Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Lippo Karawaci Tbk. Foto: Perseroan.

PT Lippo Karawaci Tbk. Foto: Perseroan.

Analis: Kinerja LPKR Terus Membaik Tahun Ini

Rabu, 2 Juni 2021 | 11:20 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - PT CLSA Sekuritas Indonesia (CLSA) menaikkan proyeksi pendapatan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pada tahun 2021. CLSA pun memberikan rekomendasi buy terhadap saham LPKR.

Dalam publikasi riset terbarunya, analis CLSA Jonathan Mardjuki dan Wiranding Ng menyampaikan bahwa setelah penjualan kuartal I- 2021 yang positif, pengembang akan kembali memacu penjualannya setelah libur Lebaran.

Pada kuartal I-2021, LPKR membukukan pendapatan pra-penjualan atau marketing sales Rp 1,31 triliun, tumbuh 86% dibanding pada kuartal I-2020 sebesar Rp 704 miliar. LPKR juga meraih 37,45% dari target marketing sales tahun 2021 sebesar Rp 3,5 triliun.

"Diharapkan penjualan dapat semakin meningkat dan berkelanjutan pada tahun 2021," paparnya dalam riset, baru-baru ini.

CLSA juga meningkatkan proyeksi pendapatan LPKR pada tahun 2021 menjadi Rp 13,10 triliun dari estimasi sebelumnya Rp 12,70 triliun. Selain itu, LPKR juga diprediksi membukukan laba bersih Rp 197 miliar pada 2021, berbalik positif dari tahun 2020.

"Ada pertumbuhan pendapatan 9,5% yoy pada 2021 dari 2020 yang senilai Rp 11,96 triliun, dan LPKR dapat membukukan laba bersih," tulis riset.

Melihat berbagai kondisi keuangan tersebut, CLSA pun merekomendasikan buy terhadap saham LPKR dengan target harga Rp 215 pada 2021.

Senada, dalam publikasi hasil riset Mandiri Sekuritas tanggal 11 Mei 2021, tim analis menyebutkan bahwa proyeksi laba bersih Lippo Karawaci pada tahun 2021 akan mencapai Rp 913 miliar. Adapun secara valuasi, Price to Earning Ratio (PER) LPKR sebesar 15,8 kali dan Price to Book Value (P/BV) 0,5 kali.

Analis Mandiri Sekuritas Robin Sutanto menyebutkan pada tahun 2020 kinerja LPKR mengalami perbaikan pada kuartal IV-2020, dimana pendapatan mencapai Rp 3,4 triliun atau tumbuh 4% quarter on quarter (qoq). Hal tersebut didorong serah terima proyek-proyek properti yang terus berjalan dan moncernya bisnis kesehatan.

Pada tahun 2020, LPKR pun membukukan pendapatan Rp 11,96 triliun, turun 3% yoy dari Rp 12,32 triliun pada tahun 2019. Namun, pendapatan LPKR mencapai 93% proyeksi target Mandiri Sekuritas (Rp 12,93 triliun) dan 101% proyeksi konsensus analis (Rp 11,86 triliun).

CEO Lippo Karawaci John Riady (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
CEO Lippo Karawaci John Riady (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)

CEO LPKR John Riady mengatakan, meski dilanda pandemi Covid-19, tahun 2020 merupakan tahun baik bagi bisnis properti perseroan. Di mana, Lippo Karawaci membukukan lebih dari Rp 2,67 triliun pra penjualan, naik 45% yoy.

“Saya yakin di masa mendatang saat melihat balik ke hari ini, kami akan menunjuk tahun 2020 sebagai titik balik bisnis properti yang divalidasikan oleh suksesnya peluncuran unit di Lippo Village. Seluruh unit yang ditawarkan dalam acara peluncuran habis dalam kurun waktu beberapa jam,” katanya.

Pada lini recurring revenue, anak usaha PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menunjukkan pertumbuhan  Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

yang kuat yang didukung oleh perbaikan margin berkat bantuan dokter dan perawat yang berada di lini terdepan dalam mengatasi Covid-19.

"Walaupun bisnis recurring revenue kami yang lain mengalami dampak buruk akibat dari pandemi Covid-19, kami sudah mulai bisa melihat pemulihan bisnis serta kehidupan yang mendekati normal,” ungkap John.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN