntungan. Hal ini diharapkan berdampak terhadap pertumbuhan kinerja keuangan solid.

CGS CIMB merekomendasikan add saham SMGR dengan target harga Rp 10.600. Saham SMGR ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk saham sektor ini. Sedangkan saham INTP direkomendasikan add dengan target harga Rp 11.600.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com