Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kantor cabang Bank BTN.  Investor Daily/David Gita Roza

Salah satu kantor cabang Bank BTN. Investor Daily/David Gita Roza

BTN Bisa Tumbuh Lebih Pesat

Rabu, 5 Mei 2021 | 04:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Penurunan tingkat suku bunga perbankan yang berdampak pada penurunan biaya dana (cost of fund/CoF) bakal membuat pertumbuhan kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) cenderung lebih pesat tahun ini. Kinerja perseroan juga akan didukung oleh pemulihan ekonomi nasional.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, BTN menjadi satu dari beberapa bank yang paling diuntungkan dari penurunan tingkat suku bunga pinjaman bersamaan dengan likuiditas dana yang melimpah.

Dampak positifnya ditunjukkan oleh peningkatan marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) perseroan menjadi 3,3% pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal I-2020 yang sebesar 3,1% dan kuartal IV-2020 yang mencapai 2,7%.

“Sepanjang tahun ini, NIM perseroan memang hanya diproyeksikan sebesar 3,1%, seiring dengan peningkatan CoF dibandingkan pencapaian pada kuartal I-2021. Meski demikian, angka tersebut tetap menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dibandingkan realisasi tahun 2020,” tulis Eka dalam risetnya.

Nasabah sedang menunggu antrian di teller Bank BTN di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan
Nasabah sedang menunggu antrian di teller Bank BTN di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan

Tren pertumbuhan kinerja keuangan BTN juga akan ditopang oleh pertumbuhan kredit. Tren ini sudah mulai terlihat sepanjang kuartal I tahun ini dengan pertumbuhan kredit mencapai 3,2% dengan dominasi pertumbuhan kredit bersubsidi mencapai 9%.

Mengenai prospek kinerja keuangan hingga akhir tahun ini, Eka menyebutkan bahwa BTN masih memiliki ruang untuk menekan biaya dana di tengah kondisi tingkat suku bunga rendah dan besarnya likuiditas dana perbankan. Perseroan akan terus menekan bunga simpanan eksklusif agar lebih rendah, seperti Tabungan Batara Prima.

“Kami memperkirakan perseroan memiliki ruang untuk memangkas biaya dana, sehingga levelnya bisa diturunkan sebesar 50 bps menjadi 4,8% tahun ini. Dengan demikian, laba bersih perseroan bisa tumbuh menjadi Rp 1,8 triliun tahun ini,” jelas dia.

Bank BTN tengah menggodok skema kredit pemilikan rumah (KPR) untuk mendukung program Tapera
Bank BTN tengah menggodok skema kredit pemilikan rumah (KPR) untuk mendukung program Tapera

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN, tapi dengan target harga direvisi turun dari Rp 2.400 menjadi Rp 2.200.

Revisi turun tersebut menggambarkan perubahan asumsi CoE menjadi 9,8%, ROAE sekitar 10,3%, dan pertumbuhuan jangka panjang sekitar 3%. Target tersebut merefleksikan perkiraan PBV tahun ini sekitar 1,1 kali.

Adapun laba bersih BTN tahun ini diperkirakan mencapai Rp 1,82 triliun, naik dibandingkan tahun lalu Rp 1,6 triliun. Laba operasional sebelum provisi (PPOP) perseroan juga diproyeksi bertumbuh dari Rp 4,59 triliun menjadi Rp 5,77 triliun.

Lampaui Ekspektasi

Menurut Eka, realisasi keuntungan BTN pada kuartal I-2021 telah melampaui ekspektasi. Tingginya perolehan tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit 8,3%, peningkatan NIM, penurunan biaya dana, dan biaya kredit. BTN berhasil mencetak peningkatan laba bersih sebesar 36,75% dari Rp 457 miliar pada kuartal I-2020 menjadi Rp 625 miliar pada kuartal I-2021. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan dari Rp 2,14 triliun menjad Rp 2,77 triliun.

Harga saham BBTN dalam satu dekade terakhir, prospek BBTN, dan kinerja keuangan Bank BTN
Harga saham BBTN dalam satu dekade terakhir, prospek BBTN, dan kinerja keuangan Bank BTN

Pandangan positif juga disampaikan oleh analis Sinarmas Sekuritas Jessen Soekamto. Menurut dia, BTN berhasil menekan biaya dana setelah dilakukan pemangkasan bunga simpanan, sehingga CoF bisa ditekan hingga 110 bps pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal akhir tahun lalu.

Penurunan biaya kredit tersebut memperkuat keyakinan bahwa NIM perseroan bisa mencapai 3,5-3,7% hingga akhir tahun ini dibandingkan pencapaian tahun 2020 sekitar 3,1%.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.240. Target harga tersebut mempertimbangkan realisasi kinerja keuangan perseroan sepanjang kuartal I-2021 yang sesuai harapan.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi lonjakan laba bersih BTN menjadi Rp 2,24 triliun tahun ini dibandingkan perolehan tahun 2020 sebanyak Rp 1,6 triliun.

Begitu juga dengan laba operasional sebelum provisi diperkirakan tumbuh dari Rp 4,58 triliun menjadi Rp 6,82 triliun. Pendapatan bunga bersih diproyeksi tumbuh dari Rp 8,91 triliun menjadi Rp 11,06 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN