Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indocement

Indocement

Kiat Indocement Pertahankan Volume Penjualan

Parluhutan Situmorang, Senin, 18 November 2019 | 09:01 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diproyeksikan kewalahan mengejar target volume penjualan semen tahun ini sesuai dengan perkiraan manajemen awal 2019. Hal ini dipengaruhi atas rendahnya permintaan pasar dan ketatnya persaingan.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah analis memilih untuk memangkas turun target volume penjualan semen perseroan tahun ini. Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa pemangkasan target volume penjualan didasarkan atas rendahnya pencapaian perseroan hingga Oktober 2019.

Pemangkasan juga dipengaruhi atas rendahnya pertumbuhan permintaan semen di pasar domestik. Danareksa Sekuritas memangkas target volume penjualan semen Indocement tahun ini dari 18,49 juta ton menjadi 17,70 juta ton, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 19,1 juta ton.

Sedangkan proyeksi volume penjualan semen perseroan tahun depan juga dipangkas dari 19,20 juta ton menjadi 17,70 juta ton.

“Pemangkasan tersebut juga sejalan dengan penurunan volume konsumsi semen nasional sekitar 1,1% menjadi 56,36 juta ton hingga Oktober 2019. Penurunan dipicu atas rendahnya permintaan semen di pulau Jawan dan Sumatera,” tulis analis Danareksa Sekuritas Maria Renata dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

indocement
Indocement. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

Penurunan target volume berimbas terhadap revisi turun target kinerja keuangan perseroan periode 2019 dan 2020. Target pendapatan tahun ini direvisi turun dari Rp 16,55 triliun menjadi Rp 15,90 triliun. Sedangkan estimasi laba bersih tahun 2019 direvisi turun dari Rp 1,63 triliun menjadi Rp 1,62 triliun. Namun revisi turun laba tergolong rendah, karena margin laba bersih (net profit margin/NIM) diperkirakan justru naik menjadi 10,2% tahun ini. Walapun target volume penjualan dan kinerja keuangan dipangkas,

Danareksa Sekuritas justru menaikkan target harga saham INTP dari RP 20.900 menjadi Rp 21.600 dengan rekomendasi dipertahankan hold. Peningkatan target harga tersebut didasarkan valuasi DCF. Revisi turun target volume penjualan juga diberikan analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Sebastian Tobing. Menurut mereka, target volume penjualan semen perseroan tahun ini dipangkas menjadi turun sekitar 2%. Pemangkasan tersebut didasarkan angka penjualan volume semen perseroan hingga Oktober 2019, yaitu terjadi penurunan volume penjualan sekitar 1,5%.

Sedangkan volume penjualan perseroan tahun depan diharapkan hanya tumbuh sekitar 2%. Pemangkasan target volume tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk merevisi turun perkiraan pendpatan perseroan tahun 2019 dan 2020. Estimasi pendapatan perseroan direvisi turun sekitar 4,3% menjadi Rp 15,99 triliun, dibandingkan ekspektasi semula. Sedangkan estimasi laba bersih direvisi naik sebesar 10% menjadi Rp 1,68 triliun. Begitu juga perkiraan pendapatan tahun 2020 direvisi turun sebesar 5% menjadi Rp 16,91 triliun, dibandingkan proyeksi semula. Namun perkiraan laba bersih direvisi naik sekitar 10,1% menjadi RP 2,09 triliun tahun depan.

“Revisi naik perkiraan laba bersih sejalan dengan perkiraan margin keuntungan perseroan lebih besar tahun ini. Hal ini dipengaruhi atas peningkatan harga jual semen perseroan bersamaan dengan penurunan beban produksi,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Trimegah Sekuritas memperkirakan laba bersih perseoran akan terus lanjutkan pertumbuhan, meskipun volume penjualan turun. Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi neutral saham INTP dengan target harga direvisi naik dari Rp 21.000 menjadi Rp 22.000. Revisi naik target harga juga dihitung dengan membandingkan dengan harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang sudah premium.

Pangsa Pasar

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengatakan, manajemen Indocement sebelumnya memberikan pandangan cukup optimistis terhadap permintaan semen pada kuartal akhir tahun ini. Pandangan tersebut didukung atas situasi politik lebih kondusif, musim kemarau yang lebih panjang, dan percepatan penyerapan anggaran pemerintah menjelang akhir tahun.

“Meski permintaan diprediksi meningkat kuartal IV-2019, manajemen perseroan memperkirakan volume penjualan semen nasional tahun ini diperkirakan tetap stagnan. Namun volume penjualan semen nasional diharapkan tumbuh 3-4% tahun 2020,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.

Mirae Asset Sekuritas juga memberikan pandangan positif atas kuatnya penetrasi pasar perseroan di Jawa Barat. Menurut Mimi, kuatnya permintaan semen di Jawa Barat hingga kuartal III-2019 mampu mengimbangi penurunan penjualan semen perseroan di Sumatera dan wilayah lainnya.

“Kami yakin bahwa Indocement akan mendapatkan manfaat paling besar, apabila permintaan semen pulau Jawa kembali meningkat tahun depan. Karena, sebagian besar pabrik semen perseroan terkonsentrasi di Jawa Barat,” terangnya.

Pihaknya juga memberikan pandangan positif atas langkah perseoran untuk menaikkan rata-rata harga jual semen tahun ini. Peningkatan tersebut berimbas terhadap peningkatan pendapatan perseroan sebesar 5,3% menjadi Rp 11,3 triliun hingga September 2019. Kenaikan pendapatan yang diikuti dengan penurunan harga batu bara dan berjalannya efisiensi produksi membuat laba bersih perseroan mencapai Rp 1,2 triliun sampai kuartal III- 2019. Laba yang kuat juga didukung atas besarnya kas internal perseroan mencpai Rp 6 triliun dan tanpa utang hingga kuartal III-2019.

Meskipun margin keuntungan perseroan diperkirakan tetap kuat sampai akhir tahun, Mirae Asset Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi hold saham INTP dengan target harga Rp 20.625 per saham. Target harga saham tersebut dinilai sudah tepat, karena harga saham INTP sekarang sudah tergolong mahal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA