Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Indofood di gerai supermarket. Foto: EMRAL

Produk Indofood di gerai supermarket. Foto: EMRAL

Kinerja Indofood Mengejutkan

Selasa, 6 April 2021 | 22:01 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Lonjakan kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tahun lalu telah melampaui estimasi sejumlah analis. Pertumbuhan tersebut tergolong mengejutkan di tengah kondisi Indonesia yang dilanda pandemi Covid-19.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, peningkatan marjin keuntungan menjadi pemicu utama lonjakan laba bersih Indofood tahun lalu. Peningkatan marjin keuntungan dicetak oleh seluruh anak usaha perseroan, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bogasari Flour Mills, dan seluruh perusahaan perkebunan.

Lonjakan laba bersih juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai 6,7% menjadi Rp 81,7 triliun. Lonjakan laba bersih tertinggi diraih perseroan pada kuartal IV-2020 dengan peningkatan 96,6% menjadi Rp 2,7 triliun.

Hal ini menjadikan total laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu meningkat 31,5% menjadi Rp 6,46 triliun.

“Laba bersih tersebut telah melampaui estimasi kami atau setara dengan 123%. Perolehan itu juga merefleksikan 120,5% dari konsensus analis,” tulis Natalia dalam risetnya.

Indofood. Foto: IST
Indofood. Foto: IST

Indofood mencatatkan peningkatan marjin kotor menjadi 34,5% pada kuartal IV-2020 dibandingkan kuartal IV-2019 sekitar 30,5%. Hal ini menjadikan gross margin tahun lalu meningkat menjadi 32,7% dibandingkan akhir 2019 sekitar 29,7%. Peningkatan marjin keuntungan didukung oleh peningkatan rata-rata harga jual di tengah kenaikan harga bahan baku.

Lonjakan juga didukung peningkatan harga jual komoditas perkebunan. Selain peningkatan penjualan dan pertumbuhan marjin keuntungan, kenaikan laba bersih Indofood didukung oleh keuntungan kurs mata uang sepanjang 2020 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat rugi kurs.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INDF dengan target harga Rp 8.100. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 10,2 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan dampak positif dari tuntasnya akuisisi Pinehill Company oleh Indofood CBP.

Pandangan positif juga diungkapkan oleh analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin. Menurut dia, realisasi keuntungan Indofood sepanjang 2020 telah melampaui estimasi.

“Pencapaian tersebut setara dengan 118,8% dari target yang kami tetapkan dan setara dengan 119,7% dari konsensus analis,” tulis dia dalam risetnya.

Harga saham INDF dalam satu dekade terakhir, prospek INDF, dan kinerja keuangan Indofood Sukses Makmur
Harga saham INDF dalam satu dekade terakhir, prospek INDF, dan kinerja keuangan Indofood Sukses Makmur

Adapun pertumbuhan pendapatan perseroan didukung oleh peningkatan penjualan di seluruh segmen bisnis perseroan pada tahun lalu. Pertumbuhan penjualan Indofood CBP mencapai 10%, Bogasari mencetak kenaikan 1%, agribisnis naik hingga 7%, dan bisnis distribusi meningkat 10%.

“Keberhasilan perseroan mencetak lonjakan kinerja keuangan ditambah dengan optimisme pemulihan ekonomi yang bakal berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat akan menjadi penopang pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini,” jelas Mimi.

Indofood juga bakal diuntungkan atas konsolidasi Pinehill Company oleh Indofood CBP yang berdampak pada perluasan pangsa pasar penjualan global. Peningkatan ratarata harga jual minyak sawit juga akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun ini. Sebab itu, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham INDF dengan target harga Rp 8.700. Target harga tersebut telah mempertimbangkan optimisme perbaikan ekonomi Indonesia yang bisa menopang pertumbuhan penjualan.

Salah satu kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok.
Salah satu kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok.

Sebelumnya, manajemen Indofood mengumumkan bahwa perseroan berhasil meraih kinerja positif dengan membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 7% menjadi Rp 81,73 triliun pada 2020 dibandingkan 2019 yang senilai Rp 76,59 triliun.

Kenaikan penjualan tersebut sejalan dengan pertumbuhan laba usaha sebesar 31% menjadi Rp 12,89 triliun dari sebelumnya Rp 9,83 triliun. Hal ini membuat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 32% menjadi Rp 6,46 triliun dari Rp 4,91 triliun.

“Adapun marjin laba bersih ini meningkat 7,9% dari 6,4%. Alhasil, core profit meningkat sebesar 22% menjadi Rp 5,96 triliun dari Rp 4,9 triliun,” kata Direktur Utama Indofood Anthony Salim.

Dalam kondisi yang serba dinamis, dia mengatakan, Indofood tetap dapat membukukan kinerja yang konsisten melalui ketahanan dan ketangguhan dari model bisnis yang terintegrasi secara vertikal dan merek-merek yang dikenal konsumen.

“Untuk tahapan pengembangan ke depan, kami akan memperkuat integrasi vertical dari model bisnis kami, meningkatkan kinerja yang telah dicapai, serta mengembangkan kemampuan kami dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan baru,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN