Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV

Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV

Japfa Raih Banyak Sentimen Positif

Rabu, 14 Oktober 2020 | 06:00 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di Jakarta dan berlanjutnya program culling atau pemusnahan induk ayam yang tidak produktif akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) tahun ini. Katalis positif lainnya adalah langkah perseroan yang mengakuisisi PT So Good Food.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Nashrullah Putra mengungkapkan, Japfa Comfeed juga mendapat sentimen positif dari industri hotel, restoran, dan kafe yang mulai beroperasi penuh. Sementara itu, mengenai akuisisi So Good Food, hal itu dapat menguntungkan perseroan dari aspek bisnis maupun transaksi.

“Dengan mengakuisisi So Good Food, ruang lingkup bisnis Japfa Comfeed semakin lengkap mulai dari hulu sampai hilir. Secara nilai, harga pembelian tersebut tergolong menarik sebesar Rp 1,2 triliun atau setara dengan 4,9 kali PE tahun 2020,” tulis Nashrullah dalam risetnya, baru-baru ini.

Menurut dia, akuisisi So Good Food merupakan waktu yang tepat saat masyarakat dituntut untuk berdiam di rumah. Sebab, bisnis penjualan makanan olahan berpeluang bangkit dalam jangka pendek dan panjang.

So Good Food mencatatkan pertumbuhan penjualan segmen frozen food sebesar 16% dan segmen ambient product mencapai 16% sepanjang semeseter I-2020. Peningkatan tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 5,8% menjadi US$ 98,3 juta dari US$ 92,9 juta. EBITDA tergolong baik sebesar US$ 13,7 juta dengan margin sebesar 13,9%.

Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV
Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV

Meski demikian, Nashrullah mengakui bahwa Japfa masih menghadapi kondisi pasar yang tetap menantang pada semester II tahun ini, sebelumnyaperseroan mencatat rugi bersih Rp 188 miliar pada kuartal II-2020 seiring pengetatan PSBB di Jakarta bersamaan dengan penurunan rata-rata harga jual ayam.

“Namun, dengan adanya program culling kelima dan keenam, kami memperkirakan harga jual ayam akan membaik,” jelasnya.

Dengan ekspektasi kembalinya permintaan konsumsi daging ayam pada paruh kedua tahun ini dan didukung berlanjutnya program culling oleh pemerintah guna menyetabilkan harga jual daging ayam akan berdampak positif terhadap perseroan.

Sebab itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham JPFA dengan target harga direvisi naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.600. Target harga tersebut sudah mempertimbangkan perkiraan penurunan laba bersih Japfa menjadi Rp 721 miliar tahun ini dan peningkatan tahun depan menjadi Rp 1,61 triliun dibandingkan perolehan 2019 yang sebesar Rp 1,76 triliun.

Pendapatan perseroan tahun ini juga diperkirakan turun menjadi Rp 34,47 triliun dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 36,74 triliun. Sedangkan tahun depan diprediksi naik menjadi Rp 41,74 triliun.

Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV
Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV

Sementara itu, pandangan positif terhadap industri peternakan dan pakan ternak juga disampaikan analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma Almira melalui risetnya. Menurut dia, keputusan pemerintah terkait program culling dan kecenderungan membaiknya permintaan pasar akan menjadi sentimen positif kinerja keuangan perusahaan peternakan ayam, termasuk Japfa.

Perseroan juga bakal didukung oleh ekspansi pasar ekspor makanan olahan. Harga jual ayam pedaging mulai meningkat pada Agustus 2020 setelah dua bulan sebelumnya turun signifikan. Peningkatan harga jual tersebut ditopang oleh keputusan pemerintah untuk melanjutkan program culling kelima dan keenam tahun ini untuk menciptakan ekuilibrium harga jual daging ayam.

“Meski demikian, kebijakan pemerintah untuk mengharuskan penyerapan ayam dari peternak oleh perusahaan unggas besar bisa menjadi sentiment negatif terhadap emiten peternakan,” ungkap Emma.

Berdasarkan data di lapangan bahwa rata-rata harga jual ayam pedaging di Pulau Jawa turun 18,6% menjadi Rp 13.500 per kilogram (kg) pada Agustus 2020 dibandingkan periode sama bulan sebelumnya. Penurunan dipengaruhi oleh membanjirnya pasokan ayam di pasaran. Begitu juga dengan harga jual anak ayam usia sehari (DOC) yang turun 36% menjadi Rp 2.900 per ekor pada Agustus 2020.

Namun, memasuki bulan September, rata-rata harga jual daging ayam menunjukkan peningkatan menjadi Rp 13.900 per kg atau naik 3,2% dari bulan sebelumnya. Peningkatan sejalan dengan upaya peternak untuk memangkas produksi akibat penurunan permintaan pasar dan rendahnya penyerapan dalam dua bulan terakhir.

“Kami melihat bahwa hanya sedikit peluang penurunan kembali harga jual daging ayam ke depan, apalagi setelah pemerintah melakukan intervensi untuk mendongkrak harga jual. Sedangkan harga jual DOC diperkirakan tetap rendah mencapai Rp 3.000 per ekor,” jelas dia.

Emma mengharapkan harga jual daging ayam cenderung meningkat pada Oktober hingga beberapa bulan mendatang. Sebab itu, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral saham perusahaan peternakan dan pakan ternak.

Saham JPFA sendiri direkomendasikan hold dengan target harga Rp 970. Sebelumnya, Japfa Comfeed dan anak usahanya, PT Ciomas Adisatwa, membeli 100% saham So Good Food dari Jupiter Foods Pte Ltd dan Annona Pte Ltd. Nilai pembelian saham tersebut mencapai Rp 1,21 triliun.

“Perseroan membeli 500 ribu saham So Good Food. Pembelian saham ini termasuk 1.000 saham Seri A PT So Good Food Manufacturing milik Jupiter,” ungkap perseroan dalam prospektusnya.

Pembayaran transaksi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, perseroan akan membayar 30% dari harga pembelian secara tunai pada 30 November 2020. Tahapan ini terdiri atas tiga skema pembayaran, yakni sebesar Rp 363,18 miliar akan dibayarkan perseroan kepada Jupiter.

Kemudian, sebesar Rp 1,03 miliar akan dibayarkan Ciomas kepada Annona dan Rp 18,2 miliar akan dibayarkan perseroan kepada Jupiter.

Tahap kedua, yakni sebesar 70% dari harga pembelian atau Rp 849,89 miliar akan dibayarkan dengan menerbitkan promissory notes kepada Jupiter. Promissory notes ini akan dikenakan bunga sebesar JIBOR+2,25% sejak 16 April 2021.

Lebih lanjut, transaksi pembelian akan dilakukan pada 30 November 2020. Bersamaan dengan pengalihan saham, Jupiter juga akan mengalihkan merek dagang dan paten yang diregistrasi atas nama Jupiter dan Japfa Ltd.

Pabrik Japfa Comfeed di Lampung. Foto: Investor Daily/ Gora Kunjana
Pabrik Japfa Comfeed di Lampung. Foto: Investor Daily/ Gora Kunjana

Sebelumnya, Wakil Direktur Japfa Comfeed Indonesia Bambang Budi Hendarto mengatakan, perseroan menerapkan efisiensi dengan tetap menjaga kualitas produk guna menopang kinerja keuangan perseroan tahun ini.

“Kami akan tetap melakukan hedging sebagai upaya menurunkan risiko terhadap kewajiban pembayaran dalam mata uang asing terutama untuk pembelian bahan baku pakan ternak kepada para supplier,” ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN