Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu lokasi tambang Adaro Energy

Salah satu lokasi tambang Adaro Energy

Adaro Energy Andalkan Produksi dan Efisiensi

Parluhutan Situmorang, Selasa, 19 Mei 2020 | 04:50 WIB

Ekspektasi terjaganya produksi batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar 54-58 juta ton di tengah pandemi Covid-19 menjadi faktor penahan penurunan kinerja keuangan perseroan tahun ini. Kinerja perseroan juga bakal didukung oleh diversifikasi usaha di luar segmen batu bara.

Danareksa Sekuritas memproyeksikan laba bersih Adaro Energy sebesar US$ 377 juta tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu yang sebesar US$ 404 juta. Pendapatan tahun ini juga diperkirakan mencapai US$ 3,04 miliardibandingkan tahun lalu yang sebesar US$ 3,45 miliar.

Adaro Energy menghadapi situasi yang menantang seiringpelemahan rata-rata harga jual batu bara dunia dan dampak pandemi Covid-19.

“Penurunan rata-rata harga minyak dunia juga ikut menekan harga jual batu bara,” tulis analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri dalam risetnya,baru-baru ini.

Meski demikian, Adaro Energy diyakini mampu mempertahankan volume produksi batu bara sebanyak54-58 juta ton sepanjang tahun ini. Volume produksi tersebut sejalan dengan target rasio pengupasan sebesar 4,3 kalidan perkiraan rata-rata hargajual batu bara New Castle sebesar US$ 70-75 per ton.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Foto: Perseroan.
PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Foto: Perseroan.

Perseroan juga diperkirakan mampu untuk menekan biaya penambangan lebih lanjut dan EBITDA operasional kemungkinan tetap terjaga pada kisaran US$ 900 juta hingga US$ 1,2 miliar. Berbagai faktor tersebut mendorong DanareksaSekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ADRO dengan target harga Rp 1.300.

Menurut Stefanus, target harga tersebut mempertimbangkan peningkatankontribusi pendapatan dari hasil diversifikasi usaha di luar segmen batu bara. Investasibisnis di bidang pembangkitlistrik diharapkan membantu perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan ke depan. Target itu mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 7,9 kali.

Mengenai kinerja kuartal I-2020, dia menegaskan bahwaitu sudah sesuai dengan harapan Danareksa dan melampaui konsensus analis. Adaro Energy mencatatkan produksi batu bara sebanyak 14,41 juta ton pada kuartal I-2020 atau naik 5% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 13,75 juta ton.

Sementara itu, perseroan membukukan EBITDA operasional senilai US$ 265 juta dan laba inti US$ 136 juta. “Kinerjakami pada kuartal I-2020 merupakanrefleksi keunggulan operasional aset batu bara yang utama dengan tercapainyavolume produksi yang tinggi di tengah kondisi pasar yang sulit,” kata Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Garibaldi Thohir dalam keterangan resmi.

Garibaldi menegaskan, di situasi yang penuh tantangan bagi ekonomi dan pasar batu bara global ini, perseroan senantiasa meningkatkan efisiensi,memastikan disiplin pengeluaran,dan menjaga posisikeuangan yang sehat. Sebab, pasar batu bara yang lemah semakin terpukul dengan adanya pandemi Covid-19 yang memicu penurunan aktivitas bisnis maupun industri.

Adapun kenaikan sebesar 5% untuk volume produksi batu bara perseroan disebabkan oleh kuatnya permintaan padaawal kuartal I-2020, walaupun pasar batu bara mengalami kondisi yang sulit.

Adaro Energy. Foto: Defrizal
Adaro Energy. Foto: Defrizal

Lebih lanjut Garibaldi mengungkapkan, pihaknya tetap bertahan di posisi yang baik untuk mengatasi tantangan jangka pendek ini dengan dukungan operasi dan posisi keuangan yang solid. “Model bisnis yang terintegrasi dan efisien telah terbukti sukses dalam menghadapi siklus batu bara dan pilar-pilar non-batu bara akan terus memberikan kontribusi yang stabil kepada Adaro Energy serta menjadipenyeimbang volatilitas batu bara,” tutur dia.

Adapun pendapatan usaha Adaro Energy pada kuartal-I 2020 mencapai US$ 750 juta atau turun 11% dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 846 juta. Penurunan harga jual rata-rata batu bara sebesar 17% menjadi penyebab turunnya pendapatan perseroan.

Sedangkan beban pokok pendapatan pada kuartal I-2020 turun 5% menjadi US$ 552 juta dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 581 juta. Efisiensi tersebut disebabkan penurunan nisbah kupas yang sejalan dengan panduan perusahaan.

Di sisi lain, untuk mengantisipasi kondisi yang sulit di pasar batu bara, Adaro telah menurunkan panduan untuk nisbah kupas tahunan menjadi 4,3 kali. Biaya kas batu bara per ton (tidak termasuk royalti) turun 12% sepanjang tahun berjalan karena kenaikan produksi, penurunan nisbah kupas, dan penurunan biaya bahan bakar secara year on year (yoy).

Hingga kuartal I-2020, Adaro telah menggunakan anggaran belanja modal bersih sebesar US$ 56 juta. Belanja modal digunakan untuk pembelian dan penggantian alat berat dan pengembangan Adaro Met- Coal Companies (AMC).

Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas pembiayaan pada kuartal-I 2020 mencapai US$ 223 juta, yang disebabkan kenaikan pembayaran dividen.

Perseroan membayarkan dividen interim pada 15 Januari 2020 sebesar US$ 150 juta. Sementara itu, total aset perseroan tercatat sebesar US$ 6,92 miliar hingga kuartal I-2020. Aset lancar naik 24% menjadi US$ 1,83 miliar, sedangkan aset non-lancar turun 8% menjadi US$ 5,09 miliar.

Perseroan berhasil mempertahankan saldo kas yang sehat pada akhir Maret 2020 yang tercatat sebesar US$ 1,25 miliar.

Menurut Garibaldi, di tengah pandemi Covid-19 yang menantang, perseroan berupaya untuk terus melindungi kesehatan dan keselamatan para karyawan untuk menjaga operasi yang aman dan andal.

“Hal ini merupakan tantangan yang tidak terduga bagi kita semua, dan saya menghargai upaya para karyawan sekalian yang telah menghadapi tantangan ini,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN