Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indofood. Foto: dok.

Indofood. Foto: dok.

Indofood Tumbuh Solid Berkat Dukungan Anak Usaha

Parluhutan Situmorang, Selasa, 19 November 2019 | 10:57 WIB

JAKARTA, investor.id - Ekspektasi solidnya kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ditambah tren kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) membuat perkiraan kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) solid ke depan. Bahkan, kinerja keuangannya diperkirakan lampaui estimasi semula.

Analis Danareka Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, ekspektasi solidnya pertumbuhan kinerja anak usahanya, Indofood CBP, ditambah tren kenaikan harga CPO akan menjadi katalis positif terhadap pertumbuhan kinerja keaungan dan saham perseroan tahun ini.

“Kami memperkirakan pertumbuhan kinerja keuangan Indofood CBP bakal tumbuh solid didukung harga bahan baku yang cenderung rendah. Hal ini akan berimbas positif terhadap kinerja keuangan Indofood,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Selain faktor Indofood CBP, Natalia menyebutkan, Indofood diproyeksikan mendapatkan berkah dari bisnis CPO tahun depan. Perkiraan suplai minyak sawit mentah yang cenderung turun akan berimbas terhadap kenaikan harga jualnya. Penurunan suplai dipengaruhi atas penanaman kembali (replanting) sejumlah lahan sawit dan penurunan produktivitas kebun akibat pengurangan penggunaan pupuk berimbas terhadap penurunan suplai. Kondisi ini akan memicu penurunan suplai CPO di pasar global mulai tahun depan.

Indofood. Foto: IST
Indofood. Foto: IST

“Kami juga melihat ekspektasi kenaikan harga CPO didukung atas program B30 yang dimulai Januari 2020. Program tersebut akan meningkatkan daya serap CPO berkisar 2,5-3 juta ton yang tentu akan berimbas terhadap kenaikan harga jualnya ke depan,” terangnya.

Faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan Indofood tahun 2019 dan 2020. Revisi naik tersebut merefleksikan perkiraan margin keuntungan perseroan akan lebih besar, dibandingkan perkiraan semula. Perkiraan laba bersih tahun ini direvisi naik tipis dari Rp 4,60 triliun menjadi Rp 4,64 triliun.

Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 80,41 triliun menjadi Rp 80,09 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih tahun 2020 direvisi naik dari Rp 5,08 triliun menjadi Rp 5,27 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 86,40 triliun menjadi Rp 85,90 triliun.

Tahun 2018, perseroan berhasil meraup pendapatan senilai Rp 73,39 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 4,16 triliun.

Tren kenaikan harga jual mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham INDF dari Rp 7.700 menjadi Rp 8.800 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan revisi naik target harga saham ICBP. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE perseroan tahun 2020 mencapai 14,7 kali.

Indofood CBP. Foto: IST
Indofood CBP. Foto: IST

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma sebelumnya menyebutkan, realisasi kinerja keuangan Indofood CBP bertumbuh solid hingga September 2019. Penjualan mie perseroan juga tumbuh solid mencapai 7% didukung besarnya alokasi program keluarga harapan (PKH) pemerintah. Bahkan, gross margin perseroan tercatat yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

“Kami memilih menaikkan proyek penjualan perseroan tahun 2020 sebesar 1,2% dan laba bersih mencapai 5,9%. Peningkatan ini didukung atas solidnya pertumbuhan kinerja keuangan, termasuk margin keuntungan perseroan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Mirae Asset Sekuritas juga memilih mempertahankan rekomendasi beli saham ICBP dengan target harga Rp 13.200. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PER perseroan tahun 2020 berkisar 26,7 kali.

Sementara pada Juli lalu, Indofood membeli sebanyak 56,24 juta saham Indofood Agri Resources Ltd (IFAR) di Bursa Efek Singapura. Nilai transaksinya mencapai Sin$ 18,27 juta atau Rp 190,58 miliar.

Sekretaris Perusahaan Indofood Sukses Makmur Victor Suhendra mengatakan, perusahaan sebelumnya menaikkan harga penawaran tunai bersyarat (tender offer) IndoAgri menjadi Sin$ 0,33 dari semula Sin$ 0,28. Penawaran ini merupakan upaya perseroan dalam membeli 25,66% saham publik pada anak usaha perseroan yang tercatat di Bursa Efek Singapura tersebut.

Harga penawaran direvisi setelah disesuaikan dengan pembayaran dividen Indofood Agri atau IndoAgri tahun buku 2018. “Perseroan tidak berencana untuk melakukan perubahan lebih lanjut atas harga penawaran final tersebut,” jelas dia.

Bagi pemegang saham yang telah menerima penawaran sebelum pengumuman perubahan harga penawaran, kata Victor, tidak perlu melakukan tindakan lain atas penerimaan penawaran. Pemegang saham berhak menerima harga penawaran final tersebut pada saat dilakukan pelunasan penawaran.

Sebagai informasi, tenggat waktu penawaran telah diperpanjang menjadi 25 Juni 2019, dari semula 24 Mei 2019. Hal ini dilakukan karena hingga 23 Mei 2019, perseroan baru mengantongi penawaran sebanyak 102,82 juta saham yang mewakili 7,37% dari total saham IndoAgri. Alhasil, syarat penawaran masih belum terpenuhi. Berdasarkan laporan tahunan IndoAgri per Maret 2019, Grup Indofood menguasai 74,34% atau 1,04 miliar saham IndoAgri dari total saham yang beredar 1,44 miliar.

Aksi pembelian seluruh saham IndoAgri pada publik dilakukan karena IndoAgri berencana keluar (delisting) dari Bursa Efek Singapura. IndoAgri resmi tercatat di Bursa Efek Singapura pada 2007. IndoAgri merupakan induk usaha dari PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dan PT PP London Sumatera Tbk (LSIP).

Di Indonesia, IndoAgri menguasai 251.112 ha kebun sawit, 16.678 ha kebun karet, dan 13.595 ha kebun tebu. Selain itu, perseroan juga memiliki aset 79.268 ha kebun tebu di Brasil.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA