Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mandiri. Foto: Investor Daily/DAVID

Bank Mandiri. Foto: Investor Daily/DAVID

Kinerja Lampaui Perkiraan, Saham Bank Mandiri Jadi Pilihan Teratas

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 06:19 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik hingga Agustus 2020 dibandingkan perkiraan sejumlah analis. Sedangkan berjalannya subsidi pemerintah terhadap bunga pinjaman menjadi sentimen positif penopang fundamental sektor perbankan di tengah pelemahan ekonomi.

Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa Bank Mandiri hanya mengalami penurunan laba bersih sebesar 28,8% menjadi Rp 12 triliun hingga Agustus 2020. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan margin bunga bersih (net interest margin/ NIM) perseroan menjadi 4,3% dan biaya kredit (credit cost) mencapai 205 bps.

Perseroan tetap menjalankan strategi konservatif dengan menerapkan front-loading yang fokus menjaga likuiditas bank dibandingkan mengejar keuntungan.

“Kami memperkirakan realisasi tersebut telah merefleksikan perkiraan kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun ini,” jelas Danareksa Sekuritas dalam riset terbaru.

Sedangkan dari sisi pendanaan, Bank Mandiri diperkirakan menjadi bank yang paling diuntungkan saat ini, karena didukung oleh posisi perseroan sebagai salah satu bank terbesar di Tanah Air.

Petugas bank melayani nasabah dengan salah satu aplikasi digital Bank Mandiri di sela-sela peresmian pengoperasian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Menara Astra di Jakarta, Kamis (9/7/2020). Foto:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas bank melayani nasabah dengan salah satu aplikasi digital Bank Mandiri. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Terkait strategi front-loading perseroan, hal itu mampu menekan biaya kredit perseroan menjadi 207 bps pada Agustus dibandingkan level tertingginya 324 bps pada Juni 2020.

Perseroan juga terus menambah provisi terkait restrukturisasi kredit akibat pandemi Covid-19. Perseroan juga mencatat bahwa 10% dan 30% pinjaman yang direstrukturisasi berkategori risiko tinggi dan menengah.

Danareksa Sekuritas juga menyebutkan bahwa Bank Mandiri masih memiliki peluang untuk menekan biaya pendanaan, seiring pemangkasan tingkat suku bunga dan peningkatan likuiditas perseroan.

Biaya pendanaan perseroan diperkirakan mencapai 3% pada 2021 dengan perkiraan peningkatan simpanan nasabah mencapai 6,2%.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 7.500. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PBV sebesar 1,77 kali tahun 2021.

Saham BMRI menjadi pilihan teratas Danareksa Sekuritas untuk sektor perbankan. Target harga tersebut juga merefleksikan perkiraan penurunan laba bersih Bank Mandiri menjadi Rp 17,57 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp sebelum provisi diharapkan turun dari Rp 48,52 triliun menjadi Rp 45,9 triliun.

Petugas bank melayani nasabah dengan salah satu aplikasi digital Bank Mandiri di sela-sela peresmian pengoperasian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Menara Astra di Jakarta, Kamis (9/7/2020). Foto:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas bank melayani nasabah dengan salah satu aplikasi digital Bank Mandiri.. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sementara itu, analis CGSCIMB Sekuritas Indonesia Ilham Firdaus dan Laurensius Teiseran mengungkapkan, pemerintah sebelumnya telah memperluas subsidi bunga bagi para peminjam yang sebelumnya hanya ditujukan bagi usaha kecil,

kemudian diperluas hingga bunga kredit kendaraan bermotor dan pembelian rumah. Subsidi bunga mencakup pinjaman dari bank, multifinance, dan perusahaan keuangan non-bank lain yang masuk dalam program pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data, sebanyak 9% dari total kredit merupakan kredit pemilikan rumah (KPR) dan sekitar 7% merupakan kredit kendaraan.

Sedangkan total anggaran pemulihan ekonomi di sektor tersebut mencapai Rp 35 triliun hingga akhir tahun ini dan terbuka kemungkinan dilanjutkan pada tahun depan.

Program pemerintah tersebut berupa pemberian subsidi bunga 6% untuk angsuran bulan pertama hingga ketiga dan sebesar 3% untuk subsidi bunga untuk bulan ketiga hingga keenam.

“Kami menilai bahwa program pemerintah tersebut akan menguntungkan industri perbankan, yaitu dipermudah dalam mengelola kredit bermasalah. Sedangkan bank yang paling diuntungkan dengan kebijakan tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI),” tulis Ilham dan Laurensius dalam risetnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong CGS-CIMB Sekuritas untuk mempertahankan peringkat overweight untuk saham sektor perbankan.

Sedangkan risiko peningkatan jumlah pasien Covid-19 menjadi sentimen negatif terhadap sektor ini. CGS-CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi add saham BMRI dengan target harga Rp 7.100.

Sebelumnya, analis Trimegah Sekuritas Rifina Rahisa dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, Bank Mandiri bakal mampu menorehkan kinerja keuangan lebih baik tahun ini dibandingkan perkiraan semula.

Hal ini didukung oleh sejumlah asumsi yang lebih baik. Sedangkan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun depan diperkirakan pulih total, sehingga realisasinya diharapkan menyamai, bahkan bisa melampaui realisasi tahun 2019.

Bank Mandiri. Foto: David
Bank Mandiri. Foto: David

Rifina dan Willinoy menyebutkan bahwa sejumlah paket stimulus yang telah digelontorkan pemerintah berdampak terhadap percepatan pemulihan Bank Mandiri. Beberapa stimulus tersebut adalah penempatan dana pemerintah di bank umum, subsidi bunga untuk debitor tertentu, dan jaminan dari pemerintah.

“Dengan adanya paket stimulus pemerintah bersamaan dengan mulai menggeliatnya aktivitas ekonomi akan mendongkrak kembali ekspansi kredit Bank Mandiri dengan target pertumbuhan satu digit tahun ini,” tulis Rifina dan Willinoy dalam risetnya.

Adapun sejumlah indicator keuangan perseroan menunjukkan angka lebih baik, yang terlihat dari realisasi hingga semester I-2020. Di antaranya, biaya kredit perseroan yang lebih rendah dari perkiraan semula, jumlah kredit bermasalah yang diperkirakan lebih rendah dari proyeksi awal, dan pendapatan bunga bersih yang diperkirakan lebih baik seiring dengan pertumbuhan kredit lebih baik.

Sebab itu, Trimegah Sekuritas merevisi naik target laba bersih Bank Mandiri dari Rp 11,2 triliun menjadi Rp 16,78 triliun tahun ini. Ekspektasi pendapatan bunga bersih juga direvisi naik dari Rp 49,34 triliun menjadi Rp 54,03 triliun.

Sedangkan proyeksi NIM direvisi naik dari 4,4% menjadi 4,6% tahun ini.

Trimegah pun merevisi naik target harga saham BMRI dari Rp 6.100 menjadi Rp 6.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga saham tersebut mempertimbangkan perkiraan PBV 2021 sebesar 13% atau di bawah rata-rata dalam lima tahun terakhir.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN