Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemeliharaan jaringan BTS XL Axiata di Kemang, Jakarta. (IST)

Pemeliharaan jaringan BTS XL Axiata di Kemang, Jakarta. (IST)

Dampak Persaingan di Industri Telekomunikasi terhadap XL

Selasa, 8 Juni 2021 | 04:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Penurunan tingkat persaingan di industri telekomunikasi berpotensi memperkuat keuntungan PT XL Axiata Tbk (EXCL) sepanjang tahun ini. Sedangkan penurunan jumlah pelanggan (subscribers) bisa berdampak negatif bagi perseroan.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Oktaviani mengungkapkan, tingkat persaingan di industri telekomunikasi diharapkan lebih rendah hingga beberapa kuartal ke depan. Hal ini setelah pemimpin pasar di industri tersebut mulai menaikkan tarif secara perlahan.

Sebagaimana diketahui, agresivitas persaingan operator menjadi pemicu penurunan pendapatan XL pada kuartal I-2021.

“Namun, persaingan diproyeksikan akan lebih longgar ke depan, sehingga diharapkan berdampak positif terhadap kinerja perseroan,” tulis Selvi dalam risetnya. Perseroan juga didukung oleh berlanjutnya program subsidi kuota belajar dari Kemendikbud yang diharapkanmembuat penjualan data XL tetap positif sampai akhir tahun ini.

“Hal itu diharapkanmembuat kontribusi penjualan data terhadap total pendapatan perseroan akan terus membesar dalam beberapa tahun mendatang,” jelas dia.

Harga saham XLCL dalam satu dekade terakhir
Harga saham XLCL dalam satu dekade terakhir

Selvi memperkirakan kontribusi penjualan data bakal mencapai 84% terhadap total pendapatan XL tahun ini dibandingkan kontribusi tahun lalu sekitar 82%. Kontribusi diprediksi meningkat menjadi 86% pada 2021 dan kembali naik menjadi 88% pada 2023.

Mengenai penurunan jumlah pelanggan perseroan sebanyak 1,9 juta menjadi 56 juta pada kuartal I-2021 menunjukkan bahwa kompetisi industri telekomunikasi masih ketat. Meski demikian, perseroan dipercaya bisa kembali merebut pangsa pasar tersebut dengan menerapkan beragam strategi untuk menarik kembali pelanggan.

Penurunan jumlah pelanggan bersamaan dengan masih ketatnya persaingan industri telekomunikasi mendorong Samuel Sekuritas merevisi turun proyeksi kinerja keuangan XL. Proyeksi laba bersih tahun ini direvisi turun dari Rp 1,14 triliun menjadi Rp 733 miliar. Begitu juga dengan estimasi pendapatan direvisi turun dari Rp 27,47 triliun menjadi Rp 26,21 triliun.

Prospek saham EXCL
Prospek saham EXCL

Hal serupa membuat estimasi laba bersih XL pada 2022 dipangkas dari Rp 1,35 triliun menjadi Rp 923 miliar. Perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 29,27 triliun menjadi Rp 27,58 triliun.

Tantangan di industri telekomunikasi kemungkinan berasal dari potensi konsolidasi PT Indosat Tbk (ISAT) dengan PT Hutchison 3 Indonesia yang bakal membuat jarak jumlah pelanggan XL dan Indosat terus melebar. Namun, konsolidasi diharapkan membuat kompetisi dan perang tariff lebih ringan.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas merevisi turun target harga saham EXCL dari Rp 3.300 menjadi Rp 3.000. Target harga tersebut menggambarkan valuasi EV/EBITDA tahun 2021 sekitar 4,85 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan peluang berlanjutnya kinerja keuangan perseroan tahun ini.

Penurunan Laba

Teknisi merawat jaringan XL Axiata. (IST)
Teknisi merawat jaringan XL Axiata. (IST)

XL mencatat perolehan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 320,51 miliar pada kuartal I-2021 atau turun 78,89% dibandingkan kuartal I-2020 senilai Rp 1,52 triliun.

Penurunan laba ini sejalan dengan pelemahan pendapatan perseroan sebesar 3,85% dari Rp 6,49 triliun menjadi Rp 6,24 triliun. Perseroan juga mencatat penurunan keuntungan dari penjualan dan sewa balik menara, yakni hanya menjadi Rp 101,43 miliar. Padahal, pada kuartal I-2020, XL bisa meraupkeuntungan hingga Rp 1,62 triliun.

Sedangkan liabilitas jangka pendek perseroan meningkat dari Rp 18,85 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 19,29 triliun pada kuartal I-2021.

Sedangkan liabilitas jangka panjang turun 8,67% dari Rp 29,75 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 27,17 triliun pada kuartal I-2021.

Kinerja keuangan XL Axiata
Kinerja keuangan XL Axiata

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, pihaknya mensyukuri pencapaian kinerja kuartal I-2021. Sebab XL tetap bertumbuh positif, meskipun kompetisi industri telekomunikasi masih ketat bersamaan dengan belum pulihnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Kami tetap mampumenjaga profitabilitas perusahaan dengan terus fokus mengimplementasikan operational excellence dan digitalisasi di berbagai lini,” katanya.

Selain itu, XL meningkatkan efisiensi bisnis. Pada kuartal I-2021, perseroan mencatat penurunan beban operasional sebesar 6% year on year (yoy), yang didorong oleh berkurangnya interkoneksi.

Sementara, beban langsung lainnya turun 28% karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan lalu lintas layanan legacy (SMS dan voice.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN