Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BNI. Foto: Uthan A Rachim

Bank BNI. Foto: Uthan A Rachim

Kinerja BNI Sesuai Harapan

Parluhutan Situmorang, Selasa, 29 Oktober 2019 | 08:03 WIB

JAKARTA, investor.id - Realisasi kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hingga kuartal III-2019 telah sesuai dengan ekspektasi sejumlah analis. Perolehan tersebut menggambarkan keberhasilan untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan dengan memangkas biaya pendanaan..

BNI sebelumnya telah mengumumkan perolehan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 11,97 triliun hingga kuartal III-2019, tumbuh 4,63% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 11,44 triliun. Sampai dengan akhir tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih di kisaran 5-8% secara tahunan (year on year/yoy).

Kenaikan laba didukung atas pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 3,3% menjadi Rp 26,87 triliun per September 2019. Selain itu, pendapatan bunga bersih (fee based income/FBI) atau non interest income BNI tumbuh 13% (yoy) menjadi Rp 8,13 triliun.

Namun demikian pertumbuhan laba tersebut cenderung melambat dipicu atas adanya peningkatan biaya dana (cost of fund/CoF). Hal tersebut yang membuat margin bunga bersih (net interest margin/NIM) lebih rendah.

Ke depan, perseroan memperbaiki biaya dana. Per September lalu NIM perseroan berada di posisi 4,9% atau turun 4 basis poin (bps) dari tahun lalu di posisi 5,3%. NIM juga diharapkan naik menjadi 5-5,2%, dibandingkan dengan sekarang di 4,9%.

Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa perolehan kinerja keaungan tersebut sudah sesuai dengan perkiraan. “Manajemen juga menargetkan perkiraan penruman biaya kredit sektiar 140-170 bps tahun ini. Angka tersebut juga sudah sesuai dengan perkiraan yang kami tetapkan,” ujarnya

Analis Danareksa Sekuritas Eka Savitri dalam riset yang dierbitkan di Jakarta, belum lama ini. Perolehan kinerja keuangan tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 10.000. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PBV perseroan tahun depan sekitar 1,38 kali dan perkiraan pertumbuhan ROAE mencapai 3%. Target harga ini sama dengan PBV perseroan sekitar 1,4 kali dalam 10 tahun terakhir.

Target harga tersebut juga memperkirakan kenaikan kenaikan laba brsih menjadi Rp 15,90 triliun tahun 2019 dan diharapkan kembali naik menjadi Rp 17,36 triliun pada 2020, dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 15,01 triliun. Laba sebelum pencadangan (PPOP) juga diharapkan naik menjadi Rp 28,97 triliun tahun 2019 dan menjadi Rp 33,04 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun 2018 mencapai Rp 26,98 triliun.

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Ghibran Al Imran dan Andre Benas mengatakan, realisasi kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2019 telah lampaui ekspektasi. Pencapaian tersebut setara dengan 75% dari target RHB Sekuritas terhadap target laba bersih tahun ini.

“Pencapaian di atas perkiraan tersebut didukung atas keberhasilan perseroan dalam memangkas biaya pendanaan atau CoF di tengah prospek kualitas aset yang masih penuh tantangan,” terangnya.

Penurunan Bunga

Bank BNI. Foto: Majalah Investor/UTHAN
Bank BNI. Foto: Majalah Investor/UTHAN

Danareksa Sekuritas memperkirakan fokus utama manajemen BNI kini adalah bagaimana mempertahankan likuiditas tetap kuat dan menekan bunga spesial atas deposito perseroan. Hal ini perlu dilakukan di tengah penurunan tingkat suku bunga yang telah mencapai 75 basis poin menjadi 5% hingga bulan ini.

Sedangkan kemampuan mempertahakan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) ditentukan atas kemampuan perseroan dalam mengelola biaya pendanaan (cost of fund/CoF).

Danareksa Sekuritas memperkirakan asset yield BNI mencapai 7,9% hingga akhir tahun. Sedangkan CoF diperkirakan mencapai 3,2%, sehingga diharapkan NIM perseroan berada di level 4,9% tahun 2019 dan 2020.

Pandangan berbeda diungkapkan RHB Sekuritas. Menurut perusahaan sekuritas ini, perseroan masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dituntaskan manajemen dalam beberapa kuartal mendatang, khususnya peningkatan kualitas aset.

“Kami mengapresiasi strategi manajemen BNI untuk mempertahankan stabilitas, dengan memperlambat pertumbuhan kredit. Apresaisi juga diberikan atas strategi memilih untuk mencari pendanaan murah, dibandingkan mengejar penurunan LDR dengan menawarkan biaya pendanaan yang tinggi,” terangnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan pertumbuhan laba bersih perseroan menjadi Rp 15,99 triliun tahun ini dan diharapkan melonjak menjadi Rp 19,50 triliun pada 2020, dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar Rp 15,01 triliun. Hal ini juga mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 9.300.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA