Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Wika Beton

Wika Beton

SAHAM WTON LAYAK DIKOLEKSI

Berlanjutnya Tren Pertumbuhan Kinerja Wika Beton

Parluhutan Situmorang, Rabu, 16 Oktober 2019 | 07:28 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) diproyeksikan tetap tren bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan didukung atas ekspektasi berlanjutnya kenaikan permintaan beton pracetak (precast), dukungan induk usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan peningkatan kontrak baru sejalan dengan peningkatan pembangunan jaringan infrastruktur nasional.

Berbagai faktor tersebut mendorong sejumlah sekuritas untuk mempertahankan tren pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam tiga tahun ke depan. Bahkan, sejumlah perusahaan sekuritas tersebut juga mempertahankan rekomendasi beli untuk saham WTON.

Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham WTON dengan target harga Rp 1.000. Target harga tersebut didasarkan perkiraan kenaikan laba bersih Wika Beton menjadi Rp 509 miliar tahun ini, dibandingkan perolehan tahun 2018 senilai Rp 486 miliar. Pendapatan juga diharapkan meningkat dari Rp 6,93 triliun menjadi Rp 7,67 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih tahun 2020 diperkirakan naik masing-masing menjadi Rp 8,44 triliun dan Rp 554 miliar.

Begitu juga Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham WTON dengan target harga Rp 680 per saham. Target harga tersebut mengimplikasikan proyeksi PE tahun 2020 sekitar 10,1 kali. Target itu merefleksikan estimasi pertumbuhan laba bersih perseroan menjadi Rp 520 miliar tahun ini dan kembali naik menjadi Rp 596 miliar pada 2020, dibandingkan realisasi tahun 2018 senilai Rp 486 miliar. Pendapatan juga diharapkan tumbuh menjadi Rp 7,66 triliun tahun ini dan menjadi Rp 8,77 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun 2018 Rp 6,93 triliun.

Pandangan positif juga datang dari UOB Kay Hian Sekuritas dengan mempertahankan rekomendasi beli saham WTON. Bahkan, target harganya direvisi naik dari Rp 600 menjadi Rp 700. Target harga tersebut menggambarkan perkiraan PE tahun ini sekitar 10,8 kali, dibandingkan harga saham WTON saat ini berada di level 8,3 kali.

Analis UOB Kay Hian Sekuritas Arandi Ariantara mengatakan, Wika Beton optimistis mampu untuk merealisasikan kontrak baru senilai Rp 9 triliun sampai akhir 2019. Hal ini terungkap dari pertemuan manajemen perseroan dengan sejumlah analis dan dari berbagai kontrak yang sedang diikuti perseroan. Dalam pertemuan tersebut disebutkan bahwa perseroan optimistis meraup kontrak baru senilai Rp 5,1 triliun pada semester II-2019.

Sejumlah kontrak baru yang kemungkinan dimenangkan perseroan didasarkan informasi manajemen, yaitu pembangunan Harbour Road II milik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berkisar Rp 900 miliar, proyek tol Semarang-Demak sebesar Rp 300 miliar, Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan Rp 300-400 miliar, dan smelter grade alumina (SGA) plant Rp 250 miliar.

Sebagaiman diketahui induk usahanya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bersama dengan PT PP (persero) Tbk (PTPP) telah resmi ditunjuk sebagai kontraktor utama pembangunan ruas tol Semarang-Demak sebesar Rp 15,3 triliun. Perseroan juga telah resmi ditunjuk menjadi kontraktor pembangunan ruas tol Wiyoto Wiyono Harbour Road II Tanjung Priuk-Pulit dengan nilai kontrak di atas Rp 5 triliun.

Berbagai faktor tersebut ditambah rasio utang perseroan yang rendah memperkuat sikap optimistis terhadap berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan Wika Beton ke depan. UOB Kay Hian Sekuritas memperkirakan pertumbuhan berlanjut kinerja keuangan Wika Beton ke depan. Laba bersih perseroan diperkirakan naik menjadi Rp 571 miliar tahun 2019, menjadi Rp 665 miliar pada 2020, dan menjadi Rp 685 miliar pada 2021, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 486 miliar.

Sedangkan pendapatan juga diproyeksikan lanjutkan pertumbuhan untuk tiga tahun mendatang dengan perkiraan pendapatan senilai Rp 7,97 triliun pada 2019, mencapai Rp 8,61 triliun pada 2020, dan senilai Rp 8,89 triliun pada 2021, dibandingkan realisasi tahun 2018 mencapai Rp 6,93 triliun.

Produk Canggih

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael mengatakan, Wika Beton memiliki kekuatan untuk terus bertumbuh didukung tren peningkatan anggaran infrastruktur pemerintah. Pertumbuhan juga ditopang atas keunggulan produk beton jadi (precast) perseroan yang dinilai paling canggih bersamaan dengan penyebaran pabrik ke berbagai daerah.

Menurut dia, permintaan precast diproyeksikan tetap bertumbuh hingga 2020 didukung peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur Indonesia. Permintaan akan tertuju pada precast canggih dengan memanfaatkan teknologi tinggi. Sedangkan produsen precast yang memiliki fasilitas yang tersebar di

Berdasarkan data terungkap bahwa anggaran Kementerian PUPR, baik perumahan, jalan dan jembatan, sumber daya air, dan sebagainya, meningkat dari Rp 103,2 triliun pada 2018 menjadi Rp 111,8 triliun tahun ini. Sedangkan draft anggaran tahun depan mencapai Rp 120,2 triliun. Begitu juga dengan anggaran Kementerian Perhubungan diperkirakan mencapai Rp 41,4 triliun tahun ini dan diharapkan naik menjadi Rp 42,7 triliun tahun depan.

Terbukanya peluang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, menurut dia, didukung atas target penyelesaian 15 ruas tol periode 2020-2024. Proyek tol tersebut telah masuk sebagai program prioritas pemerintah. Pemerintah juga gencar membangun bedungan, jembatan, dan jalan umum lainnya untuk memperkuat jaringan infrastruktur negara. Hal ini tentu akan berimbas positif dalam jangka panjang bagi perseroan.

Wika Beton juga telah memiliki penyebaran pabrik precast di berbagai daerah. Menurut dia, kondisi tersebut akan menguntungkan perseroan, karena sebagian besar proyek besar ditawarkan di luar pulau Jawa. Kini, perseroan memiliki 14 fasilitas pabrik precast ditambah satu pabrik mobile yang tersebar di berbagai daerah dengan tujuh area penjualan. Sedangkan kapasitas terpasang pabrik perseroan mencapai 3,7 juta ton per tahun.

Berbagai faktor tersebut diharapkan menopang pertumbuhan kontrak baru dan kinerja keuangan perseroan ke depan. Mirae Asset Sekuritas memperkirakan kontrak baru tahun ini menjadi Rp 9,1 triliun dan diharapkan tumbuh menjadi Rp 11,5 triliun pada 2020.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Ocktaviani mengatakan, perseroan optimistis terhadap perolehan kontrak baru tahun ini senilai Rp 9,1 triliun. Sedangkan realisasi hingga Agustus 2019 baru mencapai Rp 4,37 triliun atau setara dengan 47% dari total target manajemen tahun ini. “Kami memperkirakan target kontrak baru tahun ini hanya tercapai sekitar 90-95% dari target yang ditetapkan manajemen,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Dia menambahkan, Wika Beton diuntungkan atas keberadaan induk usaha dalam rangka sinergitas, karena dalam tiga tahun terakhir pencapaian kontrak baru perseroan tumbuh hingga melampaui estimasi. Berdasarkan data perolehan kontrak baru tahun 2016 senilai Rp 6 triliun, tahun 2017 naik menjadi Rp 7,2 triliun, tahun 2018 kembali naik menjadi Rp 7,7 triliun.

Samuel Sekuritas juga memberikan pandangan positif terkai rencana perseroan untuk melepas saham treasury sebanyak 377,15 juta saham. Menurut dia, perseroan berpeluang meraup dana sebesar Rp 204,4 miliar dari pelepasan saham tersebut. Hal ini bisa berimbas positif terhadap harga saham perseroan ke depan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA