Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu gerai Ramayana. Foto: IST

Salah satu gerai Ramayana. Foto: IST

Faktor Pendorong dan Penekan Ramayana

Sabtu, 1 Mei 2021 | 22:27 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pembelian kembali (buyback) saham dan momentum Lebaran menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan maupun pergerakan harga saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) tahun ini. Sedangkan penurunan luas areal gerai ritel bisa menjadi penekan penjualan perseroan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya mengungkapkan, Ramayana telah menerima persetujuan pemegang saham untuk menggelar buyback sebanyak 354,8 juta saham atau senilai Rp 350 miliar.

Buyback tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan manajemen perseroan terhadap prospek saham perseroan dan harga saham saat ini dinilai masih di bawah harga wajar,” tulis Christine dalam risetnya.

Salah satu gerai Ramayana Lestari Sentosa. Foto: Defrizal
Salah satu gerai Ramayana Lestari Sentosa. Foto: Defrizal

Mengenai prospek usaha, menurut dia, manajemen perseroan menargetkan peningkatan penjualan sebesar 138% menjadi Rp 2 triliun pada kuartal II-2021 dibandingkan kuartal II-2020 yang senilai Rp 839 miliar dan kuartal II-2019 sebesar Rp 3,7 triliun.

“Kami meyakini bahwa perseroan bisa mencapai target tersebut,” jelas dia.

Perbaikan kinerja keuangan Ramayana sudah terlihat dari realisasi kuartal IV-2020, dengan rugi bersih yang lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Begitu juga dengan pendapatan perseroan yang meningkat 46,2% menjadi Rp 626 miliar dibandingkan kuartal III-2020.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi trading buy saham RALS dengan target harga Rp 950. Target harga tersebut mempertimbangkan besarnya posisi kas perseroan, meskipun perseroan menggelar buyback saham dan pembagian dividen.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan sentiment positif dari Idul Fitri dan membaiknya perekonomian nasional.

Harga saham RALS dalam satu dekade terakhir, prospek RALS, dan kinerja keuangan Ramayana Lestari Sentosa.
Harga saham RALS dalam satu dekade terakhir, prospek RALS, dan kinerja keuangan Ramayana Lestari Sentosa.

Target ini juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih Ramayana menjadi Rp 300,5 miliar tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu yang mencatat rugi bersih Rp 138,9 miliar. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan naik dari Rp 2,52 triliun menjadi Rp 4,56 triliun.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny menyoroti penurunan total luas areal gerai Ramayana tahun ini dengan perkiraan turun 4,9% menjadi 927 ribu meter persegi dan diharapkan meningkat menjadi 945 ribu meter persegi tahun 2022. Perseroan juga akan menghadapi peningkatan biaya sewa sejumlah gerai tahun ini. Hal itu mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk memangkas perkiraan kinerja keuangan Ramayana tahun 2021-2022.

“Penurunan luas areal gerai bisa memicu tingkat pertumbuhan penjualan perseroan di bawah target yang sebelumnya kami tetapkan. Kami memilih untuk merevisi turun target penjualan Ramayana tahun ini sebesar 2,3% dan 5,3% pada 2022,” tulis Andreas dalam risetnya.

Dia menurunkan target laba bersih Ramayana tahun ini dari Rp 324,1 miliar menjadi Rp 316,5 miliar. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 3,82 triliun menjadi Rp 3,65 triliun. Adapun target pendapatan dan laba bersih perseroan tahun 2022 direvisi turun masing-masing dari Rp 4,29 triliun menjadi Rp 4,04 triliun dan Rp 456,9 miliar menjadi Rp 432,9 miliar.

Terkait buyback saham, dia menyebutkan bahwa itu bisa menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga RALS.

Salah satu Ramayana. Foto ilustrasi: DEFRIZAL
Salah satu Ramayana. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Aksi korporasi tersebut digelar pada 15 April hingga 14 Oktober 2021. “Buyback ini menggambarkan bahwa harga RALS masih di bawah harga wajar dibandingkan prospek penguatan kinerja keuangan perseroan, sehingga bisa menjadi sentiment positif terhadap perseroan,” jelas Andreas.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas memangkas target harga RALS dari Rp 1.050 menjadi Rp 1.000 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE sekitar 17 kali atau jauh di bawah rata-rata selama ini.

Sebelumnya, Ramayana mengumumkan bahwa pihaknya mengalokasikan dana Rp 350 miliar untuk mendukung buyback saham. Adapun alasan dilakukannya aksi korporasi tersebut karena perseroan memiliki likuiditas yang cukup, sehingga bermaksud untuk meningkatkan nilai pemegang saham dengan mengembalikan kelebihan arus kas kepada para pemegang saham.

Meskipun mengalami kerugian pada 2020 akibat pandemi Covid-19, perseroan sudah mencetak laba pada tahun-tahun sebelumnya dan direksi perseroan telah berhasil memelihara kecukupan likuiditas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN