Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk

Kegiatan di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk

Integra Indocabinet di Tengah Penguatan Pasar Furnitur Kayu Dunia

Jumat, 16 Juli 2021 | 04:49 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Berlanjutnya penguatan pasar furnitur kayu dunia sejalan dengan perbaikan ekonomi global akan menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD). Perseroan juga didukung oleh pelemahan dominasi Tiongkok di pasar Amerika Serikat (AS).

Selain faktor tersebut, Integra Indocabinet merupakan perusahaan terintegrasi perkayuan yang memiliki konsesi pengelolaan hutan dengan sertifikasi global. Hal ini memungkinkan produk kayu olahan perseroan bisa diterima dengan mudah di pasar global dan mampu bersaing dengan produsen dari Negara lainnya.

Analis Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir telah berdampak pada perubahan standar gaya hidup masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang mendorong peningkatan pendapatan turut mendongkrak permintaan produk industri perumahan.

Aktivitas pekerja di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk. Sumber: BSTV
Aktivitas pekerja di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk. Sumber: BSTV

Ketika pendapatan seseorang mengalami peningkatan, menurut dia, belanja desain interior perumahan tentu mengalami peningkatan.

“Tren positif tersebut berdampak pada peningkatan permintaan pasar furniture berbahan baku kayu. Apalagi, furnitur berbahan baku kayu masih menjadi pilihan teratas konsumen,” tulis Andrianto dalam risetnya.

Sementara itu, Fior Markets dalam data terbarunya menyebutkan bahwa nilai pasar furniture berbahan baku kayu global mencapai US$ 214,18 miliar pada 2020. Pertumbuhan pasar ditopang oleh permintaan furniture untuk rumah residensial, termasuk peralatan dapur, kamar tidur, ruang makan, dan ruangan lainnya, dengan pangsa pasar mencapai 68,55% pada 2020.

Harga saham WOOD sejak pencatatan saham perdana
Harga saham WOOD sejak pencatatan saham perdana

Data tersebut juga mengungkap bahwa furnitur berbahan baku kayu masih menjadi pilihan teratas. Sedangkan nilai pasar furnitur kayu diperkirakan meningkat menjadi US$ 309,99 miliar pada 2028 atau merefleksikan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 4,73% per tahun untuk periode 2021-2028.

Data tersebut juga menyebutkan bahwa pasar impor furnitur kayu terbesar masih berasal dari Amerika Serikat (AS). Tahun 2020, negara tersebut mengimpor furnitur kayu senilai US$ 25,8 miliar atau naik 1,2% dari tahun 2019.

Tingginya permintaan furniture AS di tengah perang dagang AS dengan Tiongkok tentu menjadi potensi besar bagi produsen negara-negara lain, khususnya Indonesia. “Indonesia menjadi satu dari beberapa negara yang diuntungkan atas kondisi tersebut. Hal ini terlihat dari tren peningkatan ekspor furnitur kayu olahan dalam beberapa tahun terakhir,” jelas Andrianto 

Selain faktor pertumbuhan pasar AS, Integra Indocabinet akan diuntungkan atas kepemilikan sertifikat Forest Stewardship Council (FSC) yang menunjukkan bahwa bahan baku kayu yang dimanfaatkan bersumber dari hutan dengan pengelolaan bertanggungjawab yang memberikan manfaatkan secara lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hal ini bisa diterapkan setelah perseroan memiliki konsesi pengelolaan hutan di Kutai yang telah memiliki sertifikasi FSC.

Aktivitas pekerja di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk. Sumber: BSTV
Aktivitas pekerja di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk. Sumber: BSTV

Dia juga memberikan pandangan bahwa Integra Indocabinet diuntungkan atas keberadaannya di Indonesia yang terkenal dengan hutan terbesar ketiga di dunia. Kondisi tersebut memberikan perseroan memiliki nilai tambah yang didukung oleh ketersediaan bahan baku yang baik dengan harga kompetitif. Apalagi, pemerintah telah menerapkan kebijakan pelarangan ekspor bahan baku kayu.

“Kondisi ini bisa menciptakan margin keuntungan perseroan tetap stabil, meski menghadapi persaingan dari perusahaan furniture global. Perseroan juga bisa bersaing dengan sejumlah furnitur kayu asal Vietnam yang mengandalkan bahan baku kayu impor,” ungkap Andrianto.

Kinerja keuangan Integra Indocabinet
Kinerja keuangan Integra Indocabinet

Sejumlah faktor tersebut diharapkan mendorong lonjakan laba bersih Integra Indocabinet menjadi Rp 377 miliar tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu senilai Rp 314 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan proyeksi kenaikan pendapatan perseroan menjadi Rp 3,74 triliun dibandingkan raihan tahun 2020 mencapai Rp 2,96 triliun.

Sebab itu, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli sahamWOOD dengan target harga Rp 920. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 15,3 kali dibandingkan harga saham WOOD di pasar yang baru mencerminkan PE sekitar 12,8 kali.

Sebelumnya, manajemen Integra Indocabinet menyebutkan bahwa perseroan telah membukukan sales order mencapai Rp 2,6 triliun sepanjang periode Januari-Mei 2021. Perolehan tersebut didukung oleh tingginya permintaan pasar ekspor furnitur dan building component, khususnya Amerika Serikat, bersamaan dengan pulihnya permintaan domestik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN