Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Selah satu kegiatan di pabrik Astra International. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Selah satu kegiatan di pabrik Astra International. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Astra International Tunjukkan Tren Peningkatan Penjualan Mobil

Jumat, 27 November 2020 | 04:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Astra International Tbk (ASII) menunjukkan tren peningkatan volume penjualan mobil dalam beberapa bulan terakhir yang diharapkan berlanjut hingga tahun depan. Pertumbuhan tersebut diharapkan menjadikan pangsa pasar (market share) penjualan mobil perseroan mencapai 53% hingga akhir tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan,penjualan mobilnasional menunjukkan trenpeningkatan pada Oktober 2020 dengan pertumbuhan volume penjualan wholesales sebesar 1% menjadi 49.043 unit dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan pertumbuhan penjualan ritel mencapai 6,4% menjadi 46.119 unit.

“Meski demikian, volume penjualan mobil secara nasional tersebut masih di bawah perkiraan kami atau baru mencapai 70% dari total target penjualan sepanjang tahun ini. Namun, peningkatan volume bulanan tersebut menjadi sentimen positif terhadap sektor ini,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Peningkatan volume penjualan mobil pada bulanlalu dipicu adanya kepastian penolakan insentif penjualan mobil baru yang sebelumnya ditunggu masyarakat. Faktor lainnya adalah pelonggaran kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta sejak awal bulan lalu.

Meski demikian, realisasi penjualan mobil oleh Astra International pada Januari-Oktober2020 baru merefleksikan70% dari target tahun ini.

Kegiatan di pabrik Astra International. Foto: DAVID
Kegiatan di pabrik Astra International. Foto: DAVID

Begitu juga dengan Astra International yang menunjukkan peningkatan volume penjualan mobil secara wholesales sebesar 2,4% pada Oktober, sehingga pangsa pasar penjualan mobil perseroan tumbuh menjadi 53,9%. Meski volume penjualan tren naik dalam beberapa bulan terakhir, total penjualan mobil perseroan hingga Oktober 2020 masih turun signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu.

Terkait pangsa pasar penjualan mobil Astra International, Stefanus memperkirakan sebesar53% sampai akhir tahun ini, yang didukung oleh agresifnya peluncuran mobil baru maupun facelift kendaraan di segmen paling diminati pada semester II tahun ini.

Hingga Oktober 2020, pangsa pasar penjualan mobil perseroan turun tipis menjadi 51,9% dibandingkan periode sama tahun lalu 52,6%. Namun, pangsa pasar pers- eroan pada Oktober 2020 naik menjadi 53,9%.

Meski penjualan mobil naik secara gradual setelah sejumlah wilayah memperlonggar PSBB, menurut dia, Gaikindo justru memangkas target penjualan mobil nasional menjadi 525.000 unit tahun ini dibandingkan perkiraan semula 600 ribu unit.

Pemangkasan seiring rendahnya realisasi hingga Oktober 2020 sebanyak 421.089 unit.

Salah satu aktivitas di pabrik Astra International. Foto ilustrasi: DEFRIZAL
Salah satu aktivitas di pabrik Astra International. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

“Kami memperkirakan penjualan mobil akan kembalinaik tahun depan dengan target pertumbuhan 30%. Peningkatan tersebut ditopang oleh ekspektasi mulai pulihnya perekonomian nasional,” jelas Stefanus.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 6.700. Rekomendasi ini menggambarkan ekspektasi berlanjutnya pemulihan permintaan mobil hingga tahun depan, seiring dengan perkiraan peningkatan harga komoditas.

Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi pulihnya penjualan mobil nasional pada 2021. Target tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PE ASII sebesar 15,5 kali. Target harga itu pun menggambarkan proyeksi penurunan laba bersih perseroan sebesar Rp 16,17 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak Rp 21,70 triliun. Pendapatan juga diperkirakan turun dari Rp 237,16 triliun menjadi Rp 188,66 triliun tahun ini.

Sedangkan pendapatan dan laba bersih perseroan tahun 2021 diperkirakan mulai pulih masing-masing Rp 214,71 triliun dan Rp 17,55 triliun.

Salah satu aktivitas di pabrik Astra International. Foto: dok.
Salah satu aktivitas di pabrik Astra International. Foto: dok.

Sementara itu, analis Trimegah Sekuritas Hasbie dan Willinoy Sitorus merevisi naik target kinerja keuangan Astra International hingga akhir tahun ini. Peningkatan tersebut didorong oleh pencapaian kinerja keuangan perseroan hingga September 2020 dan ekspektasi terus membaiknya seluruh bisnis perseroan hingga akhir tahun ini.

“Kami memilih menaikkan target laba bersih perseroan tahun ini di luar keuntungan divestasi saham Bank Permata. Peningkatan target berdasarkan ekspektasi kinerja bisnis keuangan dan otomotif akan lebih baik dibandingkan perkiraan semula,” tulis Hasbie dan Willinoy dalam risetnya.

Adapun target laba bersih perseroan tahun ini direvisi naik dari Rp 16,29 triliun menjadi Rp 17,27 triliun. Sedangkan perkiraan pendapatan perseroan direvisi naik dari Rp 171,41 triliun menjadi Rp 173,32 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih perseroan tahun 2021 direvisi naik dari Rp 15,17 triliun menjadi Rp 17,19 triliun. Perkiraan pendapatan juga direvisi naik dari Rp 194,16 triliun menjadi Rp 199,89 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN