Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Toko-toko penjual samrtphone di sebuah mall. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Toko-toko penjual samrtphone di sebuah mall. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Erajaya Masih Berjaya

Rabu, 9 Juni 2021 | 04:52 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Regulasi IMEI dan agresifnya penambahan gerai bakal mendorong pertumbuhan kinerja keuangan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) lebih pesat dalam beberapa tahun mendatang. Hal tersebut juga membuat marjin keuntungan perseroan lebih baik.

Analis Sinarmas Sekuritas Elvira Natalia mengungkapkan, lonjakan kinerja keuangan Erajaya seiring implementasi regulasi IMEI, yaitu IMEI setiap perangkat telekomunikasi telepon genggam dan pintar harus terdaftar di Indonesia untuk bisa digunakan.

“Kewajiban pendaftaran IMEI menjadi faktor utama pendongkrak laba bersih dalam tiga kuartal terakhir, yaitu kuartal III-2020 mencapai Rp 182 miliar, kuartal IV-2020 senilai Rp 317 miliar, dan kuartal I-2021 mencapai Rp 278 miliar,” tulis dia dalam risetnya.

Kewajiban seluruh telepon seluler yang dioperasikan di Indonesia wajib mendaftarkan IMEI membuat harga jual telepon genggam lebih stabil dan tingkat kompetisi lebih baik, karena pasar tidak lagi dibanjiri telepon genggam ilegal dengan harga murah.

Hal ini terlihat dari peningkatan marjin keuntungan perseroan dalam beberapa kuartal terakhir.

Erajaya. Foto: EMRAL
Erajaya. Foto: EMRAL

Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan, menurut Elvira, juga bakal didukung oleh agresifnya penambahan gerai perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Tahun ini, perseroan menargetkan penambahan hingga 300 gerai baru dibandingkan tahun lalu sebanyak 135 gerai baru.

Sedangkan gerai yang sudah dibuka perseroan pada kuartal I-2021, yaitu gerai Erafone, Huawei, iBox, Mi Store, Samsung Experience Store, dan lainnya di berbagai wilayah di Indonesia.

“Kami memberikan pandangan positif terhadap agresifnya penambahan gerai baru di sejumlah daerah. Keputusan tersebut menjadikan perseroan tetap menjadi pemimpin pasar distributor dan penjualan ritel untuk telepon pintar (smartphone) di dalam negeri,” jelas dia.

Sejumlah faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan Erajaya tahun 2021 dan 2022. Proyeksi laba bersih tahun 2021 direvisi naik dari Rp 591 miliar menjadi Rp 867 miliar.

 Harga saham ERAA sejak pencatatan perdana
Harga saham ERAA sejak pencatatan perdana

Target tersebut sejalan dengan peningkatan target pendapatan perseroan dari Rp 37,24 triliun menjadi Rp 42,52 triliun.

Begitu juga dengan proyeksi laba per saham (EPS) direvisi naik dari Rp 37 menjadi Rp 54.

Sedangkan perkiraan laba bersih Erajaya tahun 2022 direvisi naik menjadi Rp 991 miliar, dibandingkan estimasi semula Rp 715 miliar. Begitu juga dengan perkirkiraan pendapatan perseroan direvisi meningkat dari Rp 39,91 triliun menjadi Rp 45,75 triliun. Target EPS perseroan juga direvisi naik dari Rp 45 menjadi Rp 62.

Mengenai realisasi kinerja keuangan kuartal I-2021, laba bersih Erajaya setara dengan 47,1% dari target sebelum revisi oleh Sinarmas Sekuritas. Sedangkan berdasarkan konsensus, raihan tersebut sudah merefleksikan 36,7%. Hingga kuartal I-2021, Erajaya mencetak lonjakan laba bersih sebesar 170,88% menjadi Rp 278,19 miliar pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 102,7 miliar.

Ekspansi Gerai

Prospek saham ERAA
Prospek saham ERAA

Wakil Direktur Utama  Erajaya Joy Wahjudi sebelumnya mengatakan, pihaknya menargetkan pembukaan sebanyak 260-300 gerai tahun ini. Guna memuluskan aksi tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 300 miliar.

Menurut Joy, perseroan telah merealisasikan 20 gerai baru sepanjang kuartal I-2021 dengan belanja modal yang terpakai mencapai Rp 37 miliar.

“Kami percaya bahwa gerai menjadi salah satu sumber pemasukan utama, sehingga ekspansi ini sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Kinerja keuangan Erajaya
Kinerja keuangan Erajaya

Hingga kuartal I-2021, perseroan telah memiliki 88 titik distribusi dan 1.075 owned retail outlet. Selain itu, perseroan telah bekerjasama dengan kurang lebih 62.000 toko ritel pihak ketiga. Erajaya membukukan lonjakan laba bersih sebesar 170,88% menjadi Rp 278,19 miliar pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 102,7 miliar.

Kinerja positif ini disumbang oleh pertumbuhan penjualan telepon pintar dan tablet.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN