Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Foto: Perseroan.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Foto: Perseroan.

Konsistensi Pertumbuhan Kinerja Kalbe Farma

Rabu, 7 April 2021 | 04:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid dan neraca yang sehat dengan kas bersih positif. Adapun langkah perseroan yang sedang fokus untuk memproduksi obat spesialis, termasuk onkologi dan biosimilar, diharapkan menjadi penopang pertumbuhan ke depan.

Memasuki tahun 2021, ekspektasi kesuksesan pengembangan vaksin Covid-19 dan upaya pemerintah untuk mendistribusikan vaksin kepada masyarakat luas juga akan menopang masa depan perseroan yang lebih cerah,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam risetnya.

Sebab itu, saham KLBF direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.900. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE dalam lima tahun sebesar 30 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan kenaikan laba bersih Ka lbe Farma menjadi Rp 2,9 triliun tahun ini dan pendapatan naik menjadi Rp 24,2 triliun.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin mengungkapkan, realisasi kinerja keuangan Ka lbe Farma sepanjang 2020 sudah sesuai dengan perkiraan Mirae dan konsensus analis.

“Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 104,8% dari target yang telah kami tetapkan dan merefleksikan 101,7% dari konsensus analis,” tulis dia dalam risetnya.

Pertumbuhan laba Kalbe Farma juga ditopang oleh efisiensi operasional setelah perseroan memangkas biaya penjualan secara signifikan senilai Rp 1 triliun pada kuartal IV-2020. Hal ini membuat marjin operasional perseroan membaik pada akhir tahun lalu.

Harga saham KLBF satu dekade terakhir, prospek KLBF, kinerja keuangan Kalbe Farma
Harga saham KLBF satu dekade terakhir, prospek KLBF, kinerja keuangan Kalbe Farma

Terkait prospek perseroan, menurut Mimi, cenderung tetap positif dalam jangka panjang karena didukung oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Pola tersebut akan menjadi katalis positif terhadap penjualan produk perseroan dalam jangka panjang.

Kinerja keuangan yang solid pada 2020 dan tetap positifnya prospek perseroan dalam jangka panjang mendorong Mirae Asset Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.760.

Tahun lalu, Kalb e Farma mencatat peningkatan laba bersih sebesar 9% menjadi Rp 2,79 triliun dibandingkan tahunsebelumnya Rp 2,57 triliun. Perolehan laba itu ditopang oleh kenaikan penjualan yang mencapai Rp 23,113 triliun pada 2020, meningkat 2,1% dari tahun 2019 yang senilai Rp 22,62 triliun.

Penyumbang utama penjualan perseroan berasal dari divisi distribusi dan logistic mencapai 33,5% terhadap total penjualan. Divisi ini berhasil mencetak kenaikan pendapatan sebesar 5,1% dari Rp 7,37 triliun menjadi Rp 7,75 triliun pada 2020.

Selanjutnya, divisi nutrisi membukukan penjualan sebesar Rp 6,74 triliun pada 2020, bertumbuh 1,9% dari tahun sebelumnya dan berkontribusi 29,2% terhadap total penjualan pada 2020. Kemudian divisi consumer health berkontribusi hingga 15,7% terhadap total penjualan. Divisi ini berhasil mencetak kenaikan pendapatan 4,7% menjadi Rp 3,63 triliun. Sedangkan divisi obat resep mencatat penurunan penjualan sebesar 3,5% menjadi Rp 4,98 triliun dan berkontribusi 21,6% terhadap total penjualan.

Di sisi lain, perolehan laba kotor tercatat stabil sebesar Rp 10,24 triliun pada 2020. Sedangkan rasio laba kotor terhadap penjualan menurun menjadi 44,3%, yang disebabkan oleh perubahan pada portofolio produk. Laba sebelum pajak tercatat bertumbuh 6,6% menjadi Rp 3,62 triliun, dengan marjin laba sebelum pajak meningkat menjadi 15,7%.

Rasio Dividen

kalbe farma
kalbe farma

Melihat kondisi pandemic saat ini, Kalb e Farma menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar 5-6% pada 2021. Untuk mencapai target tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1 triliun yang akan digunakan untuk ekspansi dan peningkatan distribusi.

“Sementara itu, rasio dividen akan dijaga pada kisaran 45- 55% dengan memperhatikan ketersediaan kas dan kebutuhan pendanaan,” jelas manajemen perseroan.

Kalbe juga secara konsisten akan melakukan aktivitas riset dan pengembangan. Melalui sinergi antara akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah, Kalbe akan berkolaborasi untuk menghasilkan produk dan layanan yang bisa meningkatkan performa perusahaan.

“Di sisi lain, perusahaan juga akan bekerjasama dengan berbagai pihak, tidak hanya dalam bentuk perusahaan patungan, namun juga melalui akuisisi dan bentuk kerja sama bisnis lainnya,” sebut manajemen.

Baru-baru ini, Kalbe Farma meningkatkan kepemilikan saham pada PT Kalbe Genexine Biologics menjadi 76,17% dari sebelumnya 60%. Sisanya 23,83% saham dimiliki oleh Genexine Inc (Korea Selatan). Adapun nilai transaksi dari penambahan saham tersebut mencapai Rp 550,72 miliar. Ini merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis Kalbe Farma.

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali menjelaskan, akuisisi saham Kalbe Genexine Biologics dilakukan dengan memasukkan aset (inbreng) saham Innogene Kalbiotech Pte Ltd senilai Rp 138,09 miliar. Selain itu, akuisisi dilakukan dengan inbreng saham PT Kalbio Global Medika sebesar Rp 412,63 miliar.

“Transaksi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional perseroan,” ujar Lukito dalam keterangan tertulis.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN