Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Summarecon. Foto ilustrasi: EMRAL

Summarecon. Foto ilustrasi: EMRAL

Kiat Summarecon Pertahankan Pertumbuhan

Parluhutan Situmorang, Rabu, 12 Februari 2020 | 23:37 WIB

JAKARTA, investor.id - Penjualan unit properti (marketing sales) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diproyeksi tetap bertumbuh, sehingga berimbas positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Pertumbuhan juga didukung oleh masih tingginya permintaan rumah tapak kelas menengah-bawah.

Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Aurellia Setiabudi memproyeksikan marketing sales Summarecon Agung tahun ini mencapai Rp 4,48 triliun dibandingkan perkiraan manajemen sebesar Rp 4,5 triliun.

“Kami memperkirakan penjualan properti dari Summarecon Serpong masih menjadi penyumbang terbesar tahun ini, disusul Summarecon Bekasi. Sisanya berasal dari proyek Summarecon Bandung, Kelapa Gading, Karawang, Bogor, dan Makassar,” tulis Aurellia dalam risetnya, baru-baru ini.

Pertumbuhan penjualan properti Summarecon, menurut Aurellia, juga bakal didukung oleh fokus penjualan properti ke segmen konsumen menengah-bawah.

Sedangkan produk residensial rumah tapak masih menjadifokus penjualan perseroan tahun ini. Permintaan produk tersebut dinilai masih bertumbuh, dibandingkan dengan penjualan apartemen yang sudah mengalami kelebihan permintaan.

Selain faktor tersebut berlanjutnya pertumbuhan penjualan unit properti, pertumbuhan kinerja keuangan Summarecon bakal didukung oleh solidnya pendapatan berulang (recurring income) perseroan.

Sebagaimana diketahui, perseroan memiliki beberapa properti pusat perbelanjaan, hotel, gedung perkantoran, dan convention centre. Aurellia memperkirakan pendapatan berulang berkontribusi sekitar 40% terhadap total pendapatan Summarecon tahun ini dibandingkan tahun 2013-2015 yang berkisar 30%.

Ilustrasi apartemen. Foto: summareconserpong.com
Ilustrasi apartemen. Foto: summareconserpong.com

Perseroan masih memiliki peluang untuk menaikkan pendapatan berulang, seiring dengan rencana ekspansi perseroan untuk membangun pusat perbelanjaan baru di kota terpadu Summarecon Bandung, pengembangan kondotel di Bali, dan pengembangan hotel di Serpong dan Bandung.

Aurellia menambahkan, Summarecon diperkirakan mampu untuk mencetak margin keuntungan bersih (net margin) sebesar 10% pada 2020 dibandingkan realisasi 2018 sebesar 8%. Peningkatan margin tersebut didukung atas dominasi penjualan rumah tapak terhadap pendapatan perseroan. Sedangkan margin kotor (gross margin) diperkirakan dalam rentang 50-35%.

Tahun lalu, Summarecon Agung membukukan senilai Rp 4,13 triliun atau naik 22% dari perolehan 2018. Pertumbuhan penjualan tersebut didukung atas kesuksesan peluncuran produk baru perseroan yang menyasar konsumen bawah hingga menengah. Kenaikan tersebut juga didukung atas peluncuran sebanyak sembilan proyek residensial selama 2019 atau sama dengan pencapaian tahun 2018.

Menurut Aurellia, realisasi tersebut tergolong baik dibandingkan dengan sektor properti yang mengalami penurunan penjualan sekitar 9% pada 2019.

“Meskipun penjualan properti perseroan baik, kinerja saham perseroan justru turun sebesar 12% terhitung sejak awal tahun hingga kini. Bahkan, penurunan saham SMRA lebih besar dibandingkan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG),” ungkap dia. Berbagai faktor terebut mendorong Maybank Kim Eng Sekuritas untuk mentapkan saham SMRA sebagai pilihan teratas untuk saham sektor properti. SMRA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.650. Target tersebut juga memperkirakan kenaikan laba bersih Summarecon menjadi Rp 617 miliar tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 490 miliar.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspektasi peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp 6,43 triliun pada 2020 dibandingkan perkiraan 2019 senilai Rp 6,1 triliun.

Summarecon Agung. Foto ilustrasi: Investor Daily/Emral
Summarecon Agung. Foto ilustrasi: Investor Daily/Emral

Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad mengungkapkan, Summarecon diyakini mampu melanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan. Pertumbuhan didukung segmen properti yang dikembangkan perseroan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat.

Selain itu, properti yang dibangun sesuai dengan kebutuhan pasar. Samuel Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih Summarecon menjadi Rp 637 miliar pada 2020 dibandingkan perkiraan tahun ini mencapai Rp 528 miliar dan realisasi 2018 sebesar Rp 449 miliar.

Pendapatan perseroan juga diharapkan naik dari Rp 5,66 triliun pada 2018 menjadi Rp 5,84 triliun pada 2019 dan Rp 6,4 triliun pada 2020. Optimisme outperform penjualan properti perseroan dibandingkan perusahaan properti lainnya mendorong Samuel Sekuritas untuk menaikkan rekomendasi saham SMRA menjadi beli dengan target harga Rp 1.500.

Target harga tersebut merefleksikan diskon 40% dari perkiraan nilai aset bersih (RNAV) perseroan. Perseroan disebut telah membukukan peningkatan marketing sales sebesar 51,5% hingga Oktober 2019. Realisasi tersebut setara dengan 91% dari target tahun ini.

Ekspansi

Salah satu gerai Summarecon. Foto: Investor Daiy/EMRAL
Salah satu gerai Summarecon. Foto: Investor Daiy/EMRAL

Sekretaris Perusahaan Summarecon Agung Jemmy Kusnadi mengungkapkan, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/ capex) hingga Rp 2,7 triliun tahun ini. Salah satu bentuk ekspansi perseroan adalah pembangunan Summarecon Mall Bandung yang telah dimulai sejak Januari 2020.

Menurut dia, perseroan menargetkan pembangunan Summarecon Mall Bandung selesai pada 2021. Adapun, proyek perseroan di Bandung merupakan salah satu andalan dalam mengejar target marketing sales tahun ini yang sebesar Rp 4,5 triliun.

“Selain di Bandung, perseroan juga mengandalkan proyek di Serpong, Bekasi, Kelapa Gading, Karawang dan Makassar,” jelas dia, belum lama ini.

Summarecon Bandung merupakan perpaduan antara kawasan residensial dan komersial, yang memiliki akses dengan gerbang tol 149 kilometer (km) jalan tol Padalarang- Cileunyi. Proyek dengan skala township ini telah dimulai sejak 2015 yang merupakan salah satu bagian dari Bandung Teknopolis, ambisi Wali Kota Bandung saat ini.

Sebagai kontribusi perseroan di pengembangan infrastruktur daerah, Summarecon sebelumnya bersama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Margautama Nusantara sepakat membangun Bandung Intra Urban Toll Road yang direncanakan memiliki panjang 25,35 km. Anak usaha Summarecon yang terlibat proyek tol ini adalah PT Mahkota Permata Perdana.

Nota kesepahaman telah ditandatangani ketiga perusahaan pada Oktober 2018 dan berlanjut dengan pembentukan konsorsium pada tahun lalu. Jalan tol ini diperkirakan menelan investasi hingga Rp 10 triliun. Ruas tol tersebut akan menghubungkan wilayah Pasteur-Cileunyi dan Gedebage.

Tahun ini, kata Jemmy, manajemen cenderung lebih optimistis terhadap pasar property lantaran adanya faktor suku bunga Bank Indonesia (BI) yang relatif rendah. “Kami yakini para calon pembeli akan memanfaatkan peluang ini,” ujarnya.

Tahun lalu, Summarecon berhasil membukukan marketing sales Rp 4,1 triliun, atau melampaui target yang semula ditetapkan sebesar Rp 4 triliun. Sekitar 60% atau Rp2,4 triliun marketing sales perseroan berasal dari penjualan segmen residensial. Perseroan berharap porsi kontribusi segmen residensial tersebut masih sama pada 2020.

Lebih jauh, Summarecon yang memiliki proyek di Timur Jakarta membuat perseroan tergabung dalam Komite Timur Jakarta bersama lima perusahaan properti lainnya, seperti PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL), dan PT Sirius Surya Sentosa. Komite Timur Jakarta sepakat untuk saling bersinergi dalam menawarkan berbagai kelebihan pada koridor yang meliputi Bekasi, Cikarang dan Karawang. Tujuannya adalah mengukuhkan kawasan ini sebagai destinasi hunian dan investasi menjanjikan yang tidak kalah dengan kawasan lainnya di Jakarta.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA