Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Telkom. Foto ilustrasi: EMRAL

Telkom. Foto ilustrasi: EMRAL

Keunggulan Telkom di Bawah Sinyal Pelemahan Daya Beli Masyarakat

Parluhutan Situmorang, Jumat, 26 Juni 2020 | 04:31 WIB

JAKARTA, investor.id - Penurunan daya beli masyarakat sejalan dengan peningkatan jumlah pengangguran dan kemiskinan bisa menjadi faktor penekan pertumbuhan emiten telekomunikasi sepanjang tahun ini. Sedangkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom tetap menjadi pilihan teratas untuk saham telekomunikasi.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa tren peningkatan trafik data telekomunikasi akan terganggu penurunan daya beli masyarakat dalam jangka menengah.

Setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia terlihat data peningkatan jumlah pengangguran. Diperkirakan, jumlah pengangguran melonjak tahun ini. Kementerian Keuangan memperkirakan angka pengangguran bisa meningkat dari 5% menjadi sekitar 7,3-9% tahun ini. Sedangkan Bank Dunia memperkirakan bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia berpotensi naik menjadi 11% tahun ini dibandingkan tahun lalu yang mencapai 9%. Per tumbuhan produk demestik bruto (PDB) diperkirakan hanya tumbuh sebesar 2,1% tahun ini.

Sejumlah faktor tersebut diperkirakan menekan belanja telekomunikasi masyarakat. “Kami memperkirakan pertumbuhan trafik data telekomunikasi akan kembali normal pada semester II tahun ini setelah terjadi lonjakan berkisar 40- 64% pada kuartal I-2020 yang didukung oleh penerapan bekerja dari rumah,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Lee Young Jun dalam risetnya, baru-baru ini.

Terkait fokus operator telekomunikasi pada paruh keduatahun ini, dia mengungkapkanbahwa itu tetap pada peningkatan pangsa pasar dan peningkatan rata-rata penggunaan per nomor (ARPU) dengan menciptakan kompetisi yang sehat.

Sedangkan iklim persaingan bisnis telekomunikasi diperkirakan tetap sehat tahun ini dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan cenderung mendatar.

Gedung PT Telkom Tbk
Gedung PT Telkom Tbk

Berdasarkan hasil diskusi dengan sejumlah operator telekomunikasi, menurut dia, mereka tidak akan menciptakan kompetisi yang tidak penting di tengah situsasi seperti sekarang ini. Hal ini membuat tingkat perang harga kemungkinan tidak terjadi tahun ini, seperti yang melanda industri ini pada 2018.

“Kami memperkirakan harga paket data telekomunikasi tetap stabil sepanjang semester II tahun ini,” jelas Young Jun.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor telekomunikasi. Rekomendasi tersebut mengantisipasi tetap stabilnya bisnis sektor ini sepanjang tahun ini.

Sedangkan saham pilihan utama sektor ini masih TLKM karena didukung kas keuangan yang kuat, jumlah pelanggan terbanyak, dan kualitas jaringan yang relatif paling baik. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.960. Target harga tersebut menggambarkan aktraktif dividen, pertumbuhan kinerja operasional yang membaik, dan ekspektasi peningkatan trafik data telekomunikasi perseroan mencapai 10% tahun ini.

Target tersebut juga telah mempertimbangkan kemungkinan perseroan kesulitan menaikkan tariff data akibat penurunan daya beli masyarakat.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Octaviani mengungkapkan, kinerja keuangan Telkom diperkirakan tumbuh positif tahun ini, meskipun Indonesia masih dilanda pandemic Covid-19. Justru kejadian tersebut membuat lonjakan trafik data perseroan dalam beberapa bulan terakhir.

“Pengaruh Covid-19 dengan kebijakan PSBB menyebabkan kenaikan trafik data Telkom. Namun, di sisi lain diproyeksi pendapatan segmen enterprise dengan profil pelanggan 56% korporasi, 29% pemerintah, dan 15% UMKM diperkirakan terpukul. Kinerja segmen mobile dan consumer (kontribusi pendapatan FY19: 65,1% dan 13,1%) diharapkan dapat menutup penurunan segmen enterprise,” tulis Selvi dalam risetnya.

Lambang Telkom
Lambang Telkom

Sejumlah fakta tersebut diharapkan   berdampak terhadap peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp 143,64 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 135,56 triliun. EBITDA perseroan juga diperkirakan naik dari Rp 64,83 triliun menjadi Rp 69,68 triliun. Laba bersih diharapkan bertumbuh dari Rp 18,66 triliun menjadi Rp 20,48 triliun sepanjang tahun ini.

Dia menambahkan, ekspektasi berlanjutnya penurunan harga saham PT Tiphone Mobile Tbk (TELE) dapat membuat Telkom mencatatkan impairment loss sebesar Rp 435 miliar tahun ini. Kendati demikian, laba bersih perseroan diperkriakan tetap tumbuh solid mencapai 9,8% dengan margin mencapai 14,3% tahun ini.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga direvisi turun dari Rp 4.700 menjadi Rp 4.300. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan EV/EBITDA tahun ini sekitar 7 kali.

Sebelumnya  Telkom sepakat membagikan dividen tunai sebesar Ro 14,26 triliun atau dengan payout ratio 81,78% dari laba bersih 2019 sebesar Rp 18,66 triliun. Sebanyak 60% dividen atau setara Rp11,20 triliun merupakan dividen tunai dan 21,78% atau Rp 4,06 triliun merupakan dividen spesial.

Dividen tunai dan dividen spesial tahun buku 2019 akan dibayarkan secara sekaligus selambat-lambatnya pada 23 Juli 2020. Adapun yang berhak menerima dividen tersebut adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan per 1 Juli 2020 sampai dengan pukul 16.15 WIB.

Sementara itu, sisanya laba bersih yang sebanyak Rp 3,4 triliun menjadi laba ditahan peseroan.

Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Telkom Tbk (Persero). (Foto: Investor Daily/IST)
Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Telkom Tbk (Persero). (Foto: Investor Daily/IST)

Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, pihaknya optimistis bisnis digital akan menjadi salah satu sumber pendorong pertumbuhan bagi perusahaan di masa mendatang, serta memantapkan langkah menjadi perusahaan telekomunikasi digital. Perseroan tetap berupaya menggelar ekspansi terutama jaringan telekomunikasi internet, meskipun menghadapi tantangan pandemic Covid-19.

“Memang sulit memprediksi kapan Covid-19 benar-benar berakhir. Secara umum ekspansi jaringan ada yang mengamali kesulitan, khususnya area yang masuk pada zona merah Covid- 19,” jelas dia.

Menurut Ririek, Telkom berupaya memperkuat posisi sebagai market leader pada domain digital connectivity dengan menghadirkan layanan berkualitas dengan jangkauan terluas. Telkom juga mengakselerasi digital platform dengan cara mengembangkan layanan data center & cloud pada tahap awal.

Sejak 2019, perseroan melakukan perubahan kebijakan bisnis dengan berfokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi yang bersifat recurring. Lini bisnis tersebut termasuk pada layanan enterprise solutions seperti enterprise connectivity, data center dan cloud, dan secara selektif mengurangi dan tidak memprioritaskan solusi bisnis yang memiliki tingkat margin relatif rendah dan non-recurring.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN