Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alat berat produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Alat berat produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Konsistensi Perbaikan Kinerja United Tractors

Sabtu, 28 November 2020 | 05:37 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Kinerja operasional dan keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan perbaikan yang konsisten hingga Oktober 2020. Ini merupakan sinyal bahwa tren pertumbuhan akan berlanjut pada 2021.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, penjualan alat berat Komatsu oleh United Tractors pada Oktober 2020 mencapai 154 unit atau naik 4,1% dibandingkan September 2020. Namun, masih turun 7,2% dibandingkan Oktober 2019.

Perseroan juga mencetak peningkatan volume produksi batu bara sebesar 1,1% menjadi 9,5 juta ton pada Oktober 2020. Sedangkan volume penjualan batu bara naik 21,5% dari bulan sebelumnya. Namun, volume penjualan emas cenderung stagnan.

Dengan pencapaian itu, United Tractors berhasil menjual sebanyak 1.345 alat berat sepanjang Januari- Oktober 2020 atau turun 50,8% dibandingkan periode samatahun lalu.

United Tractors. Foto: dok
United Tractors. Foto: dok

Begitu juga dengan volume produksi batu bara turun 12,7% menjadi 94,8 juta ton, dengan stripping ratio (SR) turun menjadi 7,4% dari 7,7%. Meski demikian, tahun depan, kinerja operasional perseroan seperti penjualan alat berat, bisnis kontraktor penambangan batu bara, dan produksi emas, diperkirakan meningkat.

Begitu juga dengan proyeksi kinerja keuangan perseroan tahun depan. Hal itu bakal didukung oleh harga jual batu bara yang diyakini cenderung naik, seiring membaiknya ekonomi global. Stefanus memperkirakan pertumbuhan penjualan alat berat Komatsu oleh United Tractors sebesar 20% menjadi 18 ribu unit pada 2021.

Sedangkan volume penjualan emas diharapkan meningkat menjadi 350 ribu oz pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun ini sebanyak 320 ribu oz.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 29.000.

Target harga tersebut mempertimbangkan kinerja keuangan perseroan yang lebih baik tahun depan, seiring ekspektasi peningkatan harga jual batu bara dan peningkatan volume penjualan emas.

Selain itu, pengoperasian pembangkit listrik Tanjung Jati pada akhir 2021 juga diharapkan memberikan sentimen positif terhadap perseroan. Tahun ini, laba bersih United Tractors diperkirakan turun menjadi Rp 2,03 triliun dibandingkan realisasi tahun 2019 senilai Rp 3,03 triliun. Pendapatan perseroan juga diproyeksi turun menjadi Rp 65,61 triliun pada 2020 dibandingkan perolehan tahun 2019 senilai Rp 84,43 triliun. EBITDA diperkirakan turun menjadi Rp 15,92 triliun dari Rp 22,53 triliun.

United Tractors. Foto: Uthan
United Tractors. Foto: Uthan

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengungkapkan, pelemahan volume penjualan alat berat oleh United Tractors hingga Oktober 2020 masih di bawah ekspektasi. Sebab itu, dia memangkas target kinerja keuangan United Tractors tahun 2020.

Sebaliknya, kinerja keuangan perseroan tahun 2021-2022 direvisi naik, seiring ekspektasi membaiknya permintaan dan pemulihan ekonomi.

Tahun ini, pendapatan United Tractors direvisi turun dari Rp 70,28 triliun menjadi Rp 66,4 triliun. Laba bersih diturunkan dari Rp 8 triliun menjadi Rp 7,16 triliun. Namun, tahun depan, proyeksi pendapatan perseroan direvisi naik dari Rp 78,01 triliun menjadi Rp 78,39 triliun.

Proyeksi laba bersih direvisi naik dari Rp 9,59 triliun menjadi Rp 9,88 triliun. Sedangkan pada 2022, proyeksi pendapatan perseroan direvisi naik dari Rp 79,14 triliun menjadi Rp 80,69 triliun. Proyeksi laba bersih juga direvisi naik dari Rp 9,99 triliun menjadi Rp 10,93 triliun. Estimasi margin keuntungan bersih dinaikkan dari 12,6% menjadi 13,5%.

“Kami merevisi naik target harga saham UNTR dari Rp 25.000 menjadi Rp 27.500 dengan rekomendasi beli,” tulis Andrey dalam risetnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN