Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan harga saham, di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan harga saham, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

'Capital Inflow' Makin Deras, IHSG 'Rally' Sampai Akhir Tahun

Sabtu, 14 November 2020 | 08:32 WIB
Triyan Pangastuti ,Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Pasar saham diperkirakan mengalami rally sampai ahir tahun sejalan dengan kian derasnya aliran modal masuk asing (capital inflow) ke pasar saham dan surat berharga negara (SBN). Selain terdorong capital inflow, pasar saham akan mendapat sentimen positif dari progres pemulihan ekonomi dan rencana pendistribusian vaksin corona mulai awal tahun depan.

Sentimen positif lainnya berasal dari kemenangan Joe Boden dalam pilpres AS. Kebijakan-kebijakan pemerintah AS di bawah kepemimpinan Biden diperkirakan lebih smooth sehingga tidak akan menimbulkan volatilitas di pasar keuangan. Kecuali itu, kebijakan suku bunga rendah dan stimulus bakal mendorong arus modal di AS keluar menuju negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia.

Bank Indonesia (BI) menyatakan, pada pekan kedua November 2020, premi Credit Default Swaps (CDS) Indonesia jangka waktu lima tahun turun ke posisi 72,68 bps per 12 November 2020 dibanding 81,63 bps per 6 November 2020.

Seiring dengan itu, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai total Rp 7,18 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham, dengan rincian di pasar SBN sebesar Rp 4,71 triliun dan pasar saham Rp 2,47 triliun.

"Net buy asing di pasar SBN dan pasar saham domestik dilakukan pada 9 -12 November," kata Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko di Jakarta, Jumat (13/11).

Onny menambahkan, selama tahun berjalan (year to date/ytd), investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) di pasar keuangan domestik senilai total  Rp 145,75 triliun.

 

 

Net buy/sell investor asing bulanan di pasar saham.
Net buy/sell investor asing bulanan di pasar saham.

Adapun pada pekan pertama November 2020, menurut Onny Widjanarko, premi CDS  Indonesia jangka waktu lima tahun turun ke level  82,64 bps per 5 November 2020 dibanding 97,96 bps per 30 Oktober 2020.

Pada 2-5 November 2020, kata Onny, investor asing mencatatkan net buy senilai Rp 3,87 triliun di pasar SBN. Di sisi lain, investor asing juga melakukan penjualan bersih (net sell) di pasar saham sebesar Rp 60 miliar. Pada periode tersebut, net sell oleh investor asing di pasar keuangan domestik mencapai  Rp 161,24 triliun (ytd).

 

Net buy/sell investor asing tahunan di pasar saham.
Net buy/sell investor asing tahunan di pasar saham.

 

IHSG bakal Rally

Secara terpisah, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya mengungkapkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak positif tahun ini dan rally sampai akhir tahun, meski perekonomian sedang tidak kondusif.

Karena itu pula, Mirae Asset Sekuritas merevisi naik proyeksi IHSG akhir tahun ini, dibanding proyeksi sebelumnya. Mirae Sekuritas semula memperkirakan IHSG berada di level 5.400 pada pengujung tahun.

"Tapi karena foreign inflow ke saham sangat masif, kami perkirakan IHSG ditutup di level 5.600 pada akhir 2020," ujar Hariyanto Wijaya kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (13/11).

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG naik tipis 2,45 poin (0,04%) ke level 5.461,05 setelah menguat 2,35% dalam sepekan terakhir. Selama tahun berjalan (ytd), koreksi IHSG terus menipis. Bersamaan dengan itu, aksi jual saham oleh investor asing juga menurun. IHSG terkoreksi 13,31% (ytd), sedangkan total net sell investor asing mencapai Rp 42,05 triliun (ytd).

IHSG sempat terjerembab ke level 3.937,63 pada 24 Maret 2020 yang merupakan level terendah tahun ini saat kasus penularan Covid-19 melonjak. IHSG kini menempati peringkat ke-3 indeks saham yang mengalami pelemahan paling dalam di Asia Pasifik. 

 

Posisi kepemilikan asing di SBN (ytd).
Posisi kepemilikan asing di SBN (ytd).

Menurut Hariyanto, arus modal asing mulai masuk ke negara-negara emerging markets, seperti Indonesia sejak 4 November 2020. Sebelumnya, arus modal asing justru keluar dari emerging markets hingga mengakibatkan indeks saham terpuruk.

Dia menjelaskan, masuknya modal asing dipengaruhi hasil sementara pemilihan presiden AS. Setelah hasil pilpres diumumkan, fund manager global masuk ke exchange traded fund (ETF) dengan membeli saham-saham berkapitalisasi besar (big cap). Itu pula yang memicu penguatan saham-saham big cap di bursa domestik.

"Tren masuknya arus modal asing ini akan berlanjut dan fund manager global akan mengelola dananya secara aktif, tidak hanya secara pasif melalui ETF. Itu akan berpengaruh positif juga terhadap saham-saham small cap," ujar dia.

Hariyanto mengungkapkan, sentimen yang akan mengantarkan IHSG ke zona bullish juga datang dari dalam negeri. Meski Indonesia saat ini berada dalam fase resesi, tren ekonomi dalam negeri menunjukkan pemulihan. Karena itu, pelaku pasar berekspektasi bahwa ekonomi tahun depan bakal membaik.

Kendati demikian, menurut Hariyanto, masih ada risiko yang perlu diwaspadai terhadap perkembangan IHSG tahun depan. Risiko tersebut antara lain masih lemahnya tingkat konsumsi masyarakat.

"Daya beli masyarakat turun karena tidak ada kenaikan upah minimum regional (UMR) di mayoritas provinsi di Indonesia, mengingat sebagian besar dunia usaha sedang kesulitan akibat pandemi," papar dia.

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN