Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ciputra Developmnet. Foto: DAVID

Ciputra Developmnet. Foto: DAVID

Ciputra Development Bisa Lebih Konservatif

Parluhutan Situmorang, Jumat, 29 Mei 2020 | 04:43 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diproyeksikan mampu untuk mengerem dampak negatif perlambatan permintaan unit property terhadap kinerja keuangan perseroan. Sedangkan tingkat utang yang terkendali ditambah likuiditas dana yang kuat menjadi sentiment positif terhadap pergerakan harga saham perseroan ke depan.

Analis Samuel Sekuritas Ilham Akbar Muhammad mengungkapkan, emiten sektor property diperkirakan masih menghadapi tantangan berat hingga pengujung tahun ini akibat dampak pandemi Covid-19.

Meski demikian, Ciputra Development diharapkan tetap menjadi emiten properti yang kuat karena didukung oleh tingkat utang moderat dan likuiditas yang kuat.

“Ciputra Development diperkirakan hanya memiliki debt to equity sebesar 54% tahun ini. Likuiditas perseroan juga diperkirakan kuat dengan kas akhir tahun ini senilai Rp 4,18 triliun atau turun tipis dari tahun lalu Rp 4,23 triliun. Hal tersebut diharapkan menjadi sentimen positif terhadap Ciputra Development hingga akhir tahun ini,” tulis Ilham dalam risetnya, baru-baru ini.

Meski demikian, dia memperkirakan pendapatan recurring dan non-recurring perseroan turun. “Kami memperkirakan penurunan pendapatan recurring sebesar 8,1% tahun ini, seiring dengan asumsi perlambatan konstruksi residensial, serah terima, hingga pencatatan,” ungkapnya.

Sedangkan pendapatan non-recurring berpotensi turun hingga 20,1% dengan penurunan terbesar diperkirakan berasal dari segmen perhotelan dan segmen pusat perbelanjaan. Penurunan pendapatan dari dua segmen tersebut akan berimbas terhadap pelemahan laba bersih perseroan tahun  ni.

Salah satu rumah di Citra Maja Raya yang dikembangkan oleh pengembang Ciputra Group
Salah satu rumah di Citra Maja Raya yang dikembangkan oleh pengembang Ciputra Group

Terkait penjualan pemasaran (marketing sales) unit properti, Ilham menjelaskan bahwa kemungkinan terjadi pelemahan permintaan pada kuartal II dan III tahun ini. Hal itu berpotensi menekan marketing sales perseroan sebesar 30% menjadi Rp 4,3 triliun tahun ini. Hingga kuartal I-2020, perseroan telah mencatatkan marketing sales sebesar Rp 1,14 triliun atau hanya tumbuh 2% dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Kami memperkirakan Ciputra Development akan memilih lebih konservatif dalam meluncurkan properti tahun ini dan mengandalkan penjualan inventori. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir belanja modal dan modal kerja, sehingga likuiditas perseroan tetap terjaga,” jelas Ilham.

Sejumlah faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk memproyeksikan penurunan laba bersih Ciputra Development menjadi Rp 893 miliar tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 1,15 triliun. Pendapatan juga diperkirakan turun dari Rp 7,6 triliun menjadi Rp 6,76 triliun.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengungkapkan, Ciputra Development diperkirakan membukukan penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun ini. Hal itu seiring dengan penurunan pendapatan dari bisnis pengembangan property dan recurring income.

Victor memperkirakan penurunan laba bersih Ciputra Development menjadi Rp 978 miliar tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu mencapai Rp 1,15 triliun. Pendapatan juga diperkirakan turun dari Rp 7,6 triliun menjadi Rp 7,12 triliun.

“Meski kinerja keuangan diperkirakan turun, kami mempertahankan rekomendasi beli saham CTRA dengan target harga Rp 800. Target harga tersebut menggambarkan potensi diskon sekitar 56% dari perkiraan nilai aset bersih pers- eroan,” tulis Victor dalam risetnya.

Sesuai Ekspektasi

Ciputra Development. Foto:  David
Ciputra Development. Foto: David

Victor menjelaskan, realisasi kinerja keuangan Ciputra Development hingga kuartal I-2020 telah sesuai dengan harapan Danareksa Sekuritas dan konsensus analis. “Perolehan pendapatan tersebut setara dengan 21% dari target tahun ini. Sedangkan pencapaian laba bersih tersebut merefleksikan 18% dari perkiraan tahun ini,” ungkap dia.

Danareksa Sekuritas juga mencermati penurunan margin keuntungan seluruh bisnis perseroan di tengah pandemic Covid-19 ini. Penurunan margin tersebut berimbas terhadap penurunan laba bersih yang lebih dalam dibandingkan dengan pelemahan pendapatan hingga kuartal I-2020. Ciputra Development membukukan penurunan pendapatan sebesar 8,53% menjadi Rp 1,5 triliun hingga kuartal-I 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 1,64 triliun.

Penurunan pendapatan berimbas terhadap pelemahan laba bersih sekitar 37,3% dari Rp 283,1 miliar menjadi Rp 177,5 miliar.

Perseroan menyebutkan bahwa penjualan rumah hunian dan ruko masih menjadi penopang utama pendapatan dengan kontribusi Rp 779,75 miliar. Jumlah tersebut turun 11,23% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 878,42 miliar. Sedangkan penjualan kantor meningkat 95,31% dari sebelumnya sebesar Rp 112,7 miliar hingga Maret 2019 menjadi Rp 220,12 miliar pada kuartal I-2020.

Penjualan kavling berkontribusi sebesar Rp 41,24 miliar atau turun 34,18% dari raihan penjualan kuartal I tahun lalu sebesar Rp 62,66 miliar.

Sementara itu, penjualan apartemen terkoreksi dalam hingga 89,35% menjadi Rp 15,44 miliar, padahal penjualan apartemen pada periode sama tahun lalu tercatat sebesar Rp 145,01 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN