Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: dok ID

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: dok ID

Ekspektasi Berlanjutnya Tren Pertumbuhan Sido Muncul

Parluhutan Situmorang, Selasa, 12 November 2019 | 09:53 WIB

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan kinerja keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diproyeksikan berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan didukung atas pengoperasian pabrik baru, perluasan pasar domestik hingga ekspor, dan berlanjutnya efisiensi produksi.

Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Wilbert mengatakan, pengoperasian pabrik baru diperkirakan masih berimbas positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan Sido Muncul ke depan. Sebagaimana diketahui pabrik tersebut baru dioperasikan sejak Februari 2019, sehingga dengan pengoperasian penuh pabrik tahun depan diharapkan berimbas positif terhadap penjualan.

“Kehadiran pabrik baru tersebut memungkinan perseroan untuk memperluas penetrasi pasar domestik dan luar negeri ke depan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakar ta, pekan lalu.

Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan, ungkap dia, didukung atas perluasan pasar ekspor. Hingga kini, penjualan ekspor baru berkontribusi sebesar 5% terhadap total pendapatan Sido Muncul hingga September 2019. Sedangkan margin keuntungan kotor (gross profit margin/ GPM) perseroan diperkirakan berada di kisaran 54% dan margin keuntungan operasional (operating profit margin/OPM) berkisar 34%.

Margin besar tersebut sejalan dengan penghapusan royalti dan berlanjutnya efisiensi produksi. Kondisi tersebut diharapkan menaikkan laba bersih Sido Muncul menjadi Rp 797 miliar tahun ini dan diharapkan lanjutkan pertumbuhan menjadi Rp 847 miliar pada 2020, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 664 miliar.

Pendapatan perseroan juga diharapkan naik menjadi Rp 2,98 triliun pada 2019 dan senilai Rp 3,22 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun 2018 mencapai Rp 2,76 triliun.

Meski prospek kinerja keuangan perseroan lanjutkan pertumbuhan, Sinarms Sekuritas justru merevisi turun rekomendasi saham SIDO dari buy menjadi add dengan target harga dipertahankan level Rp 1.340 per saham. Revisi rekomendasi didasarkan atas kenaikan harga saham SIDO sejak awal tahun hingga kini telah lebih dari 46%. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2020 sebesar 23,5 kali. Sedangkan ROE perseroan diharapkan mencapai 26,3% tahun 2019 dan diperkirakan mencapai 25,9% pada 2020.

Sesuai Ekspektasi

Sementara itu, Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa kenaikan laba bersih Sido Muncul sebesar 20,48% menjadi Rp 578 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 480,11 miliar. Perolehan tersebut setara dengan 71% dari total target laba bersih perseroan berdasarkan perkiraan Danareksa Sekurtas dan setara dengan 76% berdasarkan proyeksi consensus analis.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang atas peningkatan pendapatan dan margin keuntungan. Pendapatan perseroan tumbuh 9,5% menjadi Rp 2,1 triliun hingga September 2019. Perolehan tersebut setara dengan 69% dari total target pendapatan perseroan tahun ini. Kenaikan pendapatan disumbang atas solidnya pertumbuhan seluruh divisi perseroan.

Peningkatan laba bersih juga ditopang atas penguatan margin keuntungan perseroan. Margin kotor perseroan tumbuh menjadi 54,4% hingga kuartal III-2019. Besarnya margin dipengaruhi atas tidak adanya belanja royalti dan dukungan positif dari pabrik ekstrak baru milik perseroan.

Sedangkan margin keuntungan bersih mencapai 27,2%. Bertumbuhnya kinerja keuangan perseroan sesuai ekspektasi mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan target harga Rp 1.250. target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE Sido Muncul tahun 2019-2020 sebesar 22,8 kali dan 19,8 kali.

“Kami memperkirakan kinerja keuangan perseroan terus berlanjut, seiring dengan perluasan distribusi pasar lokal dan luar negeri,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, perseroan tengah serius menggarap pasar ekspor, salah satunya ke Filipina. "Potensi pasar ekspor di Filipina cukup besar, bahkan lebih baik dibandingkan pemasaran Sido Muncul di Indonesia," katanya.

Selain Filipina, pihaknya tengah menggarap pasar ekspor di Jepang. Namun, perseroan terkendala biaya pengiriman di Jepang yang cukup tinggi sehingga belum menjadi prioritas bagi Sido Muncul. "Oleh karena itu, kami juga mencoba memasarkan produk ke Korea Selatan. Kami juga akan memasarkan produk ke Vietnam," kata dia.

Di luar Asia, perseroan menggarap ekspor ke Australia, Nigeria, dan Amerika. Untuk pasar tersebut, pihaknya tidak mendistribusikan secara langsung namun produk Sido Muncul bisa ditemukan di Asia Market. Mengenai kemungkinan produksi ke luar negeri, ia mengatakan bukan hal yang mudah dilakukan karena bukan hanya pabrik yang dibutuhkan tetapi juga laboratorium. "Lagi pula Sido Muncul bukanlah industry makanan atau minuman yang membutuhkan lokasi yang dekat sehingga masih mudah jika tetap diproduksi di Indonesia," kata dia.

Manajemen perseroan sebelumnya telah memutuskan untuk membagikan dividen interim senilai Rp 327,45 miliar kepada pemegang saham. Dividen ini akan dibagikan pada 20 November 2019.

Berdasarkan keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/10), pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam rapat direksi pada 23 Oktober 2019. Total dividen yang dibagikan setara dengan Rp 22 per saham atau berkisar 87,53% dari perolehan laba bersih perseroan hinggaa 30 Juni 2019.

Perseroan telah menetapkan cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi pada 31 Oktober 2019. Sementara cum dividen di pasar tunai akan dilakukan pada 4 November 2019. Selanjutnya, ex dividen interim di pasar reguler dan negosiasi akan dilakukan pada 1 November 2019. Sedangkan ex dividen di pasar tunai akan dilakukan pada 5 November 2019.

Dividen yang dibagikan merupakan bagian dari perolehan laba perseroan. Pada semester I-2019, perseroan membukukan laba bersih Rp 374,12 miliar atau naik 28,22% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Perolehan laba bersih ini salah satunya ditopang oleh pendapatan perseroan yang mencapai Rp 1,41 triliun atau meningkat 10,66%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA