Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebun Sawit. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Kebun Sawit. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Astra Agro Berharap di 2020

Parluhutan Situmorang, Selasa, 8 Oktober 2019 | 23:08 WIB

JAKARTA, investor.id - Tren penurunan kinerja keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) diproyeksikan tetap berlanjut hingga akhir tahun ini. Hal tersebut dipengaruhi atas belum pulihnya volume produksi dan harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Sedangkan kinerja keuangan perseroan tahun 2020 diharapkan mulai berbalik arah menjadi positif.

Danareksa Sekuritas mengubah sejumlah asumsi perkiraan minyak sawit hingga akhir 2019 dan 2020. Perkiraan rata-rata harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Astra Agro tahun ini direvisi turun dari Rp 8.483 per kilo gram menjadi Rp 6.611 per kg.

Sedangkan target harga jual CPO perseroan tahun 2020 dipangkas 13,4% dari Rp 8.483 per kg menjadi Rp 7.346 per kg. Meski perkiraan harga tersebut masih lebih tinggi, dibandingkan proyeksi tahun 2019.

“Kami memilih untuk memangkas target rata-rata harga jual CPO tahun 2019 dan 2020 didasarkan perkembangan pasar saat ini. Pemangkasan tersebut berimbas terhadap revisi turun target kinerja keuangan Astra Agro tahun 2019 dan 2020,” jelas analis Danareksa Sekuritas Andreas Kenny dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Selain faktor tersebut, Danareksa Sekuritas menyebutkan, revisi turun kinerja keuangan dipengaruhi atas pemangkasan target volume produksi tandan buah segar (TBS) kebun inti Astra Agro direvisi turun sekitar 5% tahun 2019 dan 2020. Volume produksi TBS perseroan diperkirakan hanya mencapai 5,46 juta ton tahun ini dan diperkirakan naik menjadi 5,57 juta ton pada 2020.

Produk CPO
Produk CPO.Foto ilustrasi: dok.Investor Daily

Volume produksi CPO perseroan diperkirakan mencapai 1,84 juta ton tahun ini dan diharapkan naik menjadi 1,88 juta ton pada 2020. Kondisi tersebut mendorong Danareksa Sekurtias untuk merevisi turun target kinerja keaungan Astra Agro tahun 2019 dan 2020.

Pendapatan Astra Agro tahun 2019 dipangkas dari perkiraan Rp 20,48 triliun menjadi Rp 18,62 triliun. Sedangkan ekspektasi laba bersih direvisi turun hingga 76,4% dari Rp 1,86 triliun menjadi Rp 440,5 miliar.

Sedangkan pendapatan dan laba bersih perseroan tahun 2020 diproyeksikan tumbuh masing-masing Rp 21,02 triliun dan Rp 1,20 triliun. Begitu juga dengan proyeksi kinerja keuangan tahun 2021 diharapkan bertumbuh dengan perkiraan pendapatan senilai Rp 21,70 triliun dan laba bersih mencapai Rp 1,51 triliun.

Meski kinerja keuangan direvisi turun, Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa saham AALI masih layak untuk dikoleksi dalam jangka panjang. Pihaknya mempertahankan beli saham AALI dengan target harga direvisi turun dari Rp 16.500 menjadi Rp 13.000. Target harga tersebut merefleksikan tata kelola perusahaan yang baik dan peluang mulai pulihnya CPO tahun depan.

Sebelumnya, Samuel Sekuritas dalam riset beberapa bulan lalu menyebutkan bahwa peningkatan suplai minyak nabati dunia bersamaan berlanjutnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berpeluang memicu penurunan rata-rata harga jual CPO tahun ini. Kondisi tersebut bisa berimbas negatif terhadap kinerja keuangan Astra Agro .

Sedangkan kebijakan pemerintah untuk menerapkan program B30 mulai tahun depan menjadi sentimen positif terhadap permintaan CPO dalam jangka panjang. B30 merupakan bahan bakar diesel jenis baru yang isinya pencampuran 70% solar dan 30% biodiesel. Pada Agustus 2018, pemerintah sudah menerapkan penggunaan B20. Faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merevisi turun target kinerja keuangan Astra Agro tahun 2019.

Proyeksi laba bersih dipangkas sebesar 25% menjadi Rp 1,2 triliun, dibandingkan perkiraan semula. Penjualan perseroan juga diperkirakan turun menjadi Rp 18,26 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 19,08 triliun. Samuel Sekuritas memangkas turun target rata-rata harga jual CPO menjadi sekitar MYR 2.300 per ton, dibandingkan perkiraan semula mencapai MYR 2.550 per ton. Sedangkan rata-rata harga jual CPO sejak awal tahun hingga baru berada di level MYR 2.160 dan diharapkan hanya naik tipis menjadi sekitar MYR 2.450 pada semester II-2019.

Revisi turun rata-rata harga jual CPO, ungkap dia, dipengaruhi atas peningkatan produksi kedelai dari Argentina dalam beberapa bulan mendatang. Belum rampungnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tionkok juga ikut memicu rendahnya penyerapan CPO global sepanjang tahun ini.

Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

“Hanya saja, penurunan harga CPO ini diharapkan bersifat jangka pendek. Kami tetap memberikan pandangan positif terhada sektor CPO dalam jangka panjang. Kami percaya inplementasi B30 di Indonesia pada 2020 akan mendongkrak permintaan, sehingga diharapkan berdampak terhadap kenaikan harga jual,” tulis Samuel.

Saat ini, pemerintah sedang melaksanakan uji jalan B30 dengan menggunakan sejumlah kendaraan. Hal ini dilakukan sebelum menerapkan aturan tersebut mulai tahun 2020. Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas merevisi turun harga saham AALI dari Rp 15.000 menjadi Rp 12.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut juga merefleksikan PE tahun 2019 sekitar 21,1 kali, usia tanaman kelapa sawit perseroan sudah berumur 21 tahun, dan faktor cuaca.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang penurunan pendapatan Astra Agro menjadi Rp 19,08 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 19,08 triliun. Koreksi tersebut berpotensi menekan laba bersih dari Rp 1,52 triliun menjadi Rp 1,20 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA