Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Ruas Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) mulai 5 September 2020, pukul 00.00 WIB

Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Ruas Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) mulai 5 September 2020, pukul 00.00 WIB

Dapat Kompensasi Akibat Pandemi, Saham Jasa Marga Tetap Layak Beli

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 05:21 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id – Keputusan pemerintah yang akan memberikan kompensasi kepada operator jalan tol karena terdampak pandemi Covid-19 bakal menjadi sentimen positif terhadap kinerja dan harga saham emiten di sektor tersebut, khususnya PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Sentimen juga datang dari mulai pulihnya trafik tol setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB transisi)

Analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, pemerintah sebelumny menerbitkan regulasi tentan kompensasi yang bakal diberikan kepada operator jalan tol terkait dampak pandemi Kompensasi diberikan kepada operator jalan tol yang sudah beroperasi maupun jalan tol yang sedang tahap konstruksi.

“Kompensasi akan diberikan setelah pandemi Covid-19 berakhir,” tulis Maria dalam risetnya, baru-baru ini.

Kebijakan baru merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung kegiatan usaha jalan tol. Hal ini bisa menjadi katalis positif terhadap pergerakan harga saham Jasa Marga, sehingga saham operator jalan tol terbesar di Indonesia itu tetap direkomendasikan beli.

Tol Jasa Marga. Foto: IST
Tol Jasa Marga. Foto: IST

Adapun kompensasi untuk operator jalan tol tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumaha Rakyat No 22 Tahun 2020.

Berdasarkan regulasi tersebut, operator jalan tol akan mendapatkan kompensasi bisa dalam bentuk waktu progres konstruksi jalan tol akibat lambatnya pembebasan lahan, terhentinya proses konstruksi akibat peraturan lain, keterlambatan pengadaan bahan dan tenaga kerja di luar kebiasaan normal, biaya tambahan akibat penerapan protokol kesehatan, dan keterlambatan pembiayaan dari kreditur kepada operator jalan tol akibat pandemi. Regulasi tersebut juga mengatur pemberian kompensasi akan diberikan kepada jalan tol yang mencatat penurunan pendapatan rata-rata harian yang melebihi ambang batas.

Penentuan ambang batas dilakukan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan tren rata-rata lalu lintas harian pada Februari 2020. Kompensasi juga bisa dalam bentuk perpanjangan masa konsesi, kenaikan tarif ruas tol yang diberikan paling cepat tiga tahun setelah pandemi berakhir, penyesuaian tarif untuk ruas tol baru, penambahan jangka waktu masa konstruksi untuk ruas tol yang sedang masa konstruksi, penambahan waktu bagi operator tol yang sedang melaksanakan penjajakan pendanaan, penyesuaian ulang kewajiban utang bagi operator tol, dan pembayaran kembali dana talangan dari LMAN.

Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Ruas Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) mulai 5 September 2020, pukul 00.00 WIB
Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Ruas Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) mulai 5 September 2020, pukul 00.00 WIB

“Kami menganggap bahwa kebijakan kompensasi tersebut sebagai katalis positif untuk emiten jalan tol. Kebijakan ini sebagai wujud dukungan pemerintah kepada operator, sehingga investor tol bisa mendapatkan IRR sesuai dengan target,” jelas Maria.

Sebab itu, Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 5.200. Target harga tersebut sudah memperhitungkan faktor pengetatan PSBB yang sempat diterapkan di Jakarta selama empat pekan. Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi penurunan laba bersih Jasa Marga menjadi Rp 838 miliar tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,2 triliun.

Pendapatan perseroan juga diperkirakan turun menjadi Rp 10,6 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu senilai Rp 10,98 triliun. Sementara itu, analis CGSCIMB

Sekuritas Indonesia Michael Audie Benas dan Aurelia Barus memangkas proyeksi pendapatan Jasa Marga tahun ini dari Rp 10,52 triliun menjadi Rp 9,29 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih direvisi turun dari Rp 1,03 triliun menjadi Rp 318 miliar. Tahun lalu, perseroan berhasil meraup laba bersih Rp 2,2 triliun dan pendapatan Rp 10,98 triliun.

Revisi turun target kinerja keuangan tersebut mendorong CGS-CIMB Sekuritas memangkas target harga saham JSMR dari Rp 5.600 menjadi Rp 4.900. Target harga tersebut telah mempertimbangkan dampak pengetatan PSBB di Jakarta.

Likuiditas Terjaga

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat total 167.414 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur, Barat dan Selatan.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat total 167.414 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur, Barat dan Selatan.

Sebelumnya, Jasa Marga mengantongi dana segar Rp 560 miliar dari penerbitan surat berharga komersial (SBK) atau commercial paper. Perseroan memastikan likuiditas kas tetap terjaga dengan ketersediaan standby loan lebih dari Rp 5 triliun untuk modal kerja maupun ekspansi.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, karena commercial paper merupakan instrumen baru pasar uang, pihaknya menilai hasil penerbitan sudah mencukupi kebutuhan.

Sebelumnya, perseroan menargetkan penggalangan dana dari commercial paper sekitar Rp 500 miliar-Rp 1 triliun.

Berdasarkan prospektus, pembayaran dari investor ke Jasa Marga serta distribusi secara elektronik di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dijadwalkan pada 14 Oktober.

“Untuk SBK cukup tahun ini, kalaupun ada penerbitan lagi, kita lihat tahun depan,” jelas Eka. Jasa Marga menerbitkan SBK dengan bunga diskonto sebesar 6-7% per tahun. Semen tara, jatuh tempo selama 12 bulan dan SBK mendapat peringkat A1+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). PT BNI Sekuritas bertindak sebagai penata laksana penerbitan SBK.

Eka menambahkan, prinsipnya dana hasil penerbitan akan digunakan untuk segala kebutuhan perusaahan. Pihaknya tetap membuka peluang untuk menerbitkan produk lain di pasar surat utang sebagai alternatif sumber pendanaan ekspansi, jika pricing dinilai menarik. Kalaupun belum ada, perseroan hanya mengandalkan pinjaman bank pada sisa waktu tahun ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN