Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Kekuatan Vale Indonesia Lanjutkan Pertumbuhan

Parluhutan Situmorang, Senin, 10 Juni 2019 | 09:29 WIB

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memiliki kekuatan untuk menopang pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka panjang. Pertumbuhan datang dari peningkatan volume produksi, diversifikasi sumber energi pabrik, dan kualitas nikel perseroan tergolong terbaik di dunia.

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan, Vale Indonesia merupakan produsen nikel yang menghasilkan produk premium, dibandingkan produsen global lainnya. Perseroan memiliki kandungan biji nikel tingkat pertma dengan rata-rata 1,79%, dibandingkan produksi nikel global lainnya berkisar 1,58%.

“Perseroan tidak hanya memproduksi bijih nikel premium, tetapi juga nikel olahan kelas satu yaitu nikel matte dengan kandungan sebesar 78%, dibandingkan dengan feronikel dan NPI. Kandungan biji nikel premium tersebut menjadi keunggulan perseroan dalam bersaing di pasar global,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, Vale Indonesia juga tercatat sebagai satu-satunya produsen nikel dalam matte di Indonesia. Perseroan jugaa memiliki cadangan nikel besar dengan total cadangan mencapai 116,5 juta ton yang berada di area konsesi penambangan seluas 118 ribu hektare untuk menopang pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.

Pertumbuhan perseroan, ungkap dia, didukung atas upaya perseroan secara terus menurus untuk mendiversifikasi pemanfaatan sumber energi guna menciptakan efisiensi. Perseroan memanfaatkan sumber energi HSFO dan minyak diesel untuk proses produksi. Namun saat ini penggunaan energi batubara kalori tinggi mulai ditingkatkan.

“Keinginan perseroan untuk melanjutkan diversifikasi penggunaan energi sebagai strategi untuk menciptakan efisiensi, sehingga kami percaya bahwa biaya bahan bakar Vale Indonesia akan tetap terjaga pada level 30% dari total biaya produksi ke depan,” ungkapnya.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA