Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Emas Selamatkan United Tractors

Rabu, 29 Juli 2020 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Kenaikan harga jual emas akan turut menopang kinerja keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR) sepanjang tahun ini. Sedangkan bisnis penambangan batu bara, penjualan alat berat, dan konstruksi diharapkan cenderung stabil pada semester II tahun ini dibandingkan pencapaian pada semester I.

Hal tersebut mendorong RHB Sekuritas dan Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR. RHB menetapkan target harga UNTR sebesar Rp 25.000. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2020-2021 sebesar 9,3 kali.

Sedangkan Danareksa Sekuritas mematok target harga Rp 21.000 yang merefleksikanperkiraan PE tahun ini sekitar 9,6 kali. Namun, target harga tersebut telah tertembus pada perdagangan Senin (27/7), karena UNTR naik Rp 1.550(7,97%) ke posisi Rp 21.000.

Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengungkapkan, kenaikan rata-rata harga jual emas dalam beberapa pekan terakhir akan menjadi sentiment positif terhadap kinerja keuangan United Tractors tahun ini di tengah penurunan volume penjualan alat berat dan bisnis kontraktor penambangan batu bara.

“Kami memperkirakan volume produksi emas perseroan akan tetap stabil sampai akhir tahun ini, yang didukung oleh peningkatan volume penjualan emas sejalan dengan lonjakan harga jual emas. Kami memperkirakan bisnis emas akanmenjadi penopang perseroan di tengah perlambatan bisnis United Tractors lainnya,” tulis Andrey dalam risetnya, baru-baru ini.

Tambang emas
Tambang emas

Dia pun merevisi outlook kinerja keuangan United Tractors, seiring dengan kenaikan harga jual emas dengan target rata-rata US$ 1.750 per oz atau naik 25% dari realisasi rata-rata harga jual tahun lalu. Sedangkan penjualan emas perseroan berkontraksi sebesar 20% menjadi 32 ribu oz pada Juni 2020 dibandingkan per Mei 2020 yang mencapai 40 ribu oz.

Namun, perolehan tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 10% dibandingkan Juni tahun lalu. Volume penjualan tersebut juga menggambarkan peningkatan dari bulan sebelumnya. Meski demikian, kenaikan tersebut belum bisa menahan laju volume penjualan emas perseroan sekitar 6% menjadi 184 ribu oz pada semester I-2020.

Terkait bisnis lainnya, United Tractors menunjukkan perbaikan pada bulan Juni2020 dibandingkan bulanbulan sebelumnya. Namun, peningkatan tersebut masih di bawah realisasi bulan yang sama tahun lalu.

Perseroan mencatat peningkatan overburden removal sebesar 5% menjadi 70,4 juta bcm pada Juni 2020 dibandingkan Mei 2020 sebanyak 66,9 juta bcm. Tetapi, peningkatan tersebut belum berdampak signifikan, sehingga overburden perseroan pada semester I-2020 masih turun 10% menjadi 420,4 juta bcm.

United Tractors. Foto: dok
United Tractors. Foto: dok

Sedangkan volume produksi batu bara perseroan pada semester I-2020 mencapai 55,8 juta ton atau turun 8% dari realisasi semester I-2019, dengan stripping ratio turun dari 7,7 kali menjadi 7,5 kali.

“Kami memperkirakan volume overburden perseroan akan tetap terjaga sampai akhir tahun, seiring mulai membaiknya perekonomian dalam beberapa bulan terakhir,” jelas Andrey.

Perseroan juga mencatat penjualan alat berat Komatsu mencapai 76 unit pada Juni 2020 atau naik 27% dari Mei 2020. Pangsa pasar penjualan alat berat perseroan memang masih turun menjadi 25% pada Juni dibandingkan Mei 2020 yang mencapai 34%. Apabila ditotal, realisasi penjualan alat berat perseroan semester I-2020 mengalami penurunan sekitar 59% menjadi 853 unit dibandingkan semester I tahun lalu sebanyak 1.917 unit.

Perseroan juga mencatat peningkatan volume penjualan batu bara sebanyak 11% menjadi 573 ribu ton pada Juni 2020, sehingga total volume penjualan batu bara perseroan meningkat 14% menjadi 5,6 juta ton pada semester I-2020. Namun, rata-rata harga jual turun menjadi US$ 61,6 per ton pada semester I-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 88,5 per ton.

RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 25.000. Target harga tersebut juga mempertimbang- kan penurunan pendapatan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu menjadi Rp 76,76 triliun tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu mencapai Rp 84,43 triliun.

Sedangkan laba bersih diperkirakan turun dari Rp 11,32 triliun menjadi Rp 9,26 triliun.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, United Tractors akan mendapatkan keuntungan dari tren peningkatan harga jual komoditas emas. Bisnis ini diharapkan menjadi penopang kinerja keuangan di tengah pelemahan keuntungan dari bisnis lainnya.

“Kami memperkirakan kenaikan harga emas bisa menjadi bantalan atas penurunan sektor usaha lain yang digeluti perseroan,” tulis dia dalam risetnya.

Adapun kinerja keuangan United Tractors pada kuartal II-2020 diperkirakan melemah karena dipicu oleh penurunan harga jual batu bara dan pelemahan volume penjualan alat berat perseroan. Perseroan mencatat penurunan volume penjualan alat berat sebanyak 61,8% pada kuartal II-2020. Perseroan juga membukukan penurunan overburden removal sebesar 7,5%, yang berimbas terhadap penurunan volume produksi dan penurunan volume penjualan batu bara.

“Keuntungan perseroan juga akan ditekan oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang kuartal II-2020. Hal itu akan mengikis margin keuntungan bisnis kontraktor pertambangan perseroan. Namun, perseroan diperkirakan berhasil membalikkan rugi kurs menjadi laba kurs,” jelas Stefanus.

Dia memperkirakan penurunan laba bersih United Tractors menjadi Rp 8,15 triliun tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 11,31 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan turun dari Rp 84,43 triliun menjadi Rp 74,96 triliun.

United Tractors. Foto: Uthan
United Tractors. Foto: Uthan

Sebelumnya, United Tractors menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2019 sebesar Rp 4,5 triliun atau setara Rp 1.213 per saham.

Pemegang saham perseroan juga menyetujui pengunduran diri Prijono Sugiarto dari jabatannya sebagai presiden komisaris perseroan.

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara Loebis mengatakan, nilai dividen tahun buku 2019 termasuk dividen interim sebesar Rp 408 per saham atau setara Rp1,5 triliun, yang telah dibayarkan pada 23 Oktober 2019. United Tractos melalui PT Karya Supra Perkasa yang merupakan pengendali 50,1% saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) juga telah menyanggupi untuk menjadi pembeli siaga rights issue Acset. Dengan demikian, perseroan telah menyiapkan dana sesuai porsi kepemilikan saham pada Acset.

“United Tractors juga menyiapkan dana tambahan jika ada pemegang saham lain yang tidak melaksanakan HMETD,” jelas Sara.

Seperti diketahui, selain Karya Supra Perkasa, pemegang saham Acset lainnya per 31 Mei 2020 adalah PT Cross PlusIndonesia sebanyak 12,27%, Reksa Dana HPAM Ekuitas Progresif 6,33%, PT Loka Cipta Kreasi 5,83%, HCBC-Fund Services, Bob (Cayman) 5,51%, dan kepemilikan publik sebesar 19,96%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN