Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foro: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Bank BRI. Foro: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Konsistensi Perbaikan Kinerja BRI

Kamis, 3 Juni 2021 | 05:17 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI menunjukkan konsistensi perbaikan kinerja setelah menghadapi tantangan berat pandemi sepanjang 2020. Perbaikan itu terlihat dalam laporan keuangan perseroan pada kuartal I-2021. Meski demikian, kualitas aset masih menjadi tantangan bagi perseroan.

BRI berhasil meraup laba bersih Rp 6,82 triliun pada kuartal I-2021, naik 51,7% dibandingkan kuartal IV-2020 yang senilai Rp 4,5 triliun. Namun, perolehan tersebut turun 16,4% dibandingkan kuartal I-2020 yang sebesar Rp 8,16 triliun.

Laba operasional sebelum provisi (PPOP) mencapai Rp 18,78 triliun pada kuartal I-2021, turun dibandingkan kuartal IV-2020 yang senilai Rp 19,79 triliun, tapi naik dibandingkan kuartal I-2020 yang sebesar Rp 16,78 triliun.

“Realisasi laba bersih BRI pada kuartal I-2021 sudah sesuai dengan ekspektasi kami dan konsensus analis. Pencapaian tersebut merefleksikan 22,8% dari proyeksi laba bersih tahun ini. Realisasi itu juga setara dengan 22,4% dari konsensus analis,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo, Hariyanto Wijaya, dan Rizkia Darmawan dalam risetnya.

BRI Insurance memiliki rasio kecukupan modal 365,3% per kuartal I 2021.
BRI Insurance memiliki rasio kecukupan modal 365,3% per kuartal I 2021.

Mereka juga memberikan pandangan positif terhadap biaya dana (cost of fund/CoF) BRI yang turun menjadi 2,3% pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu sekitar 3,6%. Pendapatan bunga bersih meningkat 10,6% dibandingkan kuartal I-2020 atau tumbuh 0,1% dibandingkan kuartal IV-2020. Kenaikan bunga bersamaan dengan peningkatan kredit mikro yang membuat marjin bunga bersih (NIM) BRI melonjak menjadi 6,8% dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 yang sebesar 6,6%.

BRI juga mencatat peningkatan PPOP sebesar 12,4% pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal I-2020. Kredit perseroan tumbuh 1,4% pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal I-2020 atau tumbuh 1,8% dibandingkan kuartal IV- 2020. Rendahnya pertumbuhan kredit dipicu oleh tidak dikonsolidasikannya bisnis syariah dalam laporan keuangan BRI.

Adapun simpanan BRI tumbuh 5,3% pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu. CASA meningkat 10,7% dan tabungan berjangka naik 1,5%.

“Tapi yang menjadi fokus terbesar kami terhadap BRI adalah kualitas aset setelah terjadi peningkatan NPL menjadi 3,1% pada kuartal I-2021 dibandingkan tahun 2020 yang sekitar 2,9%. NPL kredit UMKM meningkat dari 2,7% menjadi 4,5%,” jelas Handiman, Hariyanto, dan Rizkia.

Harga saham BBRI satu dekade terakhir, Prospek BBRI, dan kinerja keuangan Bank BRI
Harga saham BBRI satu dekade terakhir, Prospek BBRI, dan kinerja keuangan Bank BRI

Perseroan sebelumnya juga mencatat peningkatan restrukturisasi kredit dari Rp 186,6 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 190,6 triliun sampai Maret 2021. Kredit yang direstrukturisasi setara dengan 21,3% dari total kredit.

“Peningkatan restrukturisasi datang dari segmen korporasi BUMN,” ungkap mereka.

Meski demikian, Mirae Asset Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.620. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PBV tahun ini sekitar 3,1 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peningkatan laba operasional sebelum provisi (PPOP) menjadi Rp 63,38 triliun pada 2021 dibandingkan tahun lalu Rp 57,4 triliun.

Laba bersih diharapkan melonjak dari Rp 18,65 triliun menjadi Rp 29,88 triliun.

ATM BRI
Salah satu gerai ATM BRI. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas Jessen Soekamto mengungkapkan, BRI mencatat penurunan total kredit sekitar 1,8% setelah dilakukan transfer kredit syariah ke PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Namun, jika tanpa memperhitungkannya, kredit perseroan bertumbuh 1,4% yang didukung oleh peningkatan kredit segmen mikro sebesar 12,4% pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Begitu juga dengan NIM perseroan naik menjadi 7%.

“Peningkatan NIM didukung oleh penurunan beban pendanaan bersamaan dengan peningkatan kredit segmen mikro. Diperkirakan, biaya dana masih melanjutkan penurunan bersamaan dengan kecenderungan berlanjutnya pertumbuhan kredit segmen mikro,” tulis Jessen dalam risetnya.

Dia menyebutkan bahwa potensi pasar kredit mikro di dalam negeri masih besar, yaitu setidaknya 30 juta unit mikro dan ultra mikro belum tersentuh. Upaya penguatan pasar kredit sektor ini akan berdampak terhadap kenaikan NIM perseroan ke depan.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi hold atas saham BBRI dengan target harga Rp 4.520. Target harga tersebut memperkirakan perbaikan kualitas aset perseroan bakal berlanjut, yang sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional. Target harga tersebut juga mempertimbangkan potensi pasar kredit segmen mikro dan ultra mikro.

Adapun laba bersih BRI diproyeksikan meningkat menjadi Rp 30,4 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 18,7 triliun. PPOP perseroan juga diharapkan naik dari Rp 57,4 triliun menjadi Rp 68 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN