Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek infrastruktur.

Proyek infrastruktur.

BUMN Karya Jadi Perhatian Menkeu dan Menteri BUMN, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Kamis, 18 Februari 2021 | 07:15 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan perhatian serius kepada BUMN-BUMN karya yang mengalami tekanan setelah melakukan ekspansi besar-besaran di jalan tol. Lalu, bagaimana kondisi BUMN karya yang yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Seperti apa prospek sahamnya?

Sejumlah analis yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, Rabu (17/2), mengatakan, kinerja BUMN karya (konstruksi dan infrastruktur) masih prospektif. Harga sahamnya pun masih cerah karena terdorong oleh munculnya berbagai sentimen positif di dalam negeri.

Equity Analyst PT Philip Sekuritas Indonesia, Anugerah Zamzami Nasr mengungkapkan, BUMN karya tahun ini diekspektasikan memiliki kontrak baru lebih tinggi. Apalagi pemerintah telah membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

Lembaga yang kerap disebut sovereign wealth fund (SWF) itu bisa menjadi alternatif pendanaan BUMN karya yang neraca keuangannya sudah ketat. “Sentimen lainnya, seiring pemulihan ekonomi, rencana proyek-proyek baru BUMN karya diharapkan tidak mengalami penundaan,” ujar dia.

Zamzami menambahkan, potensi BUMN karya mendapatkan proyek pemerintah cukup besar, sebab kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki cukup bagus, baik dari segi keuangan maupun kemampuan teknik (engineering).

Saham BUMN karya yang bisa dicermati investor, menurut dia, antara lain WSKT dengan target price (TP) konsensus Rp 1.645. "Waskita Karya paling terdampak oleh SWF, sebab neracanya ketat dan portofolio cukup banyak," tutur dia.

Dia menambahkan, investor juga bisa mencermati saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dengan TP konsensus Rp 1.915. "Neraca PP lebih baik di antara peers dan pencapaian kontraknya cukup baik pada 2020 di antara peers,” ucap dia.

Analis Sucor Sekuritas, Hendriko Gani memperkirakan kinerja BUMN karya tahun ini masih positif seiring pembentukan SWF yang berpotensi menurunkan tingkat gearing ratio emiten-emiten karya. Investor bisa mencermati saham PTPP dengan TP Rp 3.000 dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan TP Rp 2.900.

"Potensi kontrak yang dapat dikerjakan emiten BUMN karya pun masih besar seiring meningkatnya budget pemerintah untuk infrastruktur tahun ini," tandas dia.

Jangka Menengah

Analis Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas juga mengakui, prospek BUMN karya masih bagus untuk dikoleksi dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Investor berpeluang memetik profit apabila berinvestasi pada saham-saham tersebut. “Terbentuknya SWF akan menjadi sentimen positif untuk mendorong kinerja sahamnya nanti,” kata dia.

Dia menganjurkan investor mencermati saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PTPP, WSKT, dan WIKA. Saham-saham tersebut diperkirakan tumbuh minimal 20% dan direkomendasikan untuk strategi jangka pendek sambil menunggu sinyal buy kembali.

“Investor juga boleh menggunakan buy on weakness pada level yang dianggap support penting. Investor pun bisa pasang target dengan valuasi sampai price to book value (PBV) 1,5-2 kali,” tutur dia.

Menurut analis PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), William Hartanto, meski sempat menguat akibat sentimen pembentukan SWF, saham-saham konstruksi dan infrastruktur kini tertekan akibat aksi profit taking.

“Meski begitu, laporan keuangan, perolehan kontrak, dan kabar lainnya yang berhubungan dengan kinerja dapat menjadi sentimen positif yang mengangkat kinerja saham konstruksi dan infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan ekspektasi SWF,” papar dia.

Bagi investor yang tertarik berinvestasi pada saham BUMN, William menyarankan PTPP dengan TP Rp 1.945, WSKT Rp 1.800, dan WIKA Rp 2.220.

Ia juga merekomendasikan saham sektor lainnya, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan TP Rp 6.700, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 7.200, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp 5.000, PT Elnusa Tbk (ELSA) Rp 450, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan TP Rp 3.640.

Secara terpisah, analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Chris Apriliony mengemukakan, saham BUMN mengalami koreksi sejalan dengan laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang cenderung sideways. Faktor lainnya, para investor ritel memilih wait and see karena pasar sedang turun akibat laporan keuangan emiten 2020 yang di luar harapan.

“Saham yang kami rekomendasikan antara lain BMRI dengan TP Rp 7.000 dan TLKM Rp 3.800, masih cukup menarik karena harga yang cenderung murah dan kinerjanya juga cukup baik  tahun  lalu,” ujar dia.

Di sisi lain, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memaparkan, penurunan harga saham BUMN karya akhir-akhir ini tergolong wajar, mengingat pada akhir 2020 harganya naik cukup signifikan akibat katalis positif pembentukan SWF.

"Dalam kondisi seperti ini, investor bisa trading jangka pendek dengan tetap memperhatikan level-level support," ucap dia.

MNC Sekuritas, kata Herditya, memproyeksikan harga yang cenderung konservatif, yaitu PTPP dengan TP Rp 1.950-2.040, WSKT Rp 1.700, WIKA Rp 2.030-2.100, BBNI Rp 6.500, BMRI Rp 6.600-6.800, BBRI Rp 4.800-5.000, ELSA Rp 410-430, dan TLKM dengan TP Rp 3.300-3.500.

Akan Disehatkan

Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam pertemuan virtual dengan para pemimpin redaksi (pemred) media massa di Jakarta, Selasa (16/2) malam, menuturkan, pihaknya bersama Menteri BUMN Erick Thohir memberikan perhatian serius kepada BUMN-BUMN karya yang mengalami tekanan setelah melakukan ekspansi besar-besaran di jalan tol.

"Ini menjadi perhatian saya dan Pak Eric (Menteri BUMN Erick Thohir) untuk segera menyehatkan mereka," kata dia.

Untuk membantu BUMN karya, menurut Menkeu, sejumlah upaya ditempuh pemerintah, di antaranya menaikkan anggaran stimulus usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan korporasi dalam program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2021 menjadi Rp 187,17 triliun dibanding tahun lalu Rp 173,17 triliun. "Anggaran stimulus korporasi itu termasuk untuk BUMN-BUMN juga," tutur dia.

Sri Mulyani mengakui, sejumlah BUMN karya kini mengalami tekanan berat setelah gencar berekspansi dengan mengeluarkan investasi sangat besar, terutama untuk membangun jalan tol di luar Jawa. "Capital-nya tidak cukup sehingga over leverage," ujar dia.

Menkeu tak merinci BUMN karya mana saja yang sedang mengalami tekanan berat. Dia hanya mengatakan bahwa pemerintah tahun ini akan menambah penyertaan modal negara (PMN) di empat BUMN yang menjalankan penugasan negara, yaitu PT Hutama Karya (HK), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC), PT Pelindo II, dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW).

Berdasarkan catatan Investor Daily, sejumlah BUMN karya memiliki utang cukup besar setelah jorjoran menggarap proyek infrastruktur yang ditugaskan pemerintah. BUMN karya lainnya yang mengalami tekanan berat saat ini adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham WSKT itu kini memiliki return on asset (RoA) dan return on equity (RoE) negatif. Waskita sedang menjual tol-tol yang dibangunnya kepada investor.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN