Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BSD City. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

BSD City. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

BSD Bertumbuh Sesuai Harapan

Parluhutan Situmorang, Senin, 2 Desember 2019 | 07:50 WIB

JAKARTA, investor.id - Realisasi laba inti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) hingga September 2019 sudah sesuai ekspektasi konsensus analis. Namun demikian, penurunan pengakuan pendapatan dari segmen pembangunan properti bisa menjadi sentiment negatif bagi perseroan ke depan.

Hingga September 2019, perseroan membukukan peningkatan laba bersih menjadi Rp 2,31 triliun, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,05 triliun. Sedangkan laba inti hanya tumbuh 45% dari Rp 990 miliar menjadi Rp 1,43 triliun. Pendapatan naik 9% dari Rp 4,78 triliun menjadi Rp 5,23 triliun.

“Realisasi laba inti tersebut sudah sesuai estimasi kami atau 60% dari target kami. Sedangkan perolehan laba bersih sudah melampaui perkiraan kami atau setara dengan 106% dari target yang kami tetapkan dan setara dengan 107% dari perkiraan konsensus analis,” tulis analis Danareksa Sekuritas Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa perseroan menunjukkan penurunan pendapatan dari segmen pembangunan properti (development revenues) sebesar 4% menjadi Rp 1,2 triliun pada kuartal III-2019. Begitu juga dengan pendapatan berulang hanya cenderung stagnan dengan kontribusi sekitar 20% terhadap pendapatan. Pertumbuhan pendapatan disumbangkan segmen pendapatan investasi properti menjadi Rp 394 miliar pada kuartal III-2019.

Selain menyoroti penurunan pendapatan pengembangan properti, dia mengatakan, BSD menunjukkan penurunan margin kotor (gross margin) pembangunan properti menjadi 67% pada kuartal III-2019, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai 76%. Hal ini dipicu atas penurunan gross margin penjualan rumah tapak dari 78% menjadi 65% pada kuartal III-2019.

“Meski demikian, kami masih yakin margin kotor perseroan akan kembali pulih, seiring dengan peningkatan marketing sales dari penjualan ruko sepanjang tahun lalu hingga kuarta III tahun ini. Peningkatan tersebut diharapkan mengimbangi penurunan penjualan lahan,” terangnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan target kenaikan laba bersih menjadi Rp 2,17 triliun pada 2019 dan senilai Rp 2,20 triliun pada 2020, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai Rp 1,29 triliun. Pendapatan juga diperkirakan naik menjadi Rp 7,48 triliun pada 2019 dan Rp 7,40 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 6,62 triliun.

Danareksa Sekuritas juga mempertahankan beli saham BSDE dengan target harga direvisi turun dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.600. Penurunan target harga tersebut mempertimbangkan diskon harga terhadap perkiraan nilai aset bersih (RNAV) menjadi sekitar 54%.

Sebelumnya, Direktur BSD Hermawan Wijaya mengatakan, BSD membukukan penjualan unit property (marketing sales) senilai Rp 5,3 triliun hingga kuartal III-2019. Pencapaian tersebut setara dengan 85% dari total target marketing sales perseroan tahun ini senilai Rp 6,2 triliun.

Perseroan berhasil mendongkrak marketing sales pada kuartal III-2019 didorong gencarnya peluncuran produk-produk baru. Hal ini berbeda dengan kinerja perseroan pada paruh pertama yang ditopang oleh penjualan lahan.

“Pada kuartal pertama, kami juga menjual lahan melalui perusahaan patungan PT Sahabat Kota Wisata senilai Rp 287 miliar untuk pengembangan pusat perbelanjaan di kawasan Cibubur, Jawa Barat. Namun, pada kuartal ketiga ini, kami sudah lebih banyak meluncurkan produk-produk baru,” paparnya.

Hingga September 2019, penjualan produk komersial menjadi penyumbang utama marketing sales BSD dengan kontribusi Rp 2,6 triliun atau setara dengan 50%. Marketing Sales ini terdiri dari penjualan lahan komersial di BSD City senilai Rp 844 miliar, penjualan apartemen Rp 896 miliar, serta Rp 854 miliar dari penjualan ruko. Sedangkan penjualan residensial sebesar Rp 2,4 triliun atau menyumbang hingga 45% dari total marketing sales perseroan hingga kuartal III-2019.

Penjualan ini berasal dari proyek yang telah berjalan, seperti klaster Mozia, Savia, Greenwich, Vanya Park, FleekHauz, Nava Park dan Zora di BSD City serta dari Taman Banjar Wijaya dan Grand City Balikpapan.

BSD, ungkap dia, terus melanjutkan pengembangan proyek yang telah berjalan di Jabodetabek, meskipun terdapat wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia ke Kalimantan Timur. Perseroan mengandalkan kas internal serta penggalangan dana di pasar modal untuk membiayai ekspansi.

Menurut dia, kawasan Jakarta dan sekitarnya masih menjadi pusat bisnis di Tanah Air, mengingat pemilihan Ibu Kota yang baru dimaksudkan untuk memindahkan pusat pemerintahan Indonesia.

Saat ini, perseroan memiliki cadangan lahan terbesar di Tangerang, yaitu kawasan BSD City yang merupakan Kota Mandiri dengan konsep layanan terintegrasi dan ramah lingkungan. Luas lahan untuk dikembangkan di kawasan BSD City mencapai 2.172 hektare (ha).

“Kami terus berkomitmen melanjutkan pengembangan kawasan BSD City sebagai Kota Mandiri dengan konsep Smart City yang menghadirkan pelayanan terintegrasi dan ramah lingkungan,” jelas Hermawan.

Dia menegaskan, dalam pengembangan konsep Smart City, BSD tak hanya mengutamakan teknologi, tetapi juga mengedepankan tiga hal yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Secara lingkungan, perusahaan menginginkan lingkungan BSD City tetap hijau. Sedangkan secara sosial, BSD berupaya untuk membuat penghuni BSD City merasa aman, nyaman dan senang melalui berbagai fasilitas pendukung.

Sementara itu, dari aspek ekonomi, BSD juga mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan sekolah, baik pendidikan formal maupun informal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA