Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto: DAVID

Bank BRI. Foto: DAVID

Akselerasi Pertumbuhan BRI

Parluhutan Situmorang, Jumat, 31 Januari 2020 | 20:43 WIB

JAKARTA, investor.id- Pencapaian kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang 2019 sudah sesuai ekspektasi sejumlah analis. Sedangkan pertumbuhan tahun ini diharapkan lebih pesat ditopang oleh percepatan pertumbuhan kredit dan peningkatan margin perseroan.

BRI membukukan kenaikan laba bersih sebesar 6,15% menjadi Rp 34,41 triliun tahun 2019. Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang sebesar Rp 81,71 triliun, tumbuh 5,2% (yoy).

Kemudian, pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) tumbuh 20,1% (yoy) mencapai Rp 14,29 triliun. Dengan pertumbuhan FBI yang signifikan tersebut membuat rasio fee based terhadap total pendapatan sebesar 10%. Sedangkan faktor pendorong FBI berasal dari inovasi produk dan layanan, yaitu agen BRILink.

Manajemen BRI menyebutkan perlambatan pertumbuhan laba perseroan tahun lalu dipicu pelemahan hampir semua indikator, seperti pertumbuhan kredit industri hanya 6,08%, sementara perseroan mampu tumbuh 8,44% jauh di atas industri.

Analis Trimegah Sekuritas Rifina Rahisa dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, realisasi pertumbuhan laba bersih sudah sesuai dengan ekspektasi.

“Perolehan laba bersih tersebut setara dengan 97,5% dari target yang telah kami tetapkan. Sedangkan berdasarkan konsensus analis, perolehan tersebut setara dengan 99,1%,” tulisnya dalam riset, baru-baru ini.

Pihaknya juga mengungkapkan kewaran penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perseroan menjadi 6,7% pada kuartal IV-2019, dibandingkan kuartal III-2019 mencapai 7%. Penurunan tersebut dipengaruhi atas ketatatnya kompetisi bunga kredit di beberapa segmen.

“Kami berharap NIM dalam jangka menengah kembali meningkat didukung kredit ke segmen ultramikro dengan imbal hasil yang sangat tinggi,” terangnya.

Trimegah Sekuritas juga memberikan apresiasi terhadap BRI atas keberhasilannya mencetak pertumbuhan pendapatan berbasis komisi lebih tinggi, dibandingkan pendapatan bunga. Trimegah Sekuritas menyebutkan bahwa salah satu pendongkrak pertumbuhan fee base income berasal dari BRILink dan pertumbuhannya diharapkan terus berlanjut ke depan.

Terkait kinerja keuangan tahun ini, Trimegah Sekuritas menyebutkan, BRI diperkirakan lanjutkan pertumbuhan lebih cepat tahun ini. Ditargetkan laba bersih mencapai Rp 41,98 triliun dan PPOP diharapkan meningkat menjadi Rp 71,99 triliun sepanjang tahun ini.

Tercapainya kinerja keuangan BRI sesuai ekspektasi mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.400. Target tersebut juga mempertimbangkan kualitas aset perseoran yang baik dan ekspektasi berlanjutnya penurunan tingkat suku bunga perbankan.

Pandangan senada diungkapkan analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Lee Young Jun. Menurut dia, pencapaian laba bersih BRI sepanjang tahun 2019 setara dengan 99% dari target yang ditetapkan Mirae Asset Sekuritas dan konsesnsus analis.

“Melihat pencapaian tersebut, kami meyakini bahwa BRI akan kembali mencetak rekor perolehan laba bersih tahun ini. Hal ini didukung perbaikan fundamental perseroan,” tulisnya.

Mirae Asset Sekuritas juga memberikan penilain bahwa pertumbuhan kredit perseroan juga sudah sesuai harapan. Begitu juga dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya.

“Kami memperkirakan laba bersih perseroan akan lanjutkan pertumbuhan tahun ini dengan perkiraan dua digit. Pertumbuhan bakal didukung atas peningkatan pendapatan bunga,” terangnya.

Pencapaian kinerja keuangan sesuai target tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.400. Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkriaan PB tahun ini sekitar 2,8 kali.

Target tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih menjadi Rp 40,61 triliun tahun 2020, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 34,41 triliun.

Sebelumnya, Dirut BRI Sunarso mengatakan, sepanjang tahun lalu penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan berhasil menembus Rp 1.021,39 triliun, atau meningkat 8,17% dibandingkan dengan DPK tahun 2018 yang sebesar Rp 944,27 triliun.

Dari penghimpunan tersebut, dana murah (current account saving account/CASA) BRI mencapai 57,71% dari total DPK atau sebesar Rp 589,46 triliun.

"Tahun 2020 ini BRI akan fokus menggarap CASA untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana melalui transaction banking di perkotaan maupun melalui micro saving dan micro payment di segmen mikro melalui Agen BRILink," ungkap Sunarso.

Tahun ini, perseroan masih meningkatkan porsi dana murah melalui digitalisasi dan juga melalui agen BRILink. BRI juga bakal mengalokasikan dana untuk mendukung bisnis anorganik melalui aksi korporasi sebesar Rp 5 triliun, termasuk untuk penambahan modal perusahaan anak tahun ini.

Namun, tahun ini perseroan tidak berencana melakukan aksi korporasi seperti mengakuisisi perusahaan keuangan, karena sudah memiliki lembaga jasa keuangan yang lengkap dalam Grup BRI.

"Kami setiap tahun mencadangkan lebih dari Rp 5 triliun untuk corporate action seperti menambah modal perusahaan anak, dan kami belum ada rencana akuisisi tahun ini. Tapi untuk memperkuat perusahaan anak, menyehatkan, dan konsolidasi kami selalu cover," kata Sunarso.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo menambahkan, untuk pengembangan bisnis anorganik tahun ini belum ada rencana untuk membeli perusahaan lembaga keuangan, tapi akan menambah modal ke anak usaha yang membutuhkan suntikan modal tahun ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA