Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kino Indonesia Tbk (KINO)

PT Kino Indonesia Tbk (KINO)

Harapan Baru Kino Indonesia

Selasa, 12 Januari 2021 | 05:46 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Permintaan terhadap seluruh produk PT Kino Indonesia Tbk (KINO) yang diperkirakan meningkat seiring membaiknya pasar bakal mendorong kinerja keuangan perseroan pada 2021. Pertumbuhan paling pesat diprediksi terjadi pada produk perawatan tubuh (personal care).

Adapun produk Kino Indonesia selain personal care adalah minuman dan produk farmasi. Sepanjang 2020, penurunan penjualan produk personal care tergolong rendah, sehingga tahun ini bakal jauh lebih baik dan menjadi harapan baru bagi perseroan.

Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Darien Sanusi mengungkapkan, penjualan produk personal care Kino Indonesia tahun ini diproyeksi tumbuh 9% dibandingkan 2020 yang diperkirakan turun 1%. Sementara, penjualan minuman diharapkan naik 7% pada 2021 dibandingkan 2020 yang diproyeksi turun 13%.

“Selama ini, penjualan produk farmasi menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan Kino Indonesia.Namun, kondisinya berbalik pada 2020, terutama setelah Filipina menerapkan lockdown,” tulis Heribertus dan Darien dalam risetnya. Heribertus dan Darien menurunkan perkiraan laba bersih Kino Indonesia tahun 2020 dari Rp 297 miliar menjadi Rp 225 miliar.

Proyeksi penjualanperseroan juga diturunkan dari Rp 5,09 triliun menjadi Rp 4,2 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih perseroan tahun 2021 dipangkas dari Rp 375 miliar menjadi Rp 249 miliar.

Proyeksi penjualan perseroan tahun 2021 pun diturunkan dari Rp 5,58 triliun menjadi Rp 4,59 triliun. Revisi turun ini mempertimbangkan rendahnya realisasi kinerja perseroan hingga kuartal III-2020 yang di bawah estimasi Trimegah Sekuritas.

Meski demikian, saham Kino Indonesia berkode KINO tetap direkomendasikan beli dengan target harga direvisi turun dari Rp 4.500 menjadi Rp 3.800. Target harga tersebut berdasarkan estimasi PE KINO tahun 2021 sekitar 22 kali.

Lebih Konservatif

Kino Indonesia.
Kino Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Direktur Kino Indonesia Harry Sanusi mengatakan, perseroan akan lebih konservatif dalam menyusun rencana kerja tahun 2021. Perseroan memperkirakan jumlah belanja modal (capital expenditure/ capex) 2021 tidak jauh berbedadengan tahun 2020 sekitar Rp 320 miliar.

Menurut dia, pandemi Covid-19 membuat utilisasi produksi perseroan menjadi turun, sehingga untuk mengatasi hal tersebut perseroan akan lebih konservatif dalam merencanakan capex.

“Kami bisa mengombinasikan utilitas yang belum maksimal, sehingga capex 2021 tidak terlalu agresif,” jelas dia, belum lama ini.

Harry menegaskan, langkah tersebut seiring dengan strategi perseroan yang fokus untuk melakukan efisiensi terhadap operasional produksi agar tidak meningkatkan beban kinerja keuangan.

Selain itu, pihaknya fokus meningkatkan produksi pada produk-produk yang tengah dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi, salah satunya produk sanitasi.

“Kebetulan kami punya produk berbasis sanitasi, sehingga itu akan mendongkrak atau mem-balance produk yang terdampak pandemi,” ujarnya.

Kino Indonesia. Foto: Perseroan.
Kino Indonesia. Foto: Perseroan.

Adapun produk pada segmen personal care menjadi yang paling terdampak pandemi, terutama produk-produk yang berkaitan dengan kecantikan. Sebab, di tengah pandemi, permintaan terhadap produk perawatan kecantikan menjadi turun seiring dengan keterbatasan gerak masyarakat yang membuat produk ini tidak terlalu dibutuhkan masyarakat.

Hingga kuartal III-2020, laba periode berjalan Kino Indonesia sebesar Rp 118,64 miliar, anjlok 67,52% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 365,29 miliar.  

Sedangkan penjualan perseroan mencapai Rp 3,11 triliun, turun 11,9% dari Rp 3,48 triliun. Secara rinci, penjualan ini disumbang oleh segmen perawatan tubuh sebesar Rp 1,58 triliun. Kemudian, segmen minuman dan makanan berkontribusi masing-masing Rp 1,18 triliun dan Rp 290,95 miliar.

Kemudian, sektor farmasi senilai Rp 40,81 miliar dan makanan hewan Rp 11,09 miliar. Beban pokok penjualan juga turun 14,05% atau setara denganRp 1,59 triliun, sehingga laba kotor yang diperoleh Kino Indonesia pada akhir kuartal III-2020 mencapai Rp 1,51 triliun.

Meski begitu, peningkatan beban bunga sebesar 60,98% dan administrasi bank hingga 117,28% menekan laba bersih perseroan menjadi Rp 160,76 miliar hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 441,74 miliar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN